Sajak kepada Guru

Sajak kepada Guru

Achmad Faizal*

Guru adalah embun pagi. Seikhlas dini hari menyongsong nyala fajar. Yang tak jemu merawat hening hingga bingar dunia datang. Kau bangun bara waktu kepada dada langit yang kian memancar. Dan bayang masa depan mendenyut siap mengejar harapan.

Guru adalah terik siang. Diterpa getir dunia yang malang-melintang. Tak khawatir menjadi sebentuk rumah tempat berteduh. Meski mengisut kerontang menerjang panas kehidupan. Kau mengabdi menjadikan manusia dalam peradaban.

(baca juga: Pahlawan, Maafkan Kami)

Guru juga menjelma pekatnya malam. Serupa doa-doa yang makbul tiap kekhusuan harapan. Anak-anakmu yang kauingat dalam kalam keilahian. Tuhan, jagalah murid-muridku dari segala tipu daya dunia. Jadikanlah mereka manusia yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara. amin. Masih bersimpuh dan tenggelam dalam genangan telaga sujudmu

 Guru adalah segala waktu. Yang datang dan pergi bersama masa depan.

Tiris, 25  November 2018

*penulis adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia di MA Unggulan Nuris

Related Post