Peserta NEC Rasakan Jadi Anggota Marching Band SMK Nuris
Pesantren Nuris – Dentuman bass drum berpadu dengan tiupan terompet yang menggema di halaman SMK Nuris Jember, Rabu sore, 24 Desember 2025 menjadi semangat para peserta Nuris Excellent Camp (NEC). Di bawah langit sore Pesantren Nuris Jember, puluhan santri NEC tampak antusias mengikuti latihan ekstrakurikuler marching band, salah satu kegiatan unggulan yang diperkenalkan pada hari kedua pelaksanaan NEC ini.
Pada hari kedua ini, halaman SMK Nuris menjadi pusat kegiatan marching band. Peserta NEC dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diperkenalkan pada berbagai alat musik yang biasa digunakan dalam marching band, seperti terompet, bass drum, snare drum, simbal, serta perlengkapan visual seperti bendera dan properti pendukung lainnya. Kegiatan ini dipandu oleh pelatih dan anggota marching band SMK Nuris yang telah berpengalaman.
Latihan dimulai dengan pengenalan alat musik dan fungsi masing-masing instrumen. Peserta kemudian diarahkan untuk mencoba memainkan alat sesuai arahan pelatih. Meskipun sebagian besar peserta baru pertama kali mengikuti kegiatan marching band, mereka tampak cepat beradaptasi dan menikmati setiap proses latihan yang berlangsung.
(Baca juga : Peserta Nuris Excellent Camp Produksi 100 Donat Fla Buah, Asah Jiwa Wirausaha di SMK Nuris)
Selain memainkan alat musik, peserta juga dilatih menjaga kekompakan, ritme, dan koordinasi gerak. Pelatih menekankan pentingnya kerja sama tim dan kedisiplinan agar permainan musik dapat terdengar harmonis. Secara perlahan, alunan musik mulai terdengar selaras, diiringi gerakan bendera yang menambah daya tarik latihan sore itu.
Kegiatan marching band ini menjadi salah satu bentuk pengembangan karakter yang ditawarkan SMK Nuris Jember. Melalui ekstrakurikuler ini, siswa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kemampuan bekerja dalam tim. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan pesantren.
Salah satu peserta NEC, M. Ashlah Dian Wibisana, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut. “Ini pengalaman pertama saya ikut marching band. Awalnya agak bingung, tapi lama-lama seru dan menyenangkan. Latihannya kompak dan membuat saya lebih percaya diri,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler marching band dalam rangkaian NEC, peserta tidak hanya dikenalkan pada aspek akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga pada pengembangan bakat seni dan karakter. Melalui pengalaman langsung ini, Pesantren Nuris Jember berharap peserta mendapatkan gambaran utuh tentang kehidupan dan kegiatan di SMK Nuris, sekaligus terinspirasi untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren. (MFAF.Red)
