Jadi yang Pertama Tembus Sekolah Kedinasan STIS, Bekal Pendidikan Pesantren Bikin Tangguh Belajar dan Berkarier
Pesantren Nuris – Nur Laili Miftakhul Jannah merupakan santri berprestasi dan banyak menginspirasi di kalangan Pesantren Nuris Jember. Dikenal jago matematika, sosok supel dan leader yang mumpuni, ia menjadi yang pertama menembus ketatnya seleksi sekolah kedinasan Politeknik Statistika STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistika) Jakarta Timur.
Nyantri sejak di bangku MTs Unggulan Nuris (tamat tahun 2017), kemudian lanjut di MA Unggulan Nuris, Jurusan IPA, tahun 2020, berbagai prestasi di bidang matematika telah ia persembahkan. Bahkan sejak duduk di kelas XI MA Unggulan Nuris, ia pun telah diamanahi sebagai salah satu pengurus di asrama Daltim Pesantren Nuris Jember.
Kecintaannya pada ilmu angka-angka tersebut, membuatnya terbesit untuk melanjutkan studi sarjana di kampus kedinasasan STIS. Apalagi kampus tersebut memberikan jaminan kuliah tanpa biaya hingga kepastian berkarier sebagai aparatur sipil negara atau ASN secara otomatis sesuai ketentuan. Doa dan dukungan orang tua juga ia kantongi, MA Unggulan Nuris memfasilitasi bimbingan intensif agar para siswanya sukses meraih impian.
Pucuk dicita ulam pun tiba, melalui berbagai proses cukup panjang dengan berbagai tahapan seleksi, Laili, sapaan akrabnya, mampu menembus kampus impiannya. Dengan motivasi berlipat, ia menjalani hari-hari perkuliahan jurusan diploma 3 (D-3) Statistika Politeknis Statistika STIS dengan penuh semangat.
(baca juga: Sukses Tembus Ketatnya Seleksi TNI AD, Alumni MA Unggulan Nuris ini Seorang Hafiz 30 Juz Membanggakan)
“Pengalaman jadi pengurus di pondok mengajarkan saya bagaimana caranya bekerja secara kelompok. Pengalaman itu terpakai juga sampai sekarang di tempat kerja. Meski sempat mengalamai culture shock saat berhadapan dengan banyak orang yang beragam suku, tetapi saya cukup merasa keren karena Jakarta berbeda sekali dengan Jember tempat saya mondok dan Papua, tanah kelahiran saya.” Tukas Laili.
Pengalaman belajar di Jakarta juga banyak memberikan pelajaran yang berharga baginya bukan sekadar kemampuan akademik saja, tetapi juga sekaligus dengan kemampuan emosional dan sosial. Di satu sisi Jakarta merupakan kota metropolitan dengan banyak kemudahan akses, tetapi di sisi lain juga masih banyak ketimpangan soal tata letak rumah dan kota.
Tepat 3 tahun usai mempertanggungjawabkan tugas akhir D-3-nya di hadapan para dosen penguji, akhirnya gelar ahli madya statistika (A.Md.Stat.) mampu ia genggam. Gadis kelahiran November 2002 ini pun langsung menempati posisi karier yang mentereng sebagai ASN di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
“Alhamdulillah penempatan karier sesuai daerah asal, jadi saya tetap bisa berkumpul bersama keluarga saya di sini. Semoga saya selalu bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat. Kunci sukses semuanya ini adalah restu kedua orang tua. Saya meyakini doa dan restu mereka menjadi penentu kemudahan yang telah Allah berikan.” Tutupnya.[AF.Red]
Nama : Nur Laili Miftakhul Jannah, A.Md.Stat.
Alamat : Nabire, Papua Tengah
Lembaga : MA Unggulan Nuris, jurusan IPA, tahun 2020
Kuliah : STIS, Diploma 3 Prodi Statistika
Karier : ASN BPS Nabire, Papua Tengah
