Siswa MA Unggulan Nuris Ini Buktiin Kerja Keras Emang Nggak Ngelawak
Pesantren Nuris — Di antara deretan pelajar MA Unggulan Nuris yang terus berusaha mengukir prestasi dan membanggakan almamater, nama Ahda Abrazal Fikri, siswa kelas XI E MA Unggulan Nuris Jember, kini menjadi sorotan berkat capaian gemilang yang baru saja ditorehkannya di tingkat nasional. Tinggal di Perum Tegal Besar, Kaliwates, Jember, Ahda membuktikan bahwa dedikasi tinggi, kesungguhan belajar, dan kerja keras yang konsisten mampu membuka jalan menuju berbagai prestasi yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauan.
Sejak kecil, siswa yang akrab disapa Ahda memiliki hobi yang sangat menunjang kemampuan akademiknya: membaca, menulis, dan belajar. Tiga kegiatan itu bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari kepribadiannya. Setiap hari, waktu luangnya ia gunakan untuk menggali ilmu baru, memperkaya kosakata, mengasah keterampilan menulis, dan memperluas wawasan. Kebiasaan tersebut tumbuh bersamaan dengan mimpi-mimpi besar yang terus ia genggam. Ahda memiliki cita-cita yang sangat mencerminkan kecintaan dan ketekunannya terhadap ilmu pengetahuan: menjadi dosen kimia murni, ahli sastra Inggris, atau seorang apoteker di masa depan. Ketiga cita-cita tersebut mencerminkan luasnya minat akademis Ahda sekaligus memperlihatkan semangatnya untuk terus belajar tanpa batas.
Puncak terbaru dari perjalanan akademik Ahda adalah keberhasilannya meraih Medali Perak dalam Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Nasional pada ajang “Kejuaraan Akhir Pekan Gemilang Indonesia” yang diselenggarakan oleh Puspres. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia, menjadikannya ajang yang sangat kompetitif. Namun, berkat ketekunan belajar, kedisiplinan tinggi, serta semangat berlatih tanpa henti, Ahda mampu bersaing dan menampilkan kemampuan terbaiknya di antara ribuan peserta lain.
(Baca juga : Prestasi Gemilang! Muhammad Helmi Fauzan Kamil Harumkan Nama MA Unggulan Nuris di Ajang MTQ Kabupaten)
Dalam wawancara dengan pihak sekolah, Ahda mengungkapkan rasa senang dan bersyukur banget atas pencapaian yang diraihnya. Ia menjelaskan bahwa prestasi tersebut tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses panjang penuh usaha. Salah satu rahasia keberhasilannya adalah rutinitas belajarnya yang sangat intens dan terstruktur. Setiap hari, Ahda memiliki komitmen untuk membuka lima buku TOEFL sebagai bagian dari persiapannya memahami struktur, tata bahasa, dan kosakata bahasa Inggris tingkat lanjut. Selain itu, ia juga menargetkan minimal 120 soal latihan (latsol) yang harus ia selesaikan setiap harinya. Hal ini ia lakukan dengan disiplin yang jarang ditemukan pada pelajar seusianya, membuktikan bahwa pencapaian tidak pernah terpisah dari kerja keras yang konsisten.
Ahda mengungkapkan bahwa motivasi terbesar yang ia pegang hingga saat ini adalah prinsip hidup yang sederhana, namun sarat makna:
“Everything is possible if you want to work hard — semua itu mungkin jika kamu mau usaha.”
Kalimat tersebut menjadi pengingat sekaligus energi pendorong baginya untuk terus berjuang, meski tantangan yang ia hadapi tidak mudah. Bagi Ahda, kesuksesan bukanlah sesuatu yang datang secara instan; melainkan hasil dari proses panjang yang diisi usaha nyata, pengorbanan waktu, dan kemauan untuk terus belajar.
Meski sudah berhasil meraih prestasi tingkat nasional, langkah Ahda tidak berhenti sampai di situ. Ia masih memiliki mimpi besar untuk masa depan, terutama di bidang ilmu yang sangat ia cintai: kimia. Ahda berharap suatu hari nanti ia dapat kembali mengharumkan nama sekolah dan daerahnya dengan meraih medali OSN (Olimpiade Sains Nasional) atau OMI (Olimpiade MIPA Indonesia) di bidang kimia. Keinginan tersebut bukan hanya ambisi, tetapi juga bentuk kesungguhan Ahda untuk terus berkembang dan memperluas kemampuan akademiknya.
Pihak sekolah, guru, serta teman-teman Ahda turut bangga atas pencapaian yang luar biasa ini. Mereka mengenal Ahda sebagai siswa yang pendiam, tekun, dan memiliki semangat belajar yang konsisten. Tidak hanya rajin, ia juga dikenal sebagai pribadi yang merendah meskipun prestasi yang diraihnya tidak sedikit. Para guru mengungkapkan bahwa disiplin belajar Ahda menjadi teladan bagi pelajar lain, terutama keberaniannya mengambil langkah-langkah yang tidak biasa demi meningkatkan kemampuannya.
Prestasi Ahda menjadi bukti bahwa potensi besar bisa muncul dari mana saja—termasuk dari sebuah sudut kecil di Jember. Selama seseorang memiliki mimpi yang kuat, semangat belajar tanpa putus, serta kemauan untuk berjuang tanpa kenal lelah, maka tidak ada hal yang mustahil untuk diraih. Ahda adalah bukti nyata bahwa mimpi besar dapat dicapai oleh siapa pun yang berani mengupayakannya dengan sepenuh hati.
Dengan perjalanan yang masih panjang di depan mata, Ahda Abrazal Fikri telah menorehkan jejak awal yang luar biasa. Ia siap melangkah lebih jauh membawa nama baik sekolah, daerah, bahkan bangsa. Semoga kesuksesan ini menjadi awal dari banyak prestasi lainnya dan menginspirasi para pelajar di seluruh Indonesia untuk terus berusaha tanpa henti. [LA.Red]
Nama : Ahda Abrazal Fikri
Hobi : membaca, menulis, dan belajar
Cita2 : dosen kimia murni, ahli sastra Inggris, apoteker
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XI E)
Prestasi : Medali Perak Olimpiade Bahasa Inggris “Kejuaraan Akhir Pekan Gemilang Indonesia” tingkat Nasional diselenggarakan oleh Puspres
