Meitha Siswi MA Unggulan Nuris Raih Juara 1 MHQ 1 Juz MANBA’AN II

Meitha dan Perjalanannya Menghafal Al-Qur’an hingga Menjadi Juara

Pesantren Nuris — Meitha Rizky Wulandari, siswi kelas XII A MA Unggulan Nuris Jember yang akrab dipanggil Meitha, menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 1 Juz MANBA’AN II tingkat sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris. Dengan membawa capaian sebagai Juara 1, Meitha berhasil menunjukkan bahwa proses panjang menghafal Al-Qur’an yang ia jalani selama ini bukan hanya menjadi rutinitas personal, tetapi juga sebuah kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kompetisi resmi. Meski dikenal sebagai seseorang yang gemar bernyanyi, bersenandung, atau bersuara-suara meskipun ia sendiri mengaku tidak terlalu bagus dalam hal itu, Meitha justru menemukan ritme belajarnya dalam lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang setiap hari ia baca dan ulang.

Perjalanan menghafal baginya bukan sesuatu yang dimulai dari ambisi besar, melainkan dari keinginan sederhana untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia ingin membangun kedekatan dengan Al-Qur’an serta memperbaiki sikap dan kebiasaan melalui interaksi rutin dengan ayat-ayatnya. Dari proses itu, ia kemudian menemukan hal yang membuatnya semakin tertarik: membaca Al-Qur’an tanpa melihat mushaf ternyata memiliki tantangan yang menyenangkan. Seru, begitu ia menggambarkannya, karena setiap ayat yang dihafal menuntut perhatian penuh, sementara kesalahannya justru menjadi pemicu untuk semakin rajin melakukan murojaah. Murojaah itulah yang perlahan menjadi kebiasaan utama Meitha hingga membentuk hafalan yang lebih kuat.

Keinginannya untuk menjadi CEO yang sekaligus hafizah 30 juz menjadi cita-cita besar yang selalu ia bawa dalam hati. Baginya, menghafal Al-Qur’an bukan hanya ibadah, tetapi juga bagian dari karakter masa depan yang ia bangun. Memiliki cita-cita besar tidak membuatnya terburu-buru, justru mendorongnya untuk melangkah sedikit demi sedikit dengan ritme yang ia pahami. Ia menyadari bahwa proses menghafal adalah perjalanan panjang yang butuh kesabaran, konsistensi, dan komitmen, sehingga ia memulai dari satu juz sebagai pijakan awal untuk menuju target tiga puluh juz di masa mendatang.

(Baca juga : Melangkah dengan Rasa Ingin Tahu: Nada Siswi MA Unggulan Nuris Raih Juara 3 Fahmil Qur’an MANBA’AN II)

Persiapan menuju MHQ MANBA’AN II dilakukan Meitha dengan cara yang sangat sederhana namun intens, yaitu memperbanyak murojaah. Ia mengulang hafalan setiap pagi sebelum memulai kegiatan sekolah, serta mengambil sebagian waktu kosong di sela-sela pembelajaran untuk memperkuat ayat-ayat yang sudah pernah ia pelajari. Rutinitas itu mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang, tetapi bagi Meitha justru menjadi bentuk kesungguhan yang paling bermakna. Ia tidak menambah hafalan baru secara berlebihan menjelang lomba karena fokus utamanya adalah ketepatan, kelancaran, dan kestabilan hafalan agar saat tampil tidak merasa terburu-buru ataupun ragu.

Saat perlombaan berlangsung, Meitha mencoba menenangkan diri dengan mengingat bahwa lomba ini bukan semata-mata tentang menjadi juara, tetapi tentang mengukur sejauh mana konsistensi yang ia bangun selama ini. Tekanan tetap ada, terutama ketika ia harus menghadapi pertanyaan acak dari dewan juri terkait lanjutan ayat di titik tertentu, namun ia berusaha menjawab dengan tenang berdasarkan hafalan yang sudah tertata dalam ingatannya. Berkat persiapan yang matang dan kemampuan mengatur ritme bacaan, penampilan Meitha berjalan lancar hingga akhir sesi. Para juri memberikan penilaian positif terhadap ketepatan ayat, keluwesan bacaan, dan kestabilan hafalannya.

Ketika pengumuman hasil lomba disampaikan, Meitha merasa sangat senang karena hasil yang ia dapatkan sesuai dengan harapan sekaligus menjadi kejutan menyenangkan bagi dirinya. Lebih dari sekadar kemenangan, ia merasa pencapaian ini adalah bukti bahwa murojaah yang rutin dan kemauan untuk menjadi pribadi yang lebih baik telah memberi dampak besar bagi perkembangan dirinya. Ia juga melihat kemenangan ini sebagai langkah awal menuju impian lebih besar, terutama harapannya untuk dapat melanjutkan hafalan hingga khatam 30 juz setelah lulus dari MA Unggulan Nuris. Keinginan itu ia bawa sebagai motivasi jangka panjang agar tetap dekat dengan Al-Qur’an sekaligus mempertahankan semangat belajar yang selama ini ia pelihara.

Prestasi Meitha pada ajang MHQ MANBA’AN II tahun ini menjadi penanda bahwa tekad, rutinitas sederhana, dan niat baik dapat membentuk hasil yang membanggakan. Dengan pencapaian tersebut, ia tidak hanya menyelesaikan proses perlombaan dengan baik, tetapi juga membuka jalan baru untuk terus mengembangkan hafalan dan karakter sebagai pelajar yang berkomitmen pada Al-Qur’an dan masa depan yang ia cita-citakan. [LA.Red]

 

Nama       : Meitha Rizky Wulandari

Hobi         : bernyanyi, bersenandung

Cita2        : CEO yang sekaligus hafizah 30 juz

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XII A)

Prestasi  : Juara 1 Musabaqah Hifzhil Qur’an 1 Juz “MANBA’AN II” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post