MA Unggulan Nuris: Aisyah Tampil Epic di MANBA’AN II, Raih Juara 2 Fahmil Qur’an meski Persiapan Bikin Pikiran Split

Aisyah Berhasil Tembus Podium 2 Fahmil Qur’an dan Bikin Bangga Satu Kelas

Pesantren Nuris — Gelaran MANBA’AN II yang diadakan oleh MA Unggulan Nuris kembali menjadi salah satu ajang bergengsi yang ditunggu banyak siswa setiap tahunnya, terutama bagi mereka yang memiliki minat dalam dunia Musabaqah Fahmil Qur’an. Suasana kompetisi yang dikenal menantang, memacu adrenalin, dan membutuhkan kecepatan berpikir ini selalu menghadirkan cerita tersendiri bagi para peserta yang berani mengambil langkah untuk tampil. Tahun ini, salah satu nama yang ikut meramaikan panggung Fahmil Qur’an sekaligus mencuri perhatian adalah Siti Aisyah, atau yang akrab disapa Aisyah, siswi kelas XI D MA Unggulan Nuris Jember. Dalam perlombaan tersebut, ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Musabaqah Fahmil Qur’an tingkat sekolah, sebuah pencapaian yang tidak datang dengan mudah, tetapi lahir dari proses yang panjang, penuh latihan, dan dibalut ketekunan.

Aisyah berasal dari Jatiroto, Lumajang, sebuah daerah yang jauh dari keramaian kota namun sangat dekat dengan semangat belajar yang tumbuh dalam dirinya sejak kecil. Kecintaannya pada membaca membuatnya menjadi pribadi yang haus pengetahuan, selalu ingin tahu, dan gemar menggali hal-hal baru. Dari kegemaran membaca itu pula, tumbuh mimpi dalam dirinya untuk menjadi seorang dosen di masa depan. Ia ingin mengajar, membagikan ilmu, dan menjadi bagian dari orang-orang yang ikut berperan dalam mencerdaskan generasi berikutnya. Karena itu, ketika berbicara tentang lomba, ia tidak pernah memandangnya hanya sebagai kompetisi semata, melainkan juga sebagai media untuk belajar dan mengasah kemampuan.

Keikutsertaan Aisyah dalam Musabaqah Fahmil Qur’an sebenarnya berangkat dari niat untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai lomba ke depannya. Baginya, mengikuti lomba-lomba semacam ini bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi sebagai latihan mental, sarana meningkatkan kemampuan, serta pengingat bahwa proses belajar tidak boleh berhenti. Ia ingin melatih diri agar lebih terampil menjawab soal, cepat berpikir, dan mampu bekerja sama dalam tim. Selain itu, dorongan dari keluarga, guru-guru, dan para kakak Fahmil Qur’an menjadi motivasi besar baginya. Namun yang paling berpengaruh adalah dukungan dari Ustadzah Hilya, sosok yang dikenalnya sebagai pembimbing yang selalu penuh semangat dan tidak lelah memberi arahan.

(Baca juga : Tak sekadar Sarjana, Alumni MA Unggulan Nuris juga Sukses Lanjutkan Rintisan Bisnis Daging Sapi)

Meskipun motivasi begitu besar, bukan berarti perjalanan Aisyah menuju panggung lomba berjalan mulus. Salah satu kesulitan terbesar yang ia hadapi adalah membagi waktu antara kegiatan sekolah, belajar materi pelajaran, hafalan soal Fahmil Qur’an, dan kebutuhan istirahat. Sebagai siswi kelas XI, jadwal belajar yang padat membuatnya harus pintar-pintar menyusun prioritas. Kadang, ia harus begadang menghafal soal Fahmil, dan di lain waktu ia harus mencuri kesempatan di sela-sela kegiatan kelas. Kesulitan membagi waktu ini sempat membuatnya hampir kewalahan, tetapi ia menyadari bahwa setiap pencapaian membutuhkan pengorbanan.

Untuk menghadapi lomba, persiapan yang dilakukan Aisyah lebih banyak difokuskan pada menghafal soal-soal Fahmil Qur’an, terutama bagian-bagian yang dinilai paling sering muncul atau memiliki pola tertentu yang penting dikuasai. Ia melakukan murojaah berulang-ulang agar hafalan semakin kuat dan cepat dipanggil ketika sedang berada dalam situasi lomba yang penuh tekanan waktu. Dengan karakter perlombaan yang menuntut kecepatan, ia berusaha membentuk refleks yang tajam dalam memahami soal. Tidak hanya itu, ia juga memperbaiki mental agar lebih siap menghadapi kemungkinan ketegangan ketika tampil di depan dewan juri dan peserta lainnya.

Ketika hari lomba tiba, suasana MANBA’AN II terasa sangat hidup. Para peserta dari berbagai kelas datang dengan semangat dan persiapan yang luar biasa. Dentingan bel jawaban, suara riuh dari penonton, dan ketegangan yang menggantung di ruangan membuat suasana semakin intens. Namun Aisyah memilih untuk tetap fokus pada tujuan utamanya: memberikan yang terbaik. Ia menempatkan diri sebagai seorang pembelajar yang siap menerima apapun hasilnya. Pada sesi lomba, ia menunjukkan kemampuannya dengan menjawab soal dengan konsisten dan tetap tenang meski tekanan waktu sangat terasa. Upayanya itu membawa ia dan timnya melaju jauh dalam kompetisi hingga akhirnya ditetapkan sebagai Juara 2.

Ketika namanya diumumkan sebagai pemenang, Aisyah mengaku merasakan kebahagiaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Rasanya campur antara senang, bersyukur, lega, dan bangga karena usahanya tidak sia-sia meski harus melewati proses panjang dan penuh tantangan. Pengalaman mengikuti lomba ini memberinya banyak pelajaran baru mulai dari manajemen waktu, kemampuan berpikir cepat, hingga kepercayaan diri untuk tampil di depan banyak orang. Ia juga merasa senang karena dapat membawa nama baik ekstrakurikuler Fahmil Qur’an yang selama ini menjadi wadah baginya untuk berkembang.

Dalam pesan dan kesannya, ia menegaskan pentingnya menghargai setiap usaha dan tidak pernah takut untuk mencoba hal-hal baru. Baginya, mencoba itu lebih baik daripada hanya diam dan tidak melakukan apa-apa. Karena tanpa mencoba, seseorang tidak akan tahu sejauh mana kemampuan dirinya. Ia berharap ke depannya dapat terus mengembangkan prestasi yang sudah diraih dan semakin percaya diri untuk melangkah pada kompetisi-kompetisi berikutnya.

Sebagai penutup, Aisyah menyampaikan harapan sederhana namun penuh tekad: agar prestasi yang ia peroleh kali ini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh lagi, serta menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya agar tidak ragu mengikuti lomba dan menunjukkan kemampuan terbaik. Dengan perasaan senang dan penuh syukur, ia menatap masa depan dengan keyakinan bahwa usaha yang tulus selalu berbuah kebaikan. [LA.Red]

 

Nama      : Siti Aisyah

Alamat    : Jatiroto, Lumajang

Hobi         : Membaca 

Cita2        : Dosen

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XI D)

Prestasi   : Juara 2 Musabaqah Fahmil Qur’an “MANBA’AN II” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post