Hening

Hening

Penulis: Achmad Faizal*

hening yang melengkung di wajah langit. menjelma sebentuk kubah tanpa pilar nan megah. tempatku menaklukkan hasrat fana, memupus angkuh dalam diri. sebab seharian ini aku kerap berlumur lena dunia

pekat malam yang melingkar di ujung sajadah. menyaru raut rupaMu seolah memeluk parau suaraku. saat tahajud tegak di ujung ijabah kalam-kalamMu. lantaran aku tak kuasa menaruh khusuk meramu doa-doa. sebening wudu yang mampu meluruhkan lesu jiwaku.

(baca juga: Memeluk Hujan)

sesakaral istighfar menggugurkan debu-debu dosa. sekuat hati yang lara menyisihkan tabir batas langitMu pada doaku. tangang-tanganku menggapai-gapai purnama keridaan.

(baca juga: Bianglala untuk Ibu)

sepertiga malam adalah hening. ruang dialog terintim, melepaskan ruh penuh seluruh. tempatku bersimpuh, melelehkan air mata penyesalan. lantaran noda dosaku terlalu penuh dan tak mampu kutempuh.

Tuhan, bilamana sempat lagi aku kembali. Izinkan aku memelukMu sepuas doaku.

Nuris — 17 Mei 2016

*Penulis adalah staf pengajar bahasa dan sastra Indonesia di MA Unggulan Nuris

Related Post