Hai Milenialis, Negeri ini Milikmu

Penulis: Achmad Faizal*

dari lembar catatan sejarah
kubuka, kubaca dengan teliti
kutemui makna, apakah itu jasmerah
tentang air mata yang tumpah, dan kucuran keringat yang tercurah
adalah saksi bijak tumbuhnya negeri dengan susah payah

(Baca juga: Tuhan yang maha angka)

beratus tahun di masa lampau
negeri ini bak serpih yang ditawan koloni zadah
disuruh bekerja tapi tak diupah
dipaksa menanam padi, pala, lada, dan rempah hanya memuaskan hasrat penjarah
mati-matian membangun rel kereta, jalan raya, hingga bandara buat siapa?
Kalau bukan ambisi para penjajah
Betapa pedihnya ibu pertiwi seperti sedang sakit parah

(Baca juga: serak serpihan qarun)

woi, negeri ini bukan remah rempeyek
kau ingat Kerajaan Sriwijaya, yang kekuasaannya melintasi kemaritiman dunia
atau jejak Kerajaan Majapahit yang melegenda, dengan menyatukan kawasan nusantara
asal kau tahu
kita ini adalah cikal bakal bangsa yang besar

lalu, berapa lama lagi kita terbuai mimpi
dan tenggelam pada kenyataan
kita harus memulai
ayo, bangun duhai pemuda-pemuda milenial
negeri ini milikmu, masa depannya di genggamanmu
ukir putih hatimu, bakar merah pikiranmu
mari berkibar pada kokoh mimpi pejuang bangsa itu
karena ini sudah saatnya, menuju bangsa yang lebih maju

Jember, 1 April 2021

Sumber gambar: nusantaranews.co

Penulis adalah staf pengajar bahasa dan sastra di MA Unggulan Nuris, muallim di kampus Ma’had Aly Nuris Jember

Related Post