Medali Perunggu Mendarat Fahmi Resmi Jadi Anak Berprestasi
Pesantren Nuris — M Fahmi Azka Syamil, siswa kelas XI E MA Unggulan Nuris yang akrab disapa Fahmi, kembali menorehkan pencapaian membanggakan dengan berhasil meraih Medali Perunggu dalam Olimpiade Bahasa Inggris “Kejuaraan Akhir Pekan Gemilang Indonesia” tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Puspres. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kemauan untuk berkembang mampu membawa seseorang menembus batas kemampuan diri. Fahmi dikenal sebagai sosok yang pendiam namun tekun, memiliki hobi membaca yang membuatnya memiliki wawasan luas dan pola pikir yang matang. Dengan cita-cita besar ingin menjadi direktur yayasan, ia terus melatih diri agar mampu membangun karakter dan kualitas yang dibutuhkan untuk masa depan.
Di balik prestasi nasional yang ia raih, Fahmi sebenarnya memiliki alasan sederhana namun sangat berarti. Ia mengikuti olimpiade ini karena ingin menambah pengalaman, memperluas wawasan, dan melihat seberapa jauh kemampuan dirinya dalam menghadapi tantangan akademik. Baginya, pengalaman adalah guru terbaik yang akan membentuk kepribadian dan keterampilan hidup. Motivasi terbesarnya adalah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, memanfaatkan setiap peluang yang datang, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dapat membawanya pada kemajuan. Prinsip sederhana itu justru menguatkan langkahnya, bahkan ketika ia menghadapi berbagai hambatan dalam persiapan lomba.
Meski tampak tenang dan fokus, Fahmi tidak lepas dari tantangan. Ia mengaku kesulitan terbesarnya adalah rasa malas yang terkadang datang tanpa diundang dan kendala perangkat (device) yang kurang mendukung proses latihannya. Namun, ia berusaha keras mengatasi semuanya dengan cara yang ia bisa. Ia memaksa dirinya tetap konsisten, mencoba melawan rasa malas dengan membaca dan mengulang materi. Bahkan ketika perangkat menjadi hambatan, ia tetap mencari jalan agar persiapannya tidak berhenti. Usaha itu ia lengkapi dengan doa bersama, sebuah langkah spiritual yang memberikan ketenangan sekaligus keyakinan agar segala prosesnya berjalan lancar.
(Baca juga : Risalah Tuntas, Kuliah Beres Officially Alumni MA Unggulan Nuris Sandang Sarjana di Ma’had Aly Nuris)
Ekstrakurikuler yang ia ikuti juga menjadi bagian dari pembentukan karakternya. Fahmi aktif di jurnalistik dan catur—dua kegiatan yang sangat berbeda tetapi sama-sama melatih kecermatan, ketelitian, dan cara berpikir. Jurnalistik mengasah kemampuan menulis, mengolah informasi, dan mengamati lingkungan secara kritis. Sementara catur melatih strategi, kesabaran, dan ketepatan mengambil keputusan. Kedua kegiatan ini membuatnya semakin matang dalam menyusun langkah dan memetakan strategi belajar, termasuk saat menghadapi olimpiade.
Ketika hari lomba tiba, Fahmi menjalani prosesnya dengan penuh harap, meski tak pernah membayangkan akan mendapat medali. Ia menyadari bahwa kompetisi ini tidak mudah, bahkan menurutnya cukup sulit dan menantang. Ada banyak peserta dengan kemampuan luar biasa, materi soal yang tidak ringan, dan waktu pengerjaan yang menguji konsentrasi. Dari pengalaman itu, ia merasakan bahwa kemampuan berbahasa Inggris bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang ketenangan, ketelitian, dan kesiapan mental. Setelah semua proses selesai, ia baru benar-benar merasakan bahwa yang ia lakukan bukan sekadar mengikuti lomba, tetapi perjalanan penting untuk mengembangkan diri.
Rasa bahagia pun menyelimuti dirinya ketika pengumuman hasil keluar. Fahmi merasa bersyukur karena usahanya yang penuh hambatan akhirnya membuahkan hasil. Ia tak menyangka bisa mendapatkan medali, apalagi di tingkat nasional. Baginya, prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga bentuk pembuktian bahwa siapa pun, termasuk dirinya yang memiliki keterbatasan perangkat dan rasa malas yang sering datang, tetap bisa meraih hasil baik ketika mau berusaha. Dari pengalaman ini pula ia mendapat pelajaran berharga bahwa proses tidak pernah menghianati hasil.
Ke depan, Fahmi memiliki harapan sederhana namun bermakna. Ia ingin mendapatkan hal-hal bermanfaat dari setiap kegiatan, terlebih ilmu yang bisa ia gunakan untuk masa depan. Ia percaya bahwa ilmu tidak akan pernah habis dan merupakan bekal utama seseorang dalam mencapai cita-cita. Ia juga berharap dapat terus mengikuti berbagai kegiatan dan tantangan baru untuk meningkatkan kemampuan diri, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan karakter. Dengan semangat yang ia miliki, serta dukungan lingkungan MA Unggulan Nuris, Fahmi optimis bahwa perjalanan prestasinya masih panjang dan penuh peluang berharga.
Melalui prestasi ini, Fahmi tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga ketekunan, ketabahan, dan keyakinan diri yang kuat. Ia menjadi bukti bahwa usaha, doa, dan keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju pencapaian besar. Prestasinya menjadi inspirasi bagi teman-teman sekelasnya bahwa tidak ada hal yang mustahil selama seseorang mau bergerak dan berjuang. Dengan langkah teguh yang ia pijak hari ini, Fahmi siap menatap masa depan yang lebih cerah, membawa bekal pengalaman, ilmu, dan semangat untuk terus melangkah maju. [LA.Red]
Nama : M Fahmi Azka Syamil
Hobi : Membaca
Cita2 : Menjadi direktur yayasan
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XI E)
Prestasi : Medali Perunggu Olimpiade Bahasa Inggris “Kejuaraan Akhir Pekan Gemilang Indonesia” tingkat Nasional diselenggarakan oleh Puspres
