Santai Tapi Fokus, Riris Melaju ke Top Ranking Semester Ganjil
Pesantren Nuris — Kharidah Ikhris Nafiah, siswi kelas XE MA Unggulan Nuris Jember yang akrab disapa Riris, berhasil mencuri perhatian banyak pihak setelah meraih Peringkat 2 pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. Prestasi akademik ini menjadi bukti nyata ketekunan dirinya dalam menuntut ilmu sekaligus menggambarkan karakter pribadi yang disiplin, fokus, dan memiliki keinginan kuat untuk terus berkembang. Dikenal sebagai sosok yang gemar menggambar, belajar, dan mendengarkan musik, Riris menunjukkan bahwa dirinya mampu menyeimbangkan hobi dengan tanggung jawab akademik. Ketiga hobinya yang tampak sederhana itu justru menjadi bagian dari cara Riris mengelola stres dan menata pikiran, sehingga ia bisa belajar dengan lebih nyaman dan efektif. Semua itu ia lakukan sambil tetap menggenggam cita-cita besarnya, yaitu menjadi seorang dosen, sebuah profesi yang dianggapnya mulia karena dapat membagikan ilmu kepada generasi berikutnya dan menjadi bagian dari perubahan positif di dunia pendidikan.
Prestasi akademik Riris tidak diraih secara instan. Ada proses panjang di balik keberhasilannya, proses yang diwarnai usaha tiada henti, kelelahan, dan pengorbanan yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Namun semua itu ia jalani dengan teguh berlandaskan motivasi yang selalu menguatkan dirinya, yakni prinsip bahwa jika seseorang tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka ia harus tahan dengan perihnya kebodohan. Kalimat ini bukan sekadar kutipan motivasi baginya, tetapi menjadi pedoman hidup yang ia tanamkan dalam setiap langkah. Riris percaya bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar, seseorang harus siap menghadapi rasa lelah dan tantangan. Menurutnya, proses belajar tidak bisa ditempuh dengan cara instan; ia memerlukan kerja keras, konsistensi, dan pengelolaan waktu yang baik. Karena itu, setiap kali ia mulai merasa letih, ia mengingat kembali prinsip tersebut agar semangatnya tetap terjaga.
Dalam proses belajarnya, Riris memiliki cara tersendiri yang membuatnya mampu memahami materi dengan lebih mendalam. Ia tidak hanya membaca atau menghafal, tetapi benar-benar berusaha memahami isi pembelajaran yang sedang dipelajarinya. Setiap kali mempelajari sesuatu, ia memastikan bahwa poin-poin penting dari materi tersebut benar-benar tertanam dalam ingatannya. Metode ini tidak hanya membuatnya lebih siap menghadapi ujian, tetapi juga membantu membangun fondasi pemahaman yang lebih kuat untuk materi-materi lanjutan. Riris percaya bahwa belajar bukan semata-mata untuk nilai, tetapi untuk memperluas wawasan dan menguatkan logika. Cara belajarnya yang konsisten, rapi, dan terarah menjadi salah satu alasan mengapa ia mampu bersaing dengan teman-teman sekelasnya hingga akhirnya berhasil meraih peringkat kedua yang prestisius.
(Baca juga : Lulus Sarjana 3,5 Tahun dengan IPK Cum Laude, Alumni MA Unggulan Nuris ini Membanggakan)
Riris pun mengakui bahwa keberhasilannya ini tidak datang tanpa tantangan. Ada banyak momen di mana ia harus menahan lelah, mengorbankan waktu bersantai, bahkan mengurangi intensitas hobi menggambarnya demi mengejar target belajar. Namun, meskipun terkadang merasa penat, Riris tidak pernah menyerah. Ia menanamkan keyakinan bahwa proses adalah bagian dari pembentukan karakter, dan setiap kesulitan akan berubah menjadi kekuatan ketika dihadapi dengan tekun. Ia juga belajar untuk mengatur ritme hidup agar tidak terlalu terbebani dengan tuntutan akademik, tetapi tetap mampu menjaga semangat dan kualitas belajarnya. Perpaduan antara manajemen waktu dan kesehatan mental inilah yang akhirnya membawanya pada prestasi gemilang di semester ganjil ini.
Ketika hasil peringkat diumumkan, Riris mengaku merasa sangat bersyukur. Baginya, mendapatkan peringkat yang memuaskan bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk jawaban atas kerja keras yang ia lakukan selama berbulan-bulan. Perasaan syukurnya semakin besar ketika ia menyadari bahwa prestasi ini membuktikan bahwa setiap usaha tidak ada yang sia-sia. Ia merasa bangga, tetapi tetap rendah hati, menyadari bahwa pencapaian ini hanyalah langkah awal menuju perjalanan panjang dalam dunia pendidikan. Dengan keberhasilan ini, ia berharap dapat terus menumbuhkan semangat belajar dalam dirinya sehingga ia bisa berkembang menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Riris ingin menjadi sosok yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga matang secara karakter, bertanggung jawab, dan siap meraih cita-citanya sebagai seorang dosen yang bermanfaat bagi banyak orang.
Prestasi ini juga memberikan inspirasi bagi siswa-siswa lain di MA Unggulan Nuris Jember bahwa keberhasilan bukanlah milik mereka yang berbakat semata, melainkan milik mereka yang mau berusaha tanpa henti. Riris menjadi contoh bahwa dengan perhatian penuh terhadap proses, kemauan untuk memahami, dan ketekunan dalam belajar, seseorang dapat mencapai hasil yang membanggakan. Ia membuktikan bahwa kelelahan akan tergantikan oleh kepuasan ketika seseorang gigih dalam mengejar mimpinya. Dengan semangat yang terus ia jaga, Riris siap melangkah lebih jauh dan menorehkan lebih banyak prestasi di masa depan. [LA.Red]
Nama : Kharidah Ikhris Nafiah
Hobi : Menggambar, belajar, dan mendengarkan musik
Cita2 : Dosen
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XE)
Prestasi : Peringkat 2 MA Unggulan Nuris Jember Semester Ganjil Tahun pelajaran 2024/2025
