Langkah Awal Fahmi di Dunia MTQ Menggema Lewat MANBA’AN II MA Unggulan Nuris

Juara 3 MTQ MANBA’AN II Bukti Fahmi Tidak Takut Tantangan

Pesantren Nuris — Ahmad Sihabudin Fahmi, siswa kelas XA MA Unggulan Nuris Jember, kembali menjadi sorotan berkat pencapaiannya yang membanggakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an MANBA’AN II tingkat sekolah. Dalam kompetisi yang digelar oleh MA Unggulan Nuris tersebut, Fahmi berhasil meraih Juara 3 dan prestasi ini menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi perjalanan dirinya dalam dunia tilawah. Prestasi ini tidak sekadar hasil dari kemampuan vokal yang ia miliki, tetapi juga bentuk nyata dari keberanian untuk mencoba dan mengasah bakat melalui kesempatan yang datang.

Fahmi, yang akrab disapa dengan nama panggilan tersebut oleh teman-teman sekelas maupun sahabat dekatnya, dikenal sebagai sosok yang gemar menyanyi. Hobi ini sudah melekat sejak lama dan menjadi bagian dari dirinya. Suara merdu yang dimilikinya menjadi salah satu keunggulan yang sering membuat teman-temannya kagum. Meski begitu, ia tidak berhenti pada sekadar menyanyi lagu-lagu biasa. Ia justru ingin mengarahkan bakat tersebut ke jalan yang lebih bermanfaat, lebih berbobot, dan lebih bernilai secara spiritual. Dengan cita-citanya yang ingin menjadi seorang guru, ia memaknai hobi menyanyi sebagai bekal untuk melatih rasa percaya diri, ketepatan vokal, serta kesabaran dalam berlatih.

Keinginannya untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an tidak muncul dari dorongan eksternal semata, tetapi dari niat pribadi untuk menambah pengalaman sekaligus melatih bakat lewat event yang ia anggap sangat berharga. Mengikuti MTQ bukan sekadar tampil membaca Al Qur’an, melainkan memerlukan kesiapan mental, ketenangan hati, dan pemahaman yang tepat tentang tajwid, tarannum, serta etika membaca. Fahmi menyadari bahwa setiap perlombaan adalah kesempatan untuk mengukur sejauh mana seseorang berkembang dan sejauh mana seseorang berani melangkah keluar dari zona nyaman. Karena alasan itulah ia memutuskan untuk mengambil langkah berani dan mendaftar sebagai peserta.

(Baca juga : Lulus Sarjana 3,5 Tahun dengan IPK Cum Laude, Alumni MA Unggulan Nuris ini Membanggakan)

Namun perjalanan mengikuti lomba tidak selalu berjalan mulus. Fahmi berhadapan dengan kesulitan yang cukup klasik tetapi berdampak besar, yakni melawan rasa malas. Dalam proses latihan atau persiapan mental, rasa malas sering muncul di waktu yang tidak tepat. Kadang muncul saat seharusnya ia mencoba melatih ulang tarikan napas, terkadang muncul ketika seharusnya ia berusaha mengulang teknik pelafalan. Meski begitu, ia terus mencoba mengingat tujuan awalnya. Baginya, malas adalah musuh terbesar yang sering kali datang diam-diam, tetapi harus dilawan bila ingin menjadi pribadi yang maju. Ia tahu betul bahwa tanpa keberanian menaklukkan rasa malas, potensi yang ia miliki hanya akan berhenti sebagai potensi yang tidak tersentuh usaha.

Menariknya, Fahmi mengaku tidak memiliki persiapan khusus sebelum lomba. Ia hanya mengandalkan kemampuan yang selama ini ia rawat melalui kebiasaan membaca Al Qur’an, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tilawah, serta aktivitas-aktivitas positif lainnya. Meski tanpa persiapan formal, ia tetap memberanikan diri mengikuti perlombaan. Keputusan ini menunjukkan bahwa ia percaya pada proses yang sudah ia jalani selama ini, sekaligus percaya pada kemampuan diri sendiri yang telah ditempa melalui aktivitas sehari-hari.

Fahmi memiliki motivasi yang sangat kuat dalam menerima tantangan ini. Ia percaya bahwa semangat diri sendiri menjadi faktor penting yang menentukan seberapa jauh seseorang melangkah. Dalam pemahamannya, perjalanan setiap manusia masih panjang, dan ada banyak rintangan yang akan dihadapi ke depan. Ia meyakini bahwa seseorang tidak boleh tumbang hanya karena perkataan orang lain. Baginya, komentar orang lain tidak seharusnya menjadi penghalang, melainkan dijadikan bahan bakar untuk melangkah lebih jauh. Ia memaknai perjalanan hidup seperti proses membaca Al Qur’an yang membutuhkan ketekunan, keteguhan hati, dan fokus pada diri sendiri.

Prestasi Juara 3 yang diraihnya membawa banyak pesan berharga untuk dirinya sendiri dan juga teman-teman yang lain. Fahmi berpesan agar tidak meninggalkan shalat, tidak lupa untuk berdoa, serta selalu berusaha semampu mungkin dalam mencapai tujuan hidup. Ia percaya bahwa shalat, doa, dan usaha adalah tiga hal yang selalu berkaitan erat, dan ketiganya harus berjalan seiring agar seseorang mendapatkan hasil yang terbaik. Tanpa shalat hati tidak tenang, tanpa doa jalan terasa berat, dan tanpa usaha mimpi tidak mungkin terwujud.

Kesan yang ia rasakan setelah memenangkan lomba ini penuh dengan haru dan rasa syukur. Ia sangat terharu karena dapat tampil dan memberikan hasil terbaik meskipun ia sendiri merasa tidak melakukan persiapan khusus. Ia merasa senang karena pencapaian ini memberinya keyakinan bahwa usaha yang kecil tetapi dilakukan dengan niat yang tulus tetap memberikan hasil. Kemenangan tersebut juga memberikan dorongan besar bagi dirinya untuk terus berkembang dan memperbaiki kemampuan di bidang tilawah.

Selain aktif sebagai peserta MTQ, Fahmi juga mengikuti berbagai ekstrakurikuler yang menunjukkan minatnya dalam memperluas wawasan. Ia tercatat sebagai anggota ekstrakurikuler kitab kuning, tilawah, paskibra, dan hadrah. Keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ia adalah pelajar yang aktif dan tidak takut mencoba berbagai hal yang dapat mengasah kemampuan diri. Dari kitab kuning ia belajar ilmu-ilmu dasar agama, dari tilawah ia memperkuat teknik membaca Al Qur’an, dari paskibra ia belajar kedisiplinan, dan dari hadrah ia melatih musikalitas serta kekompakan.

Fahmi memiliki harapan besar setelah meraih prestasi ini. Ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam karakter, kemampuan, maupun ibadah. Ia berharap perjalanan ini menjadi awal dari langkah-langkah berikutnya yang lebih besar dan lebih membanggakan. Sebagai seseorang yang bercita-cita menjadi guru, ia tahu bahwa proses pembentukan diri tidak boleh berhenti di satu pencapaian. [LA.Red]

 

Nama       : Ahmad Sihabudin Fahmi

Hobi         : Menyanyi

Cita2        : Guru

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (X A)

Prestasi   : Juara 3 Musabaqah Tilawatil Qur’an “MANBA’AN II” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post