Pramuka sebagai Wadah Asah Mental Tangguh, Berani Tatap Masa depan, dan Disiplin
Pesantren Nuris – Nazrul Isnani Afrizal merupakan sosok santri yang rendah hati. Mesk demikian, siapa sangka jika ia memilki segudang prestasi gemilang dengan semangat belajar membara. Yang terbaru, ia turut andil dalam tim Pramuka Yudhisuma MA Unggulan Nuris saat memborong 4 piala NALASUD 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Jember pada 09 November 2025 kemarin.
Santri cerdas asal Jenggawah, Jember ini menjadi bagian tim Pramuka Yudhisuma MA Unggulan Nuris untuk membawa pulang piala di antaranya, meraih juara 3 menaksir, juara 3 infografis, meraih juara 3 SMS (Sandi, Morse, dan Semaphore), dan juara 3 VLOG. Torehan prestasi ini turut menambah catatan prestasi lembaga MA Unggulan Nuris di semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 yang sedang berjalan.
“Alhamdulillah menjadi suatu kebanggaan bagi saya menjadi salah satu anggota yang turut membantu teman-teman untuk menang pada ajang NALASUD ini. Tentu ini menjadi pengalaman yang sangat menakjubkan apalagi saat ikut lomba ini saya banyak mengenal teman-teman baru dari berbagai sekolah yang turut serta.” Ungkap Nazrul, sapaan akrabnya.
(baca juga: Kado Hari Santri, Fathur Banggakan MA Unggulan Nuris Juara 3 Taqdimul Qisshah Nasional Pekan Arabi 2025 di Malang)
Banyak pengalaman yang mengesankan yang didapatkan oleh Nazrul selama mengikuti kegiatan Pramuka. Baginya, di tengah fokus belajar akademis, Pramuka menjadi suatu jeda yang mampu memberikan pengalaman berbeda, terutama tumbuhnya mental tangguh, berani menatap masa depan, hingga laihan disiplin.
Benar saja, santri kelahiran Desember 2008 mampu memaksimalkan berbagai kesempatan berkreasi seperti memenangi olimpiade bahasa Indonesia bahkan olimpiade IPA sebagai pemenang pertama dan ketiga. Tak hanya itu, ia juga berhasil memgkhatamkan 10 kitab kuning seperti, Taqrib, Tarbiyatus Shibyan, Bidayatul Hidayah, Ta’lim Muta’aalim, Imrithy, Tarbiyatus Shibyan, Aqidatul Awam, Sullam at Taufiq, Safinatun Najah, Muhtashir Jiddan, hingga Kailani.
Meski dengan berbagai torehan membanggakan ini, setamat dari MA Unggulan Nuris Nazrul masih belum menentukan pilihan kuliah atau berkarier lain. Ia sekarang memilih fokus menuntaskan pendidikan di MA Unggulan Nuris dengan sebaik-baiknya dan berharap mearih ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan.[AF.Red]
