Aisyah dari Ekstrakurikuler Fahmil Qur’an Sukses Angkat Nama MA Unggulan Nuris Lewat MHQ 10 Juz

Cerita Aisyah XI D yang Berjuang bagi Waktu tapi Tetap Sukses Rebut Juara 3 MHQ 10 Juz

Pesantren Nuris — MA Unggulan Nuris kembali membuktikan diri sebagai lembaga yang tak hanya fokus pada perkembangan akademik dan karakter, tetapi juga pada pembinaan potensi Al-Qur’an melalui berbagai ajang kompetisi bernuansa islami. Salah satu bukti nyata hadir dari sosok siswa kelas XI D bernama Siti Aisyah, atau akrab disapa Aisyah, santri asal Jatiroto, Lumajang, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara 3 Musabaqah Hifzhil Qur’an 10 Juz MANBA’AN II tingkat sekolah yang diselenggarakan langsung oleh MA Unggulan Nuris. Di balik perolehan prestasi tersebut, terdapat rangkaian kisah panjang yang tidak hanya menunjukkan kerja keras, tetapi juga kematangan mental, kedisiplinan, dan proses evaluasi diri yang sangat mendalam sehingga mengantar Aisyah mampu tampil dengan percaya diri di hadapan para dewan juri.

Aisyah, yang memiliki hobi membaca dan cita-cita menjadi seorang dosen, sejak awal bukanlah tipe siswa yang buru-buru merasa puas dengan kemampuan sendiri. Ia justru melihat ajang MHQ ini sebagai kesempatan emas untuk mengukur kembali kualitas hafalannya. Menurutnya, mengikuti lomba bukan sekadar kompetisi untuk meraih gelar, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi diri seteliti mungkin agar ia tahu sejauh mana perkembangan hafalannya dan apa saja yang perlu diperbaiki. Dorongan kuat itu ia peroleh dari orang tua, para guru, terutama ustadz dan ustadzah yang membimbingnya dengan sabar, serta teman-teman yang selalu menghadirkan suasana positif. Aisyah menyampaikan bahwa semua motivasi tersebut membuatnya sadar bahwa perjuangan menghafal Al-Qur’an bukan sesuatu yang bisa dilakukan setengah-setengah, tetapi harus ditempuh dengan sepenuh hati.

Dalam proses menuju perlombaan, Aisyah sempat mengalami kesulitan yang tidak ringan, terutama dalam hal membagi waktu antara kegiatan sekolah, tugas-tugas harian, persiapan akademik, dan aktivitas ekstrakurikuler Fahmil Qur’an yang juga ia ikuti. Namun, justru di titik-titik itulah ia diuji untuk terus bertahan. Ia menguatkan diri dengan rutinitas murojaah yang ia lakukan secara konsisten agar hafalannya tetap terjaga dan mengalir dengan baik. Setiap malam ia menyempatkan waktu untuk mengulang, memperbaiki bagian-bagian yang masih kurang lancar, dan menambah ketenangan dengan memperbanyak doa. Rutinitas tersebut menjadi teman setia yang menenangkannya hingga menjelang waktu tampil.

(Baca juga : Gema Syahdu Ashabul Muhyi, Sukses Rebut Hati Dewan Juri, Juara 2 Festival Hadrah Al Habsyi Lagi)

Saat hari perlombaan tiba, Aisyah datang bukan dengan harapan berlebihan, tetapi dengan perasaan ingin memberikan versi terbaiknya sendiri. Ia membawa keyakinan bahwa semua proses panjang yang telah ia jalani akan mengantarnya pada hasil terbaik sesuai takdir yang telah ditetapkan. Meski demikian, perasaan gugup tetap ada, namun ia berhasil mengendalikannya dengan baik. Ketika namanya diumumkan sebagai Juara 3 MHQ 10 Juz, air mukanya berubah cerah dan senyum syukur langsung muncul tanpa bisa ditahan. Ia merasa sangat senang dan bersyukur karena usahanya terbayar dan ia bisa memberikan kebanggaan tersendiri untuk orang tua, para ustadz-ustadzah, serta MA Unggulan Nuris. Pengalaman itu juga memberinya pelajaran tentang pentingnya menghargai diri sendiri, tidak membandingkan proses dengan orang lain, dan tidak berhenti berusaha meskipun terkadang harus menghadapi kesulitan.

Dalam pesan dan kesannya, Aisyah mengajak teman-teman agar tidak pernah berhenti berproses untuk menjadi orang sukses. Menurutnya, setiap langkah sekecil apa pun dalam perjalanan menuntut ilmu harus dihargai, karena semua proses itu kelak akan terhubung dengan kesuksesan di masa depan. Ia juga menyampaikan bahwa kesan terbesarnya dari perlombaan ini adalah rasa senang dan syukur yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Terlebih lagi, ajang ini memberikan motivasi baru baginya untuk terus meningkatkan hafalan dan memperbaiki kualitas bacaan.

Untuk harapannya ke depan, Aisyah berharap semoga ia bisa tampil lebih baik lagi, lebih lancar dalam hafalan, dan dapat kembali mengukir prestasi-prestasi berikutnya. Ia ingin menunjukkan bahwa seorang pelajar yang aktif membaca, bercita-cita menjadi dosen, aktif dalam ekstrakurikuler Fahmil Qur’an, dan tekun murojaah dapat melangkah jauh selama terus disiplin dan percaya pada proses.

Prestasi Aisyah bukan hanya bentuk keberhasilan pribadi, tetapi juga bukti bahwa MA Unggulan Nuris selalu berhasil menumbuhkan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa baik secara akademik maupun religius. Dukungan guru, fasilitas yang memadai, serta budaya kompetitif yang sehat membuat siswa-siswi seperti Aisyah terus mampu mengembangkan potensi hingga ke titik terbaiknya. [LA.Red]

 

Nama       : Siti Aisyah

Alamat     : Jatiroto, Lumajang

Hobi         : Membaca 

Cita2        : Dosen

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XI D)

Prestasi  : Juara 3 Musabaqah Hifzhil Qur’an 10 Juz “MANBA’AN II” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post