Konsistensi Hafalan Imrithi Antar Siswa Kelas X Ini Menjadi Juara 1 MHN
Pesantren Nuris — Moch Rafa Alfayyaz, siswa kelas X A MA Unggulan Nuris Jember yang akrab dipanggil Rafa atau Al, kembali menghadirkan kebanggaan bagi sekolah melalui prestasinya sebagai Juara 1 dalam cabang Musabaqah Hifdzun Nazham (MHN) Imrithi pada ajang MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN) tingkat sekolah. Kemenangan ini bukan hanya menjadi bukti kemampuannya dalam menghafal nazham kitab Imrithi, tetapi juga menunjukkan konsistensinya dalam menjaga hafalan sekaligus mempersiapkan diri untuk perlombaan eksternal yang sedang ia ikuti. Bagi Rafa, mengikuti lomba ini tidak sekadar mengejar juara, melainkan menjadi momen untuk melakukan murojaah dan memastikan hafalannya tetap kuat, terlebih ketika ia juga sedang berproses pada kompetisi di luar sekolah.
Dalam kesehariannya, Rafa dikenal sebagai siswa yang aktif dan produktif. Di tengah kegemarannya dalam editing video dan bersepeda, ia mampu menjaga minatnya pada bidang ilmu keagamaan melalui berbagai ekstrakurikuler seperti kitab kuning, Fahmil Qur’an, kir keagamaan, jurnalistik, dan PMR. Keaktifan tersebut membuatnya terbiasa membagi waktu antara kegiatan akademik, keterampilan kreatif, serta rutinitas hafalan. Meski sudah memiliki banyak kesibukan, ia tetap melihat hafalan Imrithi sebagai bagian penting dari pembentukan kemampuan dasar dalam memahami struktur bahasa Arab dan tradisi keilmuan pesantren.
Motivasi Rafa untuk mengikuti perlombaan ini berasal dari prinsip sederhana yang selalu ia pegang, yaitu berusaha sebaik mungkin karena menurutnya usaha tidak akan mengkhianati hasil. Prinsip tersebut ia terapkan dalam seluruh proses latihan, mulai dari murojaah pada bagian-bagian yang sudah lama ia hafal hingga mengulang bagian tertentu berkali-kali agar tidak hilang dan tetap melekat kuat. Ia mengakui bahwa kesulitan terbesar yang ia rasakan adalah mengulang hafalan lama yang sempat ditinggalkan karena padatnya kegiatan, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk mengembalikan ritme hafalannya seperti semula.
(Baca juga : Kuliah dengan Beasiswa, Usai Sarjana Alumni MA Unggulan Nuris Gapai Impian Jadi Tenaga Pendidikan)
Proses persiapan menjelang lomba ia lakukan dengan metode yang disiplin. Rafa membagi waktu hafalan menjadi tiga sesi setiap hari: pagi, sore, dan malam. Ritme tersebut ia jalani dengan giat untuk memastikan hafalannya selalu segar dan tidak mudah terlupakan. Latihan intensitas tinggi ini ia lakukan bukan hanya karena ingin tampil maksimal di lomba internal, tetapi juga sebagai bentuk latihan untuk lomba eksternal yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. Dengan manajemen waktu yang baik, ia berhasil menjaga keduanya tanpa harus mengorbankan kegiatan lain yang juga ia jalani.
Ketika hari perlombaan tiba, Rafa merasa cukup siap karena seluruh rutinitas murojaah yang ia lakukan selama beberapa hari sebelumnya membangun rasa percaya diri. Meskipun tetap ada ketegangan dan kekhawatiran kecil sebelum tampil, ia mampu mengatasi hal itu dengan mengingat persiapan matang yang sudah ia lakukan. Pada saat tampil, ia berusaha mengatur intonasi bacaan, kelancaran hafalan, serta ketepatan nazham agar tidak terpatah atau terlewat. Dari seluruh proses penilaian, juri memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran bacaannya, akurasi hafalan, serta kestabilan ritme yang ia jaga selama penampilan berlangsung.
Kemenangan Rafa sebagai Juara 1 MHN Imrithi menjadi pencapaian yang sangat ia syukuri. Ia merasa sangat bahagia karena hasil tersebut merupakan jerih payah dari proses panjang yang ia jalani, bukan sesuatu yang didapatkan secara instan. Dalam kesannya, ia mengungkapkan rasa puas dan syukur karena performanya dapat berjalan sesuai harapan. Sementara itu, pesannya untuk teman-teman lain adalah agar selalu semangat dan tetap berusaha karena apa pun hasil yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras yang dilakukan. Baginya, menang atau kalah bukan ukuran utama, tetapi bagaimana proses yang dilalui mampu membentuk karakter dan semangat belajar.
Rafa juga memiliki harapan terhadap penyelenggaraan lomba internal di MA Unggulan Nuris. Ia berharap agar kompetisi semacam ini bisa menjadi lebih meriah pada tahun-tahun berikutnya dan dapat menghadirkan hadiah yang lebih menarik sehingga semakin banyak siswa yang termotivasi untuk ikut serta. Menurutnya, kompetisi internal bukan hanya ajang untuk mencari juara, tetapi juga sarana untuk mendorong minat belajar, memperkuat keilmuan, dan membangun budaya ilmiah di lingkungan sekolah.
Prestasi Rafa tahun ini menjadi bukti bahwa kedisiplinan, manajemen waktu yang baik, dan motivasi yang kuat mampu membawa seseorang mencapai hasil yang membanggakan, bahkan di tengah aktivitas yang padat sekalipun. Dengan kemenangan ini, Rafa tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menegaskan bahwa konsistensi dalam belajar adalah kunci utama dalam menaklukkan berbagai tantangan akademik dan lomba di masa mendatang. [LA.Red]
Nama : Moch Rafa Alfayyaz
Hobi : Editing Video dan Bersepeda
Cita2 : Dosen, Pengusaha
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (X A)
Prestasi : Juara 1 MHN Imrity “MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN)” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris
