Andil Santri MA Unggulan Nuris Asal Bali di Pramuka Yudhisuma Taklukkan Ajang Nalasud 2025 di Universitas Jember

Motivasi Dasa Dharma Pramuka Bikin Giat Belajar dan Semangat Beprestasi

Pesantren Nuris – MA Unggulan Nuris patut berbangga dan mengapresiasi atas torehan prestasi gemilang yang diraih oleh tim Pramuka Yudhisuma dalam gelaran ajang Nalasud 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur pada 09 November 2025 kemarin. Di antara 4 piala yang telah diraih, M. Ilham Rosyadi menjadi salah satu anggota yang turut andil meraihnya.

Santri kelahiran Denpasar tahun 2009 ini turut serta memberikan segala potensi terbaik bersama tim Pramuka Yudhisuma MA Unggulan Nuris pada gelaran kompetisi Pramuka yang diselenggarakan oleh Universitas Jember (UNEJ) tersebut. Mereka pun berhasil meraih 4 piala yakni, juara 3 menaksir, juara 3 infografis, meraih juara 3 SMS (Sandi, Morse, dan Semaphore), dan juara 3 VLOG. Torehan prestasi ini turut menambah catatan prestasi lembaga MA Unggulan Nuris di semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 yang sedang berjalan.

“Saya bersyukur dan bangga menjadi bagian tim Pramuka MA Unggulan Nuris yang hebat-hebat ini. Apa yang telah kami persiapkan di ekskul Pramuka sebelum lomba membuahkan hasil yang maksimal. Kami tidak hanya memeriahkan, tetapi juga berprestasi.” Ungkap Ilham, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember.

(baca juga: Kreativitas Tingkat Tinggi Bikin Santri Cerdas MA Unggulan Nuris Juara 1 Dai Nasional di UNESA)

Bagi santri yang duduk di kelas XI B MA Unggulan Nuris tersebut mengikuti Pramuka karena banyak pelajaran dan pengalaman yang didapatkan. Kandungan Dasa Dharma menjadi janji yang harus ditepati oleh seorang pandu bukan hanya sebagai sebuah seremonial, tetapi juga kebaktian sosial.

Ilham kelak berkeinginan kuliah di Universitas Negeri Surabaya usai tamat dari MA Unggulan Nuris. Ia optimis dengan fokus belajar dan mengembangkan kompetensi di Pramuka akan menjadi sebuah proses menggapai impian. Di pesantren, ia juga telah mengkhatamkan setidaknya 5 kitab seperti, Tarbiyatus Shibyan, Aqidatul Awam, Imrithy, Safinatun Najah, dan Fathul Qorib.

“Sebelum ikut Pramuka yang terbilang pemalu, tetapi alhamdulillah setelah aktif di Pramuka saya lebih terlatih dan belajar public speaking. Saya lebih punya banyak teman tak hanya di pesantren, tetapi juga di luar pesantren. Ini semakin membuat saya lebih percaya diri. Semoga ke depannya semakin baik.” Tutupnya.[AF.Red]

 

 

Related Post