Taklukkan Tantangan Hingga Berhasil Kenakan Toga Wisuda
Pesantren Nuris — Suasana GOR Nuris pada hari wisuda kitab kuning begitu meriah namun tetap terasa khidmat. Gemuruh tepuk tangan dari para hadirin menyambut satu per satu santri yang berjalan mengenakan toga kebesaran. Di antara mereka, tampak seorang siswa kelas IX B SMP Nuris Jember melangkah penuh percaya diri, senyumnya mengembang, matanya berbinar. Ia adalah Riski Arya Pratama, atau yang akrab disapa Arya oleh teman-temannya.
Arya bukan sekadar tampil dalam balutan toga. Ia hadir membawa prestasi membanggakan karena berhasil khatamkan tiga kitab kuning sekaligus, yakni Tarbiyatus Shibyan, Aqidatul Awam, dan Nafinatun Najah. Sebuah pencapaian yang tidak mudah dan tentu tak bisa didapat dalam waktu singkat. Perjalanan Arya menuju hari bahagia itu penuh warna, perjuangan, dan pengorbanan.
Dalam perjalanannya menghafal ketiga kitab tersebut, Arya mengaku sering berhadapan dengan godaan yang sangat manusiawi yaitu kantuk dan rasa malas. Di tengah rutinitas sekolah dan aktivitas pesantren, rasa letih kerap menyapa. Namun, semangatnya kembali menyala saat teringat wajah kedua orang tuanya. Sosok ayah dan ibu yang telah berjuang keras mencari nafkah demi memastikan Arya bisa menimba ilmu dengan nyaman dan tenang. Dari sanalah tekad itu muncul.
(Baca juga : MPLS SMP Nuris Jember 2025 : Sambut Siswa Baru dengan semangat baru)
“Setiap kali rasa malas datang, saya selalu ingat perjuangan ibu dan ayah. Mereka banting tulang demi saya. Saya harus balas dengan prestasi, bukan keluhan,” ujar Arya penuh haru saat diwawancarai setelah acara wisuda.
Bagi Arya, waktu adalah kesempatan emas yang tak boleh terbuang percuma. Ketika banyak siswa lain menikmati jam istirahat dengan bersantai, Arya justru memanfaatkannya untuk mengulang hafalan, membaca kembali isi kitab, dan memperkuat pemahamannya terhadap setiap pelajaran. Ia menjadikan setiap waktu senggang sebagai ladang amal dan upaya mencapai target khatam kitab sebelum lulus dari SMP Nuris Jember.
Kini, semua perjuangan itu berbuah manis. Prestasi ini ia persembahkan khusus untuk kedua orang tuanya, yang hari itu turut hadir dalam acara wisuda dan tak kuasa menahan haru saat melihat putra mereka berdiri gagah di atas panggung.
Ibunda Arya, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan doa dan harapan sederhana namun dalam maknanya, “Nak, semoga ilmu yang kamu pelajari ini bisa menjadi penerang jalan hidupmu, bermanfaat di dunia dan juga di akhirat. Kami sangat bangga padamu.”
Wisuda kitab kuning di SMP Nuris Jember bukan hanya sekadar acara seremonial tahunan. Bagi Arya dan santri lainnya, ini adalah simbol keberhasilan spiritual dan akademik, serta bentuk nyata dari dedikasi dan semangat dalam menuntut ilmu agama sejak usia dini. SMP Nuris Jember sendiri terus memberikan wadah dan pembinaan yang optimal bagi para siswa-siswinya agar tetap mencintai dan istiqamah dalam mempelajari khazanah keilmuan Islam.
Arya pun berharap apa yang ia capai bisa menjadi motivasi bagi teman-teman seangkatannya, bahkan bagi adik kelas di SMP Nuris. “Kalau kita sungguh-sungguh, insyaAllah pasti bisa. Jangan menyerah, dan selalu ingat untuk niatkan semua karena Allah dan demi orang tua,” tutupnya dengan senyum penuh syukur.
Dengan torehan prestasi ini, Arya telah menunjukkan bahwa usia muda bukan halangan untuk mendalami ilmu agama. Semangat dan ketekunannya patut dijadikan inspirasi. SMP Nuris Jember sekali lagi membuktikan diri sebagai kawah candradimuka yang melahirkan generasi unggul, berilmu, dan berakhlak mulia.[PUO.Red]
Nama : Riski Arya Pratama
Kelas : IX B
Cita-cita : Kopasus
Kelas/ Lembaga : IX B/ SMP Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (Tarbiyatus Shibyan, Aqidatul Awam, dan Safinatun Najah)
