Pecinta Sejarah dari MA Unggulan Nuris yang Temukan Inspirasi di Film dan Alam
Pesantren Nuris – Sebuah kebanggaan tersendiri datang dari salah satu alumni MA Unggulan Nuris Jember tahun 2024, Bima Bachtiar Ibrani Fata. Pemuda asal Gading Rejo, Umbulsari, Jember ini berhasil menembus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia. Ia diterima di Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), sesuai dengan minat dan kecintaannya terhadap sejarah.
Ketika ditanya tentang perasaannya saat dinyatakan lolos ke kampus impian, Bima mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya merasa sangat senang dan nggak nyangka bisa diterima di universitas tersebut,” ujarnya dengan penuh semangat. Baginya, ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan dan harapan.
Pemuda kelahiran Berau ini memang dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia juga memiliki berbagai hobi yang menyeimbangkan hidupnya, seperti menonton film, bersepeda, dan melakukan “healing” untuk menyegarkan pikiran. Saat ini, selain aktif mengikuti perkuliahan di UIN Sunan Kalijaga, Bima juga menjalani kehidupan sebagai santri dengan mengikuti kegiatan di sebuah pesantren. “Kuliah sambil mondok memberi saya banyak pelajaran, tidak hanya akademik tetapi juga spiritual dan kedisiplinan,” ujarnya.
Saat ditanya tentang alasannya memilih jurusan SKI, Bima menjawab dengan sederhana namun penuh makna: “Karena saya suka sejarah.” Ketertarikannya terhadap kisah-kisah masa lalu dan bagaimana kebudayaan Islam berkembang menjadi motivasi utama dalam memilih jurusan tersebut. Ia berharap, melalui studinya nanti, ia bisa terus berkembang—baik secara pribadi maupun profesional. “Saya ingin belajar hal-hal baru, menghadapi tantangan yang ada, dan memberi kontribusi nyata di tempat saya berada nanti,” ungkapnya penuh optimisme.
(Baca juga : Alumni MA Unggulan Nuris yang Gemar Drawing Kini Menempuh Studi Manajemen Bisnis)
Meski tidak aktif dalam organisasi formal selama di MA Unggulan Nuris, Bima tetap menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam kegiatan internal pondok. “Saya tidak pernah ikut lomba di luar, tapi sempat meraih beberapa prestasi di lomba internal Nuris,” katanya dengan rendah hati.
Bima juga menyampaikan kesan mendalam terhadap Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember, tempat ia menimba ilmu selama masa pendidikan menengah. “Bagi saya, Nuris adalah tempat yang sangat berkesan—penuh ilmu, kedisiplinan, dan kebersamaan. Semoga ke depan Nuris terus berkembang dan mencetak generasi yang berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi zaman,” ucapnya sebagai pesan bagi almamater tercintanya.
Kisah Bima menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya, bahwa dengan tekad dan kesungguhan, impian untuk masuk ke perguruan tinggi negeri favorit bisa diraih. Ia adalah bukti bahwa jalan menuju sukses bisa datang dari mana saja, termasuk dari pesantren yang penuh nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. [LA.Red]
Nama : Bima Bachtiar Ibrani Fata
Alamat : Gading Rejo, Umbulsari, Jember
Hobi : menonton film, bersepeda, dan healing
Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2024
Kuliah : Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta
