Hidup Jangan Sederhana Kata Ninis: Bukti Bahwa Ilmu Kitab Bisa Bawa ke Prestasi MHN Imrity MA Unggulan Nuris

Perjalanan Ninis yang Nggak Expect Juara MHN Imrity Tapi Tetap Nyantol

Pesantren Nuris — Ajang MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN) tingkat sekolah kembali digelar di MA Unggulan Nuris Jember dan, seperti tahun-tahun sebelumnya, ajang ini selalu berhasil melahirkan kisah-kisah menarik dari para peserta yang datang dengan latar belakang, motivasi, dan kesiapan yang berbeda-beda. Tahun ini, salah satu kisah paling unik datang dari seorang siswi kelas XII Agama 3 bernama Zur’atun Nisa, atau akrab dipanggil Ninis, yang berhasil meraih Juara 2 MHN Imrity meskipun menjalani perlombaan dalam keadaan yang menurutnya sangat tidak biasa bahkan bisa dibilang penuh kejutan.

Ninis berasal dari Pontang, Ambulu, sebuah daerah yang dikenal dengan masyarakatnya yang gigih dan tangguh. Di sekolah, ia dikenal sebagai sosok yang punya mental mondok yang kuat, minat tinggi terhadap ilmu agama, dan impian masa depan yang sangat spesifik: ia ingin menjadi mutawwifah, seorang pembimbing jamaah haji dan umrah, sekaligus tour leader ibadah yang dapat menemani perjalanan spiritual banyak orang. Impian itu bukan hanya sekadar keinginan, tetapi sudah menjadi arah hidup yang ia bentuk dengan penuh kesadaran. Karena itulah ia merasa penting untuk terus meningkatkan kemampuan membaca kitab, memperdalam ilmu-ilmu dasar agama, sekaligus mengasah akhlak dan mentalnya.

Motivasi yang ia pegang dalam hidup juga terbilang unik dan cukup dalam. Menurutnya, hidup itu tidak boleh sederhana dalam artian pasrah tanpa upaya. Ia sering mengatakan bahwa seseorang harus mondok, harus pintar membaca kitab, harus berakhlak baik, dan harus rendah hati. Baginya, kesederhanaan adalah sifat yang muncul ketika seseorang sudah memiliki segalanya, bukan ketika sedang berjuang mencapainya. Prinsip ini menggambarkan caranya memandang proses: bahwa tahap-tahap sulit yang ia lalui saat ini adalah bagian penting untuk membangun kualitas diri sebelum kelak ia menuntun orang dalam perjalanan ibadah.

(Baca juga : Umai Siswa MA Unggulan Nuris Ini Kukuhkan Diri sebagai Juara MQK Fathul Qarib)

Namun, cerita yang membuat prestasi Ninis tahun ini begitu menarik adalah bagaimana ia mengikuti lomba MHN Imrity dengan situasi yang sangat di luar dugaan. Biasanya, peserta MHN berlatih berminggu-minggu sebelumnya, mengulang hafalan, memperkuat ritme nazham, dan menjaga stamina suara. Tetapi perlombaan kali ini justru memperlihatkan sisi yang berbeda: ada miskomunikasi dengan panitia yang membuat Ninis baru diberi tahu bahwa dirinya lolos final pada H-1 menjelang lomba. Artinya, ia sama sekali tidak melakukan persiapan seperti peserta lain. Ia bahkan mengatakan bahwa kali ini benar-benar berbeda dari pengalaman lombanya sebelumnya.

Rasa terkejut itu bercampur antara bingung, kaget, dan sedikit panik. Ia tidak punya waktu untuk memantapkan hafalan, tidak sempat mengulang nazham dengan terstruktur, dan tidak terpikir sama sekali bahwa ia harus tampil sebaik mungkin keesokan harinya. Kondisi itu membuatnya masuk ke perlombaan tanpa ekspektasi apa pun. Ia bahkan tidak berharap bisa mengulang prestasinya sebelumnya, apalagi sampai membawa pulang juara. Ia mengikuti perlombaan dengan keadaan pasrah namun tetap berusaha menampilkan yang terbaik dengan apa adanya.

Ketika hari perlombaan tiba, Ninis berusaha menenangkan diri meskipun situasinya tidak ideal. Ia melangkah ke ruang perlombaan membawa tekad yang sederhana: tampil semampunya dan menjalani proses tanpa terlalu memikirkan hasil akhir. Dengan segala keterbatasan itu, ia membaca nazham dengan alur yang ia hafal dan ritme yang ia coba stabilkan. Meskipun tidak ada persiapan matang, kemampuannya yang terbangun dari latihan bertahun-tahun di pesantren dan sekolah tetap memberikan kekuatan tersendiri dalam penampilannya.

Dan di sinilah kejutan besarnya muncul. Saat pengumuman pemenang, nama Zur’atun Nisa disebut sebagai Juara 2 MHN Imrity tingkat sekolah. Reaksi pertamanya adalah rasa tidak percaya. Ia bahkan sempat bertanya pada diri sendiri bagaimana mungkin ia bisa mendapat juara dalam kondisi yang serba mendadak. Namun setelah rasa kaget itu mereda, ia merasakan syukur yang sangat besar karena ternyata Allah memberikan hasil yang jauh di luar perkiraannya. Prestasi itu menjadi bukti bahwa ilmu yang selama ini ia pelajari dengan kesungguhan ternyata tetap melekat dan membantunya meski tanpa persiapan intens.

Perasaan senang dan bersyukur itu terus ia bawa pulang. Menurutnya, meskipun terkadang seseorang merasa tidak siap, usaha yang telah dijalani sebelumnya tetap dapat memberikan hasil. Ia menyadari bahwa pengalaman ini adalah pelajaran penting bahwa proses belajar yang konsisten jauh lebih berharga daripada persiapan mendadak yang dilakukan karena perlombaan. Bahkan ketika ia tidak merasa siap, ternyata hasil yang baik tetap bisa ia raih.

Dalam harapannya, Ninis menyampaikan keinginan agar teman-temannya bisa lebih termotivasi untuk mengikuti lomba, baik lomba internal maupun eksternal. Ia berharap para siswa Nuris tidak hanya berani mencoba, tetapi juga berani untuk terus mengasah kemampuan mereka. Menurutnya, setiap perlombaan membawa pelajaran, pengalaman, dan keberanian baru bagi siswa yang mengikutinya.

Prestasi Ninis pada akhirnya tidak hanya menjadi sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi untuk seluruh siswa MA Unggulan Nuris Jember. Kisah bagaimana ia mengikuti perlombaan dengan kondisi yang sangat minim persiapan namun tetap mampu meraih juara menunjukkan bahwa selama seseorang telah menanamkan ilmu, kesungguhan, dan keikhlasan dalam proses belajarnya, maka hasil baik bisa datang pada waktu yang tidak disangka. Perjalanan Ninis adalah bukti bahwa semangat mondok, tekad memperbaiki diri, dan keteguhan hati dapat membawa seseorang melampaui batas ekspektasi dirinya sendiri. [LA.Red]

 

Nama      : Zur’atun Nisa

Kelas       : XII Agama 3 

Cita2       : Menjadi mutawwifah, seorang pembimbing jamaah haji dan umrah, sekaligus tour leader ibadah

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember

Prestasi   : Juara 2 MHN Imrity “MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN)” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post