Bimbingan Keadilan

Penulis: Alya Latifatul*

Setelah lulus dari sarjana sejahtera
Ia pulang menuju desanya yang terletak di pulau seberang
Katanya ia berasal dari keluarga terhormat
Bermartabat, dan selalu menjaga tabiat

(Baca juga: unit-gawat-kuadrat-dan-kesaksian-al-khowarizmi)

Ia memasuki rumahnya dan menemui keluarganya
“Dapat apa kamu setlah merantau selama empat tahun?
“Sarjana sejahtera, Ayah.”
Di desa ini sudah sejahtera, tapi apa gunanya sejahtera tanpa ada sebuah keadilan”
“Pergi kamu, cari sekolah yang menerima mahasiswa jurusan kadilan,”

Lalu ayah menutup pintu kembali

Sumber gambar: mimbarhukum.blogspot.com

Penulis merupakan alumni MA Unggulan Nuris

Related Post