Melangkah dengan Rasa Ingin Tahu: Nada Siswi MA Unggulan Nuris Raih Juara 3 Fahmil Qur’an MANBA’AN II

Seru, Mengasah Otak, dan Berbuah Juara

Pesantren Nuris — Marroatus Qotrun Nada, siswi kelas X E MA Unggulan Nuris Jember yang akrab disapa Nada, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai Juara 3 dalam ajang Musabaqah Fahmil Qur’an pada gelaran MANBA’AN II tingkat sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris. Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya, tetapi juga menjadi langkah awal yang memperkenalkan dirinya kepada dunia kompetisi berbasis pengetahuan Al-Qur’an. Nada ikut serta dalam lomba ini bukan sekadar ingin bertanding, melainkan karena keinginan kuat untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan yang berkaitan dengan bidang yang ia sukai.

Sebagai seorang siswi yang gemar menulis dan bercita-cita menjadi psikolog, Nada memiliki karakter yang cukup reflektif dan senang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan sosial maupun spiritual. Minatnya dalam dunia tulis-menulis membentuk cara pandangnya yang lebih terarah dalam melihat berbagai persoalan, sementara cita-citanya sebagai psikolog mendorongnya untuk memahami lebih banyak hal, termasuk nilai dan ajaran dalam Al-Qur’an. Itulah yang membuatnya tertarik bergabung dalam ekstrakurikuler Fahmil Qur’an dan Olimpiade Bahasa Arab, dua kegiatan yang sangat mendukung kemampuan analitis serta ketelitiannya dalam memahami teks dan informasi.

Keikutsertaannya dalam lomba Musabaqah Fahmil Qur’an dipicu oleh keinginannya untuk memperkaya pengalaman belajar melalui kompetisi. Nada ingin mencoba sesuatu yang baru dan keluar dari zona nyaman, sebab ia percaya bahwa bertambahnya wawasan tidak hanya datang dari buku atau kelas, tetapi juga melalui interaksi, perlombaan, dan tantangan-tantangan nyata yang mengasah mental serta kecepatan berpikir. Baginya, mengikuti perlombaan seperti ini merupakan kesempatan untuk menguji diri sejauh mana kemampuannya dalam memahami hafalan, menjawab soal cepat, serta bekerja sama dalam situasi kompetitif.

(Baca juga : Peraih Medali Perak Olimpiade IPS dan Khatam 9 Kitab, Siswa MA Unggulan Nuris Kini Boyong 4 Piala Nasud UNEJ)

Motivasi yang ia pegang cukup sederhana namun menjadi pendorong kuat dalam setiap langkahnya, yaitu teruslah berusaha menjadi lebih baik. Kalimat yang ringkas ini ia jadikan prinsip dalam belajar maupun menghadapi kompetisi. Nada menyadari bahwa peningkatan diri tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi hadir dari proses kecil yang dilakukan dengan konsisten. Dengan prinsip itu, ia mengikuti persiapan lomba dengan keyakinan bahwa selama ia terus berusaha, hasil yang baik akan datang seiring dengan ketekunan.

Persiapan lomba dilakukan Nada melalui kegiatan murojaah hafalan Kamil. Meskipun dalam lomba Fahmil Qur’an peserta tidak hanya dituntut hafalan, tetapi juga ketepatan menjawab, kecerdasan membaca konteks pertanyaan, serta kecepatan respon, hafalan yang kuat tetap menjadi fondasi penting bagi peserta. Nada mengulang hafalannya setiap hari dengan alur yang teratur agar tetap stabil ketika tiba saatnya bertanding. Uniknya, Nada mengaku tidak terlalu mengalami kesulitan berarti selama persiapan maupun selama mengikuti lomba. Ia merasa bahwa prosesnya berjalan cukup lancar karena didukung oleh rutinitas ekstrakurikuler yang sudah membiasakan dirinya menghadapi materi-materi Fahmil Qur’an.

Saat pelaksanaan perlombaan, Nada merasakan suasana yang penuh semangat karena kompetisi ini melibatkan berbagai tim yang memiliki kemampuan dan gaya bermain yang beragam. Ia menggambarkan suasana lomba sebagai sesuatu yang sangat seru, menantang, dan mengasah otak karena peserta harus cepat berpikir, teliti, dan bisa memahami pertanyaan dalam waktu singkat. Kondisi itu membuat adrenalin meningkat, namun sekaligus memunculkan antusiasme tinggi yang membuat seluruh proses lomba terasa menyenangkan.

Dalam pesan dan kesannya setelah lomba, Nada menyampaikan pesan agar para siswa terus berusaha untuk menjadi anak yang membanggakan. Menurutnya, jika belum bisa menjadi yang terbaik, setidaknya jangan mengecewakan diri sendiri dan orang-orang yang mendukung. Ia menilai bahwa setiap perlombaan, termasuk Fahmil Qur’an, selalu memberikan pengalaman berharga yang bisa membentuk karakter dan kecerdasan peserta. Nada juga merasakan bahwa pengalaman tersebut memberikan kepuasan tersendiri karena ia bisa belajar banyak hal baru di luar kelas sekaligus melatih kemampuan berpikir cepat.

Nada menaruh harapan besar untuk perjalanan kompetitifnya di masa mendatang. Ia berharap dapat terus mengikuti lomba sampai ke tingkat luar sekolah serta membawa nama baik orang tua dan sekolah. Ia percaya bahwa kesempatan untuk mengikuti lomba yang lebih luas akan memberikan ruang lebih besar untuk berkembang dan menambah pengalaman. Harapan tersebut sejalan dengan ambisinya untuk terus meningkatkan wawasan dan mempertajam kemampuan yang ia miliki melalui kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada ilmu pengetahuan serta penguatan nilai-nilai keislaman.

Perasaan senang, bahagia, dan sangat antusias menjadi ungkapan Nada setelah berhasil meraih Juara 3 dalam perlombaan ini. Meskipun belum menduduki posisi pertama, ia merasa prestasi ini sudah sangat berarti dan menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus melangkah lebih jauh. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba, dikombinasikan dengan usaha dan keinginan belajar yang kuat, dapat menghasilkan capaian yang membanggakan. Nada kini membawa pulang pengalaman baru, rasa percaya diri yang lebih besar, serta dorongan untuk terus mengembangkan potensi dalam bidang keilmuan Al-Qur’an. [LA.Red]

 

Nama       : Marroatus Qotrun Nada

Hobi         : Menulis

Cita2        : Psikolog

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (X E)

Prestasi   : Juara 3 Musabaqah Fahmil Qur’an “MANBA’AN II” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post