Wilda Zalfa Amelia: Si Pelukis Mimpi yang Sukses Raih Peringkat 3 Kelas MA Unggulan Nuris

Antara Sketsa dan Doa: Wilda Ukir Prestasi Akademik di Semester Genap 

Pesantren Nuris — Di balik ketenangan dan ketekunannya, siapa sangka seorang siswi dengan bakat menggambar ini mampu mengukir prestasi akademik yang membanggakan. Dialah Wilda Zalfa Amelia, siswi kelas XI Agama 3 MA Unggulan Nuris Jember, yang berhasil meraih peringkat 3 terbaik di kelasnya pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan keyakinan pada tujuan hidup akan selalu menemukan jalannya.

Wilda, yang berasal dari daerah Sumbersari, Jember, bukanlah sosok yang gemar menonjolkan diri. Namun, semangatnya dalam mengejar cita-cita dan fokusnya dalam belajar menjadikan ia salah satu siswa yang patut diperhitungkan. Sejak awal masuk di MA Unggulan Nuris Jember, Wilda sudah menunjukkan ketertarikannya pada bidang seni, terutama menggambar, yang juga menjadi hobinya sejak kecil. Tak heran, ketika ditanya tentang cita-citanya, ia dengan mantap menjawab: ingin menjadi seorang arsitek profesional.

Bakat seni yang dimiliki Wilda ternyata tidak menghalanginya untuk meraih prestasi akademik. Justru, menurutnya, kemampuan menggambar melatih dirinya untuk lebih teliti, sabar, dan penuh perencanaan karakter penting yang juga ia terapkan dalam proses belajar.

“Saya suka menggambar karena saya bisa menuangkan ide dan imajinasi saya ke dalam bentuk visual. Tapi saya juga sadar, untuk mewujudkan cita-cita sebagai arsitek, saya tidak hanya butuh kreativitas, tapi juga kemampuan akademik dan disiplin yang tinggi,” ujar Wilda ketika ditemui usai kegiatan belajar.

(Baca juga : Nur Syamilah Siswi MA Unggulan Nuris Buktikan Skill Pidato Bahasa Inggris Juara 2 di Tingkat Kabupaten)

Raihan peringkat 3 ini bukan datang secara instan. Wilda mengakui bahwa kesulitan terbesar yang ia hadapi dalam proses belajar adalah menjaga konsistensi pada tujuan. Di tengah padatnya kegiatan sekolah, termasuk keterlibatannya dalam ekstrakurikuler Paskibra, sering kali ia merasa sulit untuk fokus penuh pada pelajaran. Namun, ia terus berjuang melawan rasa malas dan godaan untuk menyerah.

“Kadang saya merasa lelah atau tidak percaya diri, apalagi kalau hasil ujian tidak sesuai harapan. Tapi saya selalu ingat motivasi saya: teruslah berusaha, karena tidak ada hasil tanpa proses,” ucapnya.

Untuk menghadapi ujian semester, Wilda mempersiapkan diri dengan cara yang sederhana tapi konsisten. Ia meluangkan waktu setiap hari untuk belajar, membuat ringkasan materi, serta tidak lupa berdoa agar diberi kelancaran dan kemudahan. Ia juga aktif berdiskusi dengan teman-temannya serta sesekali meminta bimbingan dari guru jika ada materi yang sulit dipahami.

“Belajar dan berdoa itu seperti dua sayap. Kalau salah satunya hilang, kita tidak bisa terbang dengan seimbang. Jadi saya selalu usahakan keduanya berjalan bersamaan,” tambahnya.

Selain aktif di kelas, Wilda juga merupakan anggota aktif ekstrakurikuler Paskibra. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan kedisiplinan dan kerja tim, tapi juga membantu Wilda dalam mengatur waktu dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Meski jadwal latihan cukup padat, ia berusaha keras agar tanggung jawab sebagai siswa tetap dijalankan dengan baik.

“Paskibra itu seperti sekolah kedua bagi saya. Saya belajar tentang tanggung jawab, kekompakan, dan semangat juang. Tapi saya juga belajar bagaimana membagi waktu antara latihan, belajar, dan istirahat,” katanya sambil tersenyum.

Ketika diumumkan sebagai peringkat 3 kelas, Wilda mengaku sangat senang. Ia tidak menyangka bahwa kerja keras dan proses panjang yang ia jalani selama ini akan membuahkan hasil yang membanggakan. Ini adalah prestasi yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya.

“Saya senang sekali. Prestasi ini jadi bukti bahwa usaha saya tidak sia-sia. Semoga ini jadi langkah awal untuk pencapaian yang lebih besar lagi,” ujarnya penuh semangat.

Lebih dari sekadar nilai, bagi Wilda, yang paling penting adalah ilmu yang didapat selama proses belajar. Ia berharap ilmu tersebut bisa membawa manfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam pesannya, ia menyampaikan bahwa belajar bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga sebagai bekal untuk bisa berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat.

“Ilmu itu harus bermanfaat. Saya ingin menjadi orang yang berguna, bukan hanya pintar. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” tegasnya.

Prestasi Wilda menunjukkan bahwa kombinasi antara bakat, tekad, dan usaha yang konsisten akan membawa hasil yang membanggakan. Dalam dirinya, terdapat harmoni antara kreativitas seni dan kedisiplinan akademik—dua hal yang jarang ditemukan berjalan beriringan. Cita-citanya menjadi seorang arsitek tampaknya bukan sekadar impian, melainkan tujuan hidup yang sedang ia bangun dengan fondasi yang kokoh. [LA.Red]

 

Nama              : Wilda Zalfa Amelia

Hobi               : Menggambar

Cita2              : Arsitektur

Lembaga        : MA Unggulan Nuris Jember (XI Agama 3)

Prestasi          : Peringkat 3 MA Unggulan Nuris Jember Semester Genap Tahun pelajaran 2024/2025

Related Post