Konstanta Waktu

Penulis: Kinar Tantri*

Biar masa terus berlalu meninggalkan jarak tempuh berabad
Ada didih darahku yang terus membentuk alikuot asa
Menjamah koefisien sejarah yang mendendam teramat lampau
Persoalan kompeni begundal perajah kuboid bumi pertiwiku

(Baca juga: Celengan rindu untuk ibu)

Oh, pahlawan bangsa
Bilamana masih dapat kusentuh lokus harapmu
Penuhi kurva hatiku dengan garis-garis tegasmu
Agar kudapat melanjutkan koplanar negeri ini dengan tegar
Sungguh perjuanganmu tak lekang dalamĀ  lekung waktu
Hingga kini aku berdiri sejajar dengan Sang Saka Merah-Putihmu
Ingin kutemu titik koordinat hatiku-hatimu

(Baca juga: Memeluk hujan)

Mau tidak mau generasiku adalah nilai absolut
Pengisi bilangan fungsi kemerdekaan yang tak dapat tertawar
Karena pemuda adalah orde yang vertikal di atas langit harapan
Pewaris kemerdekaan yang ingin kulanjutkan
Sudah saatnya, kini.

Dari jalan ke jalan dr. Sroedji–Jember, 31 Januari 2019
Puisi ini telah dinobatkan sebagai juara 3 tingkat SMP/MTs sederajat se-Jawa Timur dalam Spectacular Math Event 2019 di Universitas Muhammadiyah Gresik

Related Post