Bocah Kelas Lima Ini Berhasil Jemput Emas di Ujung Besuki
Pesantren Nuris – Di tengah hiruk pikuk musim kompetisi, satu nama kembali terukir dalam sejarah dengan kilauan yang tak bisa dibantah. Ia bukan sekadar pemenang, ia seorang veteran cilik yang tekadnya telah teruji. Hari itu, dalam gaung pengumuman, Alfiyan Yazid Al Bustomy, siswa dari kelas 5A ini telah berhasil dinobatkan sebagai peraih Medali Emas di tingkat Karesidenan Besuki.
Medali emas ini didapatkan dalam ajang Olimpiade Matematika Kategori Kelas 5 di kompetisi “DETASEMEN 61”, yang digelar oleh SDN 4 Penganjuran pada 26-27 Oktober 2025. Di balik piagam yang kini ia pegang erat, tersimpan jam-jam panjang keheningan, di mana logika dan ketekunannya berjuang melawan soal-soal tersulit yang tersebar di seluruh wilayah Karesidenan Besuki. Ini menjadi kemenangan yang dimenangkan dengan pedang ketajaman nalar.
Bagi Alfiyan, podium bukanlah tempat baru. Ia veteran cilik yang kisah perjuangannya telah dicerietakan berulang kali di MI Unggulan Nuris Jember. Koleksi medalinya bah harta karun yang dikumpulkan sejak kelas 2, meliputi medali perak dan perunggu nasional, hingga juara 1 di berbagai tingkat provinsi. Setiap medali emas yang baru ini adalah babak baru dalam saga keemasannya yang tak terputus.
(Baca juga : Sang Jagoan Bahasa Inggris Dari MI Unggulan Nuris Jember Ini Kembali Berjaya di Karesidenan)
Di balik prestasi yang setinggi lagit ini, ada sosok guru yang paling dekat menyaksikan prosesnya. Ustadzah Via, wali kelasnya yang dulu, tentu saja beliau tak mampu menyembunyikan luapasan bangga yang begitu hangat. Beliau tahu persis betapa besarnya dedikasi yang terukir dalam diri Alfiyan.
“Mendengar Alfiyan meraih Emas lagi, rasanya hati ini dipenuhi haru yang luar biasa,” tutur Ustadzah Via. “Ia memang anak yang cerdas, tapi yang paling kami banggakan adalah ketidaklelahannya. Ia tahu bagaimana berjuang dalam diam, dan Medali Emas ini menjadi bukti bahwa Allah SWT membalas kesungguhan jiwa yang tekun. Kami bangga sekali menyaksikan ia terus bersinar.”
Dengan penuh kehangatan, beliau pun menitipkan pesan dan do’a tulusnya untuk masa depan sang penakluk angka ini. “Pesan Ustadzah Via untuk Alfiyan,” lanjut beliau dengan nada lembut, “jadikan setiap piala sebagai pengingat, bukan sebagai beban. Teruslah kembangkan akal dan hatimu. Perjalananmu masih sangat panjang, penuh dengan kemungkinan tak terduga. Semoga Allah SWT senantiasa menerangi setiap langkahmu dengan ilmu yang berkah, memudahkan jalanmu, dan mengantarkanmu pada kesuksesan yang melampaui impianmu. Ibu selalu mendo’akanmu.”
Medali emas ini bukan hanya sekadar logam berharga. Ia menjadi simbol, sebuah janji bahwa kerja keras, bila dipadukan dengan bakat, akan selalu mencapai puncak. Kemenangan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi MI Unggulan Nuris Jember, mengajarkan mereka bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, akan berujung pada kemuliaan.
Selamat atas penobatan ini, Sang Penakluk Angka! Engkau telah menulis sebuah babak baru yang indah dalam sejarah MI Unggulan Nuris Jember. Teruslah rendah hati, teruslah menginspirasi. Barakallah, Nak. [FE.Red]
Nama : Alfiyan Yazid Al Bustomy
Kelas : 5A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Medali Emas Olimpiade Matematika
Tingkat : Karesidenan Besuki
Ajang : DETASEMEN 61
Tanggal : 26 – 27 Oktober 2024
