Si Pemalu yang Jenius Ini Berhasil Sabet Medali Perunggu di Tingkat Provinsi!
Pesantren Nuris – Siapa bilang anak yang pendiam tidak bisa mengguncang panggung prestasi? Bagi Azzamy Syauqi G., atau yang akrab disapa Uqi, ketenangan menjadi kunci untuk menaklukkan rumitnya soal-soal sains. Siswa MI Unggulan Nuris Jember ini kembali membuktikan bahwa ketekunan dalam belajar akan selalu membuahkan hasil yang manis.
Uqi berhasil meraih Medali Perunggu di Olimpiade IPA Level 3 dalam ajang bergengsi bernama “OMNAS 14” Tingkat Provinsi. Kompetisi yang mempertemukan para pelajar hebat dari berbagai daerah ini diselenggarakan oleh Emerald Education Center pada tanggal 14 Desember 2024 lalu. Saat kompetisi ini berlangsung, Uqi tercatat sebagai siswa kelas 6A, dan prestasi ini menjadi kado perpisahan yang indah sebelum ia melangkah ke jenjang MTs/SMP.
Kabar prestasi ini tentu menjadi angin segar yang menyejukkan hati keluarga besar madrasah. Di tengah persaingan yang ketat melawan peserta lain, Uqi mampu membuktikan kualitasnya. Meski kini ia telah lulus dan duduk di bangku kelas 1 MTs/SMP, jejak prestasinya di MI Unggulan Nuris Jember tetap bersinar terang dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para guru yang pernah mendidiknya.
(Baca juga : Lagi dan Lagi! Galih Siswa MI Unggulan Nuris Jember Kembali Harumkan Nama Madrasah!)
Sosok Uqi memang memiliki tempat istimewa di hati para asatidz. Hal ini diakui langsung oleh Ustadz Hamid, wali kelasnya dulu saat Uqi duduk di kelas 5A. Beliau menjadi saksi bagaimana proses belajar Uqi yang luar baisa. Menurut Ustadz Hamid, Uqi adalah perpaduan antara kecerdasan intelektual dan kepatuhan yang tinggi.
“Anaknya itu masyaAllah, pinter dan sangat nurut sekali ke gurunya. Tidak banyak tingkah, tapi otaknya jalan terus. Uqi ini tipe anak yang sebenernya cepat sekali paham kalau diajari materi baru. Daya tangkapnya terhadap pelajaran, khususnya sains, memang di atas rata-rata,” ungkap Ustadz Hamid mengenang anak didiknya tersebut.
Namun, di balik otaknya yang cemerlang, Uqi memiliki sifat dasar yang cukup unik, yakni pemalu. Ustadz Hamid menuturkan bahwa sifat pemalu ini terkadang membuat Uqi sungkan untuk bertanya di tengah keramaian kelas. Namun, justru di situlah letak keistimewaan adabnya dalam menuntut ilmu.
“Dia itu memang pemalu, kadang malu untuk menanyakan seputar pembelajaran di depan teman-temannya yang ramai. Baisanya dia lebih suka tanya langsung secara privat mendekat ke meja guru ketika pembelajaran sudah selesai. Hal ini karena sifat pemalunya itu, tapi menurut saya itu justru menunjukkan kesungguhannya yang mendalam,” tambah Ustadz Hamid.
Teruntuk Uqi, terima kasih banyak ya, Nak! Terima kasih sudah menjadi anak hebat yang mau berjuang dan berlelah-lelah belajar demi mengharumkan nama madrasah kita tercinta. Kami tahu, medali ini didapat bukan dengan cara instan, tapi lewat ketekunan dan keberanianmu melawan rasa ragu. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Ayah dan Bunda Uqi di rumah, yang selalu setia mendampingi, mendoakan, dan memotivasi setiap langkah putranya.
Selamat sekali lagi untuk Azzamy Syauqi! Perjalananmu di jenjang yang baru masih panjang dan bentangan masa depan cerah sudah menantimu. Kami semua mendoakan semoga Uqi selalu menjadi anak yang sholeh, berbaik kepada orang tua, dan ilmunya bisa bermanfaat bagi orang banya. Teruslah rendah hati dan berprestasi, Nak! Barakallah. [FE.Red]
Nama : Azzamy Syauqi G.
Kelas : 6-A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Medali Perunggu Olimpiade IPA Level 3
Tingkat : Provinsi
Ajang : OMNAS 14
Tanggal : 14 Desember 2024
