Alief Wildan Nurdianto, Siswa MA Unggulan Nuris Peraih 4 Piala Nalasud 2025 Tingkat Provinsi

Belajar lebih Aktif dengan Pramuka, Selayaknya Santri Sukses Khatamkan 7 Kitab Kuning

Pesantren Nuris – Santri Pramuka atau Pramuka Santri merupakan perpaduan yang paripurna dalam membentuk mental aktif dengan tetap mengedepankan adab dalam belajar dan berprestasi. Alief Wildan Nurdianto tahu betul bagaimana efektivitas belajar baik secara akademik maupun nonakademik dalam menumbuhkan mental juara tersebut.

Maka tak heran, ia memilih rajin berkegiatan Pramuka di sela padatnya belajar baik di kelas formal maupun diniyah. Baginya jika hanya fokus belajar di kelas membuatnya mudah bosan dan kurangnya wawasan eksplorasi baik secara sosial maupun ekologikal. Pramuka menjadi “jalan ninjanya” untuk memantapkan ilmu dan pengalaman belajar yang implementatif.

Keaktifan Alief, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember, dalam Pramuka ternyata bukan sekadar turut serta sebagai anak bawang. Justru ia berperan dalam memboyong 4 piala ajang Nalasud 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Jember (UNEJ) pada 09 November 2025 kemarin.

“Menjadi bagian tim Pramuka Yudhisuma MA Unggulan Nuris di ajang Nalasud kemarin sangat mengesankan dan tentunya membanggakan. Saya bersyukur bisa turut serta mulai dari persiapan, latihan tim, hingga acara selesai kami tetap tangguh dan utuh. Senangnya lagi kami sampai bawa 4 piala tingkat Provinsi.” Tukas santri asal Mangli, Jember tersebut.

(baca juga: Man Jadda wa Jada, Tak sekadar Khatam 10 Kitab Kuning, Santri MA Unggulan Nuris Juara Nalasud 2025)

Diikuti lebih dari 20 tim Pramuka se-Jawa Timur, tim Pramuka Yudhisuma MA Unggulan Nuris berhasil unjuk prestasi. Mereka berhasil meraih meraih juara 3 menaksir, juara 3 infografis, meraih juara 3 SMS (Sandi, Morse, dan Semaphore), dan juara 3 VLOG. Torehan prestasi ini turut menambah catatan prestasi lembaga MA Unggulan Nuris di semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 yang sedang berjalan.

Bagi remaja kelahiran Juni 2008 tersebut dalam belajar tidak boleh takut gagal. Ia meyakini bahwa dalam proses belajar harus berani dengan kegagalan agar tahu bagaimana cara untuk bangkit dan berhasil. Prinsip ini yang dipegangnya sehingga merasa senang menguji diri di Pramuka.

Sebagai santri, Alief setidaknya sudah berhasil mengkhatamkan 7 kitab kuning seperti Tarbiyatus Shibyan, Aqidatul Awam, Safinatun Najah, Ta’lim Muta’allim, Taqrib, Imrithy, dan Fathul Qorib. Meski demikian, ia tetap berusaha meningkatkan pengetahuan agama secara komprehensif apalagi ia kelak berkeinginan kuliah PAI di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semoga impiannya tercapai, amin.[AF.Red]

Related Post