Resensi Novel ELIANA (Serial Anak-anak Mamak)

Judul Buku      : Eliana (Serial anak-anak Mamak)

Penulis              : Darwis Tere Liye

Tebal Buku      : 520

Penerbit           : Republika

Tahun Terbit    : 2011

 

SINOPSIS

Eliana merupakan salah satu dari puluhan karya sastra penulis handal, Darwis Tere Liye. Novel  Eliana ini diterbitkan pada tahun 2011. Didalamnya menceriatakan tentang perjalanan seorang anak perempuan pemberani yang hidup di sebuah kampung pedalaman yang jauh dari fasilitas kota yang megah. Sebuah keberanian untuk alam. Tentang bagaimana ia berusaha menjadi anak sulung kebanggaan orang tuanya.

Kemudian, seorang anak yang hanya kelas enam SD dengan beraninya menolak semua ulah orang kota yang haus akan kekayaan alam tanpa berfikir panjang akan dampak yang terjadi.

Latar waktu pada novel menceritakan tentang sebuah desa yang syarat akan kekayaan alamnya, bahkan masih jauh dari sentuhan lampu-lampu neon. Desa yang masih memprioritaskan warisan leluhur.

Eliana si pemberani tak segan melakukan perlawanan ketika orang-orang dari kota datang untuk merusak kekayaan alam di desanya. Menentang keras akan adanya penebangan liar yang tentunya akan berdampak negatif pada alam. Bahkan tokoh Eliana ini juga dikenal sebagai anak yang pekerja keras, terbukti pada bagian cerita ketika sekolah Eliana mendapat undangan untuk menghadiri pameran di Kota Provinsi dan Pak Bin guru di sekolahnya memutuskan untuk membawa tumbuhan Herbarium untuk dipamerkan, terlihat bagaimana usahanya untuk mengumpulkan tumbuhan-tumbuhan yang akan di awetkan untuk menjadi Herbarium.

Baca Juga : (Selendang Merah)

Selain itu Novel ini juga menceritakan tentang sebuah persahabatan, kesetia kawanan ketika menghadapi hal-hal susah bersama. Mebentuk grup Empat Buntal untuk melakukan perlawanan kepada orang-orang kota yang seenakanya saja mengeruk pasir di sungai mereka. saling bekerja sama dalam menyusun siasat. Bahu membahu kabur ketika petugas pengeruk pasir mengetahui ulah mereka, namun sayangnya salah satu dari mereka yang bernama Marhotap harus terbunuh ketika ingin melancarkan usahanya untuk membakar truk –truk itu.

KELEBIHAN

Darwis  Tere Liye menyajikan cerita dengan sangat menarik untuk dibaca. Alur cerita yang membuat pembaca merasa ikut andil dalam cerita tersebut. pendeskripsian latar tempat juga detail, sehingga mudah untuk membayangkan tempat seperti apa yang dimaksud oleh penulis. Bahasa yang digunakan penulis juga mudah dipahami tidak terlalu bertele-tele.

KEKURANGAN

Ada sedikit kosa kata Bahasa Belanda yang kurang dimengerti dan tidak ada keterangan, tapi hal ini tidak berdampak fatal karena pembaca masih bisa menerka-nerka maknanya dengan membaca kalimat berikutnya yang menggunakan Bahasa Indonesia.(RED/IRA)

Related Post