Menebar Ilmu, Menyalakan Cahaya: Naila Lubna, Siswi MA Unggulan Nuris yang Belajar dengan Makna

Aktif di Jurnalistik dan Sastra, Naila Jadi Teladan Santriwati Cinta Ilmu

Pesantren Nuris — Naila Lubna Alya Mukhbita, akrab disapa Naila, siswi kelas X MA Unggulan Nuris Jember yang baru saja menorehkan prestasi gemilang — meraih Peringkat 3 MA Unggulan Nuris Jember Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025.

Bagi Naila, prestasi bukan sekadar angka yang tertulis di kertas laporan, melainkan buah dari doa, usaha, dan dukungan orang-orang tercinta di sekitarnya. Ia percaya bahwa setiap proses belajar yang dijalani dengan niat baik pasti akan membuahkan hasil yang indah, cepat atau lambat.

Naila bukan hanya seorang siswi berprestasi, tetapi juga santriwati yang menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam setiap aktivitasnya. Sejak awal masuk MA Unggulan Nuris Jember, ia sudah menanamkan cita-cita besar dalam hatinya: menyalurkan dan mengamalkan ilmu dengan cara apa pun.

Cita-cita itu sederhana, tapi dalam. Ia ingin menjadikan ilmunya bermanfaat, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

“Menurut saya, ilmu itu nggak akan punya arti kalau cuma disimpan sendiri. Harus dibagi, diamalkan, dan dipakai untuk hal-hal baik,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Motivasi besar itu membuatnya terus berjuang dalam belajar, meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. Di tengah kesibukan pesantren dan kegiatan sekolah, Naila selalu berusaha menyeimbangkan waktu antara pelajaran umum, pelajaran agama, dan aktivitas ekstrakurikuler yang ia ikuti.

Naila dikenal sebagai santriwati yang tenang dan gemar belajar. Namun di balik ketekunannya, ia memiliki sisi kreatif yang kuat. Hobinya membaca, menulis, dan mendengarkan musik bukan sekadar pengisi waktu luang, tapi menjadi bagian penting dari cara ia belajar dan memahami dunia.

“Membaca bikin aku ngerti banyak hal, menulis jadi tempatku menyalurkan pikiran dan perasaan, dan musik itu cara paling sederhana buat menenangkan diri setelah hari yang panjang,” kata Naila sambil tersenyum.

(Baca juga : Belajar Manajemen di Universitas Negeri Malang, Alumni MA Unggulan Nuris Fokus Raih Impian)

Tak heran, hobinya ini selaras dengan kegiatan ekstrakurikuler yang ia ikuti. Ia aktif di Jurnalistik dan Sastra Santri, dua bidang yang membantunya mengekspresikan diri dan menyalurkan gagasan melalui kata-kata. Lewat tulisan, Naila belajar untuk berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, dan lebih dalam memahami makna kehidupan.

Perjalanan Naila untuk meraih peringkat 3 di MA Unggulan Nuris Jember Semester Ganjil 2024/2025 bukanlah hal yang mudah. Ada banyak kesulitan yang ia hadapi di sepanjang proses belajar. Salah satu tantangan terbesarnya adalah perbedaan fokus antara pelajaran agama dan pelajaran umum.

“Karena saya anak yang lebih sering belajar kitab atau pelajaran agama di kelas, saat ujian banyak pelajaran sains itu agak bingung,” aku Naila jujur.

Namun alih-alih menyerah, ia memilih untuk bangkit dan mencari solusi. Ia mulai menyusun strategi belajar yang lebih terarah — menyiapkan materi sejak awal dan mengulang pelajaran secara rutin menjelang ujian.

Ketekunannya perlahan membuahkan hasil. Ia mulai memahami pola soal, menyesuaikan cara belajar, dan menemukan ritme yang pas antara akademik dan keagamaan. Hasilnya, nilai-nilainya meningkat signifikan, hingga akhirnya ia berhasil menduduki peringkat 3 semester ganjil.

Naila menyadari bahwa keberhasilan yang ia raih tidak datang dari dirinya sendiri. Di baliknya ada dukungan dan doa dari Umi, Abi, serta semangat dari teman-teman sekelasnya.

