Agil Buktikan Kemampuan di Papan Catur Kabupaten
Pesantren Nuris — Agil Rahmad Nur Hidayatullah, seorang siswa kelas XI A MA Unggulan Nuris Jember yang tinggal di Jalan Manyar Gang Antrokan, kembali menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar tidak selalu terlahir dari tempat yang megah, tetapi dari kemauan keras seorang anak muda yang berani melangkah meski banyak rintangan menghadang. Di balik sikapnya yang kalem dan hobinya membuat berbagai kreasi, siapa sangka bahwa dirinya menyimpan determinasi kuat untuk bersaing di arena yang menuntut kecerdasan, ketenangan, dan strategi matang, yaitu dunia catur. Nama Agil kemudian mencuat saat ia berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Catur PORSENI MA Kabupaten (HAB Kemenag ke-79 Tahun 2025) yang diselenggarakan oleh Kemenag Jember, sebuah prestasi yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan seorang remaja yang terus melangkah meskipun berkali-kali hampir menyerah.
Perjalanan Agil menuju prestasi ini tidaklah singkat dan tidak pula selalu menyenangkan. Ia mengenal catur bukan sebagai aktivitas mewah, tetapi sebagai hobi ringan yang dulu ia mainkan sekadar untuk mengisi waktu. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda setiap kali ia duduk di depan papan catur. Ada ketenangan yang membuatnya lupa waktu, ada tantangan yang membuatnya terdorong untuk berpikir lebih dalam, dan ada kebahagiaan kecil setiap kali ia menemukan langkah terbaik setelah memikirkan banyak kemungkinan. Ketika sekolah mengumumkan bahwa PORSENI akan kembali dilaksanakan dan tersedia kompetisi catur, Agil merasakan dorongan kuat untuk ikut serta. Keinginannya itu begitu sederhana: ia hanya ingin menyalurkan kecintaannya pada catur dan mencoba hal baru. Namun di balik kesederhanaan itu, ia menyimpan motivasi terbesar yang jarang ia tunjukkan kepada orang lain, yaitu keinginannya untuk membuat ayah dan ibunya bangga.
Namun dunia catur tidak hanya berbicara tentang kemenangan dan sorotan prestasi. Agil melalui perjalanan panjang yang penuh pergumulan batin. Ia pernah berada di titik bosan yang begitu dalam hingga enggan menyentuh papan catur sama sekali. Latihan yang berulang-ulang, kekalahan yang tak terhindarkan, serta rasa jenuh yang terus menghampiri menjadi batu besar yang sering kali membuatnya ingin berhenti. Ada hari-hari ketika ia merasa tidak berkembang, ada malam-malam ketika ia berpikir bahwa semua usahanya sia-sia. Tetapi di tengah semua itu, Agil terus berusaha melawan perasaan bosan yang menyerangnya. Ia tahu bahwa tidak ada satu pun pencapaian yang lahir tanpa rasa sakit di dalam prosesnya. Kalimat motivasi yang selalu ia simpan adalah bahwa rasa bosan bukan alasan untuk berhenti, tetapi alasan untuk melangkah lebih jauh dari sebelumnya.
(Baca juga : Lulus Sarjana 3,5 Tahun dengan IPK Cum Laude, Alumni MA Unggulan Nuris ini Membanggakan)
Untuk menghadapi perlombaan, Agil menjalani persiapan yang terstruktur dan cukup intens. Sekolah memberikan pembinaan yang sangat bermanfaat, dan Agil mengikuti setiap sesi latihan dengan sungguh-sungguh. Latihan itu tidak hanya mengajarkan teknik catur, tetapi juga mengasah mental, kedisiplinan, dan kemampuan berfikir cepat. Ketika liburan tiba, Agil justru meningkatkan intensitas latihannya. Ia memanfaatkan waktu pulang sekolah, sore hari, hingga malam ketika sebagian temannya telah beristirahat. Malam hari menjadi waktu favoritnya karena suasana lebih tenang. Dalam keheningan itulah ia merasa paling fokus mempelajari pola, menghafal langkah-langkah penting, dan mengulang strategi yang diajarkan pelatihnya. Ia sering merasa kagum dengan MA Unggulan Nuris yang tidak hanya memberikan ruang, tetapi juga pendampingan yang sangat serius untuk setiap siswanya yang ingin berprestasi. Baginya, perhatian sekolah adalah bahan bakar yang membuat semangatnya tidak padam meski rasa jenuh sempat menghentikan langkahnya.
Selain mengikuti pembinaan khusus, Agil juga aktif dalam ekskul kitab dan catur. Kegiatan ini justru memperkaya proses pembelajarannya. Ia belajar menyeimbangkan intelektual, penguatan karakter, dan kemampuan strategi. Di ekskul catur, ia menemukan komunitas yang membuatnya semakin termotivasi karena berada di antara teman-teman yang memiliki passion serupa. Sementara itu, ekskul kitab membentuk sikap tenang dan kesabaran yang secara tidak langsung menjadi modal penting ketika ia bertanding di dunia catur yang menuntut konsentrasi tinggi.
Ketika hari perlombaan tiba, Agil membawa semua persiapan itu dengan penuh percaya diri. Meskipun persaingan sangat ketat dan lawan-lawannya berasal dari sekolah-sekolah terbaik di Kabupaten Jember, ia tetap tenang dan fokus pada setiap langkahnya. Ia berpikir tidak hanya untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa latihannya selama ini tidaklah sia-sia. Setiap gerakan bidak ia lakukan dengan pertimbangan matang, setiap langkah ia baca dengan analisis yang ia bangun dari latihan-latihan panjang. Hingga akhirnya, kerja kerasnya terbayar ketika namanya disebut sebagai Juara 3 cabang catur PORSENI MA tingkat Kabupaten. Pada saat itu, Agil merasakan campuran rasa bahagia, lega, dan bangga yang sulit ia ungkapkan dengan kata-kata. Ia merasa usahanya selama ini terbayar lunas. Wajah orang tuanya terbayang jelas, dan ia tahu, ia telah memberi mereka alasan untuk tersenyum lebih lebar hari itu.
Meski sudah berhasil meraih juara, Agil tidak berhenti pada pencapaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya masih ingin tampil lebih baik pada event-event berikutnya. Ia percaya bahwa prestasi yang ia dapat sekarang bukanlah puncak, tetapi baru permulaan dari perjalanan panjang yang sedang ia tempuh. Agil bercita-cita menjadi pengusaha di masa depan, namun ia yakin bahwa pengalaman berkompetisi, kedisiplinan latihan, kemampuan membaca peluang, dan keberanian mengambil keputusan yang ia pelajari dari catur akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk membangun masa depan impiannya. Dengan semangat yang terus tumbuh dan tekad yang semakin kuat, Agil menunjukkan bahwa siapa pun yang mau berusaha sungguh-sungguh, tanpa menyerah pada rasa bosan dan tanpa berhenti pada kegagalan, pasti akan menemukan jalannya menuju kesuksesan. [LA.Red]
Nama : Agil Rahmad Nur Hidayatullah
Hobi : Membuat berbagai kreasi
Cita2 : Pengusaha
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XI A)
Prestasi : Agil Rahmad Nur Hidayatullah-Juara 3 Lomba Catur “PORSENI MA Kabupaten (HAB Kemenag ke 79 2025)” tingkat Kabupaten diselenggarakan oleh Kemenag Jember
