Bu Eliyana Farida, S.Pd. Terapkan Model Pemaparan Peserta Didik dan Amazing Game di MTs Unggulan Nuris
Pesantren Nuris – Pada Selasa, 18 November 2025, MTs melaksanakan kegiatan supervisi fun learning pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang dipandu oleh Bu Eliyana Farida, S.Pd. Pembelajaran kali ini berfokus pada procedure text, yaitu teks yang berisi langkah-langkah melakukan suatu kegiatan. Kegiatan dirancang dengan model pemaparan peserta didik yang dipadukan dengan amazing game untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, seru, dan mudah dipahami oleh siswa kelas IX MTs Unggulan Nuris Jember.
Pada tahap pembuka, Bu Eliyana menjelaskan secara singkat tentang pengertian procedure text, struktur penulisan, serta fungsi kebahasaannya. Penjelasan tersebut diberikan untuk memastikan siswa memahami konsep dasar sebelum memasuki aktivitas utama. Setelah itu, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang nantinya bertugas memaparkan procedure text sesuai contoh yang mereka pilih atau dapatkan.
(Baca juga : Supervisi Fun Learning Bahasa Indonesia Kelas VII MTs Unggulan Nuris Jember)
Memasuki kegiatan inti, setiap kelompok menyajikan pemaparan terkait procedure text secara lisan di depan teman-teman mereka. Pemaparan ini bertujuan melatih kemampuan berbicara, memahami struktur teks, dan memperkuat pemahaman mereka mengenai tata bahasa Bahasa Inggris. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan amazing game, sebuah permainan edukatif yang dirancang untuk menguji kecepatan, ketelitian, serta kerja sama antaranggota kelompok dalam menyusun dan mengenali langkah-langkah procedure text.
Pengawas supervisi mencatat bahwa perpaduan antara pemaparan dan amazing game terbukti menciptakan suasana belajar yang sangat aktif dan menyenangkan. Siswa terlihat antusias dalam mengikuti setiap tahap kegiatan, baik saat menyampaikan presentasi maupun ketika berkompetisi dalam permainan. Metode ini dinilai efektif karena tidak hanya memfasilitasi pemahaman teori, tetapi juga melibatkan siswa dalam pengalaman belajar langsung.
Di akhir kegiatan, Bu Eliyana memberikan umpan balik terhadap pemaparan setiap kelompok serta refleksi singkat mengenai permainan yang telah dilakukan. Ia berharap model pembelajaran interaktif seperti ini dapat terus diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris, karena terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa, memperkuat pemahaman materi, dan menjadikan proses belajar lebih menarik bagi peserta didi. [SM.Red]
