Bekiking Bekiking Bekiking

Penulis: Iffah Nurul H*

Menjelang adzan di pangkuan seorang perempuan.
1// Jangan berisik, karena gaduh membuat runtuh dari naungan tabah yang terlanjur resah.

     Apakah aku pencegah gegabah?
     Kakek-kakek berjanggut di sini mengangguk pasrah
     Aku diam, hinggap pada ketiak carik-carik kuning
     Memperhatikannya yang terkantuk-kantuk menghampiriku
     Dengan halaman yang semakin tua bangka

(baca juga: Muara Sunyi Ilahi, Saja-Sajak Santri)

2// Jangan bicara, karena gibah mengakibatkanya lelah mencicipi lezatnya ilmu

     Apakah aku pengawal pencegah sesal?
     Teman-temanku yang gundul di sini mengiyakan secara masal
     Aku masih terdiam bersandar di ketiak carik-carik kuning
     Melihatnya yang berbisik-bisik mempertua lafadz-lafadz yang masih berkumis tipis

3// Jangan berleha-leha, karena malas adalah sumber malapetaka yang tak terduga

     Barangkali ia kenyang oleh ilmu hebat lima sempurna
     Aku tidak akan lagi banyak bertanya
     Tetap diam dan tidak kemana-mana pada ketiak carik-carik kuning ini
Menjadi pencegah gegabah,
pencegah sesal ataupun,
pencegah hinggapnya rayap-rayap bebal
rakus yang merusak sebagian dari ilmu.

والحمد لله على التمام, وصلى الله على سيدنا محمد أفضل

الرسل الكرام

Alhamdulillah, dengan memuji Allah akhirnya selesailah kitab ini, semoga sholawat dan salam selalu mengalir kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Rosul yang paling mulia dan paling utama.

(Kitab Ta’lim Muta’allim)

Jember
*penulis adalah alumnus MA Unggulan Nuris tahun 2022

Related Post