“Dukungan dan doa orang tua, terlebih teman-teman juga semangat belajar, jadi saya juga harus semangat belajar,” ungkapnya penuh rasa syukur.

Baginya, motivasi terbesar adalah ingin membanggakan Umi dan Abi serta mendapatkan SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Ia ingin menunjukkan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, dan doa orang tua adalah bahan bakar utama dalam setiap langkahnya.

Meski kesibukannya sebagai santriwati cukup padat, Naila selalu berusaha mencuri waktu untuk belajar. Ia sadar bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan sebaik dirinya. Karena itu, ia bertekad untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Ia tak segan bertanya pada guru atau teman ketika merasa kesulitan, dan menjadikan setiap ujian sebagai sarana untuk mengevaluasi diri, bukan sekadar ajang untuk bersaing.

“Kalau kita niatnya belajar karena Allah, hasilnya insyaallah akan mengikuti. Yang penting konsisten,” ujarnya bijak.

Ketulusan dalam belajar itu terbukti membawanya sampai pada posisi sekarang — seorang siswi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan semangat berbagi ilmu.

Ketika pengumuman hasil ujian semester ganjil dibacakan dan namanya disebut sebagai peringkat 3 MA Unggulan Nuris Jember, Naila hampir tidak percaya.

“Senang sekali, jujur nggak nyangka bisa dapat ranking 3. Hasil ujian saya memuaskan banget,” ucapnya penuh rasa syukur.

Momen itu menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan niat baik tidak akan sia-sia. Ia merasa bahwa keberhasilannya adalah hadiah dari Allah atas usahanya dan doa orang tua yang tak pernah putus.

Sebagai seseorang yang baru saja meraih prestasi, Naila tidak ingin berhenti di titik ini. Ia ingin terus tumbuh dan menjadi lebih baik dari hari ke hari.

“Semoga teman-teman saya selalu suportif dan selalu berusaha untuk mendapat nilai yang bagus,” ujarnya tulus.

Ia juga menyampaikan harapan untuk dirinya sendiri:

“Semoga saya bisa konsisten dan bahkan lebih baik lagi.”

Bagi Naila, belajar bukan tentang siapa yang paling cepat atau paling pintar, tapi tentang siapa yang paling konsisten dan tulus dalam berproses.

Cita-cita Naila begitu mulia — menyalurkan dan mengamalkan ilmu dengan cara apa pun. Ia ingin menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, tidak hanya melalui nilai akademik, tetapi juga lewat karya dan perbuatan.

Melalui jurnalistik, sastra, dan aktivitas santri, Naila ingin terus menebarkan nilai kebaikan dan inspirasi bagi sesama.

Ia percaya bahwa setiap ilmu adalah amanah. Dan tugas manusia bukan hanya mencari ilmu, tetapi juga mengamalkannya agar menjadi cahaya bagi kehidupan.

Perjalanan Nayla Lubna Alya Mukhbita adalah gambaran nyata bahwa belajar dengan hati dan ketulusan bisa mengantarkan pada keberhasilan.

Ia membuktikan bahwa santriwati yang tekun belajar kitab juga bisa unggul di bidang akademik umum. Dengan keseimbangan antara kecerdasan dan keikhlasan, ia menjadi inspirasi bagi banyak teman di MA Unggulan Nuris Jember.

Prestasi peringkat 3 yang ia raih bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju impian yang lebih besar — menjadi insan yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

Dengan senyum hangat, Naila menutup ceritanya dengan kalimat sederhana yang mencerminkan hatinya yang tulus:

“Saya ingin terus belajar, supaya bisa membanggakan Umi dan Abi, dan semoga ilmu yang saya pelajari bisa bermanfaat untuk banyak orang.” [LA.Red]

 

Nama             : Naila Lubna Alya M

Alamat           : Puger, Jember

Hobi                : Membaca, menulis, mendengarkan musik

Kelas Formal : XA

Lembaga        : MA Unggulan Nuris Jember

Prestasi          : Peringkat 3 MA Unggulan Nuris Jember Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025

Related Post