Sempat Mengira Gagal Karena Soal Sulit, Siswa MI Unggulan Nuris Jember Ini Justru Bikin Kejutan dengan Meraih Juara 2!

Hisyam Ramaditya Sukses Sabet Juara di Ajang ARSENIC 2025!

Pesantren Nuris – Kompetisi sains seringkali penuh dengan kejutan tak terduga. Kadang kita merasa bisa, tapi hasilnya biasa saja. Sebaliknya, kadang merasa kesulitan, tapi justru hasilnya memuaskan. Hal inilah yang baru saja dialami oleh Hisyam Ramaditya, siswa kelas 6A MI Unggulan Nuris Jember. Ia berhasil membuktikan bahwa rezeki tidak akan tertukar selama kita sudah berusaha maksimal.

Pada ajang bergengsi “ARSENIC 2025” Tingkat Kabupaten yang digelar oleh SMP IIBS Ar Rahman Jember, tanggal 7 Desember 2025 lalu, Hisyam sukses membawa pulang piala Juara 2 Olimpiade IPA. Sebuah pencapaian yang membanggakan, apalagi mengingat kompetisi ini diikuti oleh banyak siswa berbakat dari berbagai sekolah.

Namun, siapa sangka di balik senyum kemenangannya, ada momen yang sempat membuat orang tuanya deg-degan. Cerita bermula tepat setelah Hisyam keluar dari ruangan babak final. Dengan wajah yang mungkin sedikit tegang, Hisyam curhat kepada ibundanya kalau soal-soal di babak penentuan itu sangat sulit.

(Baca juga : Wujudkan Tata Kelola Madrasah Unggul, PKKM 2025 di MI Unggulan Nuris Jember Berlangsung Khidmat dan Antusias)

“Awalnya kami sebagai orang tua sangat terkejut ketika tahu hasilnya. Soalnya, setelah final selesai, Mas Hisyam sempat bilang kalau soalnya sulit. Bahkan, dia mengaku ada beberapa soal yang tidak bisa dia jawab,” ungkap Ibunda Hisyam mengenang momen tersebut.

Mendengar pengakuan polos sang anak, orang tua Hisyam pun sempat merasa pesimis. Mereka sudah menyiapkan hati jika seandainya Hisyam belum beruntung kali ini. Namun, takdir berkata lain. Saat pengumuman dibacakan, rasa pesimis itu langsung berubah menjadi rasa syukur yang luar biasa. Ternyata, Hisyam berhasil mengamankan posisi kedua.

Tentu saja, keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Ada resep rahasia di balik ketangguhan Hisyam menjawab soal-soal IPA. Menurut sang Ibunda, kuncinya ada pada ketelatenan mengulang pelajaran. Hisyam punya kebiasaan bagus saat di rumah, yaitu mengerjakan ulang soal-soal yang pernah dibahas di sekolah.

“Namanya anak-anak, faktor lupa itu sering sekali terjadi saat lomba. Jadi, siasat kami untuk mengatasi lupa ya dengan cara mengulang. Mas Hisyam membaca dan mengerjakan kembali soal-soal lama dari sekolah agar ingatannya makin kuat,” jelas sang Ibu membeberkan strategi belajar putranya.

Kemenangan ini terasa makin spesial karena Hisyam kini sudah duduk di kelas 6. Biasanya, siswa kelas akhir sudah mulai mengurangi aktivitas lomba karena fokus ujian, tapi Hisyam justru masih konsisten berprestasi. “Kami ikut bahagia dan bangga, karena di kelas 6 ini Mas Hisyam masih bisa konsisten untuk berprestasi,” tambah ibundanya.

Hisyam sendiri merasa sangat lega setelah ketegangan di ruang ujian terbayar lunas. Dengan wajah sumringah, ia menyampaikan rasa syukurnya. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan juara 2 sains pada kompetisi Arsenic 2025 ini,” ucap Hisyam singkat.

Kini, setelah piala di tangan, orang tua Hisyam memberikan arahan baru. Mengingat masa studi di MI tinggal sebentar lagi, sang Ibu berharap Hisyam mulai mengalihkan fokusnya untuk ujian kelulusan. “Harapan saya untuk Mas Hisyam di kelas 6 ini supaya bisa fokus dulu ke TKA kelulusan,” tutur beliau.

Meski begitu, bukan berarti langkah Hisyam di dunia olimpiade harus berhenti. Sang Ibu tetap menyimpan harapan besar untuk masa depan putranya di jenjang berikutnya. “Semoga nanti saat SMP, jika Mas Hisyam masih berminat, ia mau terus berlomba dan mengasah kemampuannya lebih banyak lagi. Jangan hanya berhenti sampai jenjang MI saja,” tutupnya penuh harap.

Kisah perjuangan Hisyam ini semoga menjadi lentera inspirasi bagi adik-adik kelasnya di MI Unggulan Nuris Jember. Bahwa rasa ragu saat menghadapi soal sulit itu manusiawi, namun menyerah bukanlah pilihan. Mari jadikan ketekunan Mas Hisyam sebagai contoh nyata, bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Jangan pernah takut untuk berkompetisi dan menantang diri sendiri, karena di balik ketakutan itu, seringkali tersimpan potensi prestasi yang sedang menunggu untuk kalian jemput.

Teruntuk Hisyam, terima kasih yang tulus kami ucapkan karena telah menutup tahun-tahun terakhirmu di madrasah dengan tinta emas yang begitu membanggakan. Terima kasih telah membawa harum nama almamater kita tercinta. Doa terbaik kami akan selalu menyertaimu, Nak. Barakallah. [FE.Red]

 

Nama      : Hisyam Ramaditya 

Kelas       : 6A

Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember

Prestasi   : Juara 2 Olimpiade IPA

Tingkat    : Kabupaten

Ajