Antara Nada, Gambar, dan Nahwu: Perjalanan Shafa Menuju Prestasi!
Pesantren Nuris — Satu lagi prestasi membanggakan datang dari MA Unggulan Nuris. Shafa Zakiyatul Laila, siswi kelas XI C, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK) cabang Jurumiyyah tingkat Yayasan Nuris. Gadis yang akrab disapa Shafa ini berasal dari Karanganyar, Tegalampel, Bondowoso, dan dikenal sebagai sosok yang penuh semangat dan berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan dan keagamaan.
Shafa bukanlah siswa biasa. Ia adalah pribadi yang tekun, penuh semangat, dan memiliki jiwa belajar yang tinggi. Selain aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti Olimpiade Bahasa Arab dan Pramuka, Shafa juga dikenal memiliki hobi menyanyi dan menggambar, dua hal yang menurutnya menjadi penyeimbang dalam rutinitas belajar yang padat.
Cita-citanya menjadi seorang guru menunjukkan bahwa Shafa memiliki semangat untuk menularkan ilmu dan berbagi manfaat kepada orang lain. Hal itu tercermin dari antusiasmenya dalam membaca kitab-kitab kuning, yang menjadi salah satu dasar utama lomba yang ia ikuti.
Shafa mengikuti lomba Musabaqoh Qiro’atul Kutub Jurumiyyah dengan penuh kesungguhan. Ajang ini menuntut para peserta untuk mampu membaca dan memahami kitab kuning tanpa harakat, khususnya dalam bidang ilmu nahwu, yakni tata bahasa Arab klasik. Lomba tersebut diikuti oleh para siswa dari berbagai jenjang di lingkungan Yayasan Nuris, sehingga persaingan berlangsung ketat.
(Baca juga : Bima Bachtiar Ibrani Fata, Alumni MA Unggulan Nuris, Lolos ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Keikutsertaannya dalam lomba ini berawal dari dorongan dan kedisiplinan yang ditanamkan oleh para ustadzah, namun di balik itu, ada juga kecintaannya terhadap membaca kitab yang membuatnya mantap untuk mengambil bagian.
Persiapan menuju perlombaan bukanlah hal yang mudah. Shafa mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara belajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan latihan membaca kitab. Namun, dengan tekad kuat dan doa yang tak putus-putus, ia tetap mampu menjalani proses persiapan dengan baik.
Setiap hari ia melatih diri untuk membaca kitab kuning secara mandiri, menganalisis setiap kata berdasarkan kaidah nahwu, dan mendalami makna yang terkandung di dalamnya. Tak hanya itu, Shafa juga memperbanyak doa dan muhasabah diri, memohon kemudahan kepada Allah agar bisa tampil maksimal saat lomba berlangsung.
Bagi Shafa, hasil bukanlah segalanya, namun proseslah yang membuat dirinya menjadi lebih kuat dan matang secara pribadi maupun intelektual. Moto hidupnya sederhana namun sarat makna: “Teruslah berusaha, karena usaha tidak akan mendustakan hasil. Dan jangan lupa untuk membahagiakan orang tua dan guru.”
Ucapan ini bukan sekadar kutipan kosong, melainkan prinsip hidup yang terus ia pegang erat. Ia percaya bahwa setiap langkah yang ia ambil, terutama dalam menuntut ilmu, adalah bagian dari perjuangan untuk meraih restu dari orang tua dan keberkahan dari para guru.
Saat pengumuman pemenang dibacakan dan namanya disebut sebagai pemenang ke-3, Shafa merasa sangat bahagia dan terharu. “Saya merasa senang bisa membanggakan orang tua dan guru, dan ini menjadi pengalaman berharga yang tidak akan saya lupakan,” ujarnya penuh semangat.
“Jangan menyerah dan jangan takut untuk mencoba. Kadang kita ragu karena takut gagal, padahal mencoba adalah bagian dari proses belajar.”
Sedangkan kesan yang ia rasakan selama mengikuti lomba adalah penuh rasa bahagia dan bangga. Ia juga menyampaikan harapan besar agar ke depannya bisa lebih baik lagi dalam membaca kitab kuning, lebih matang dalam ilmu nahwu, dan menjadi pribadi yang terus berkembang. Lebih dari itu, ia ingin kelak bisa menjadi guru yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bisa menginspirasi dan membimbing generasi selanjutnya.
Prestasi Shafa Zakiyatul Laila adalah bukti bahwa kedisiplinan, semangat belajar, dan ketulusan hati bisa membawa seseorang pada capaian yang luar biasa. Dalam dunia yang semakin kompetitif, sosok seperti Shafa menjadi inspirasi bahwa keberhasilan tidak selalu tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling tekun dan tidak mudah menyerah.
Semoga prestasi ini menjadi langkah awal dari sederet kesuksesan lainnya di masa depan, dan menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa MA Unggulan Nuris untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. [LA.Red]
Nama : Shafa Zakiyatul Laila
Hobi : Menyanyi dan Menggambar
Cita2 : Guru
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Musabaqoh Qiro’atul Kutub Jurumiyyah Terbaik 3 Tingkat Yayasan Nurul Islam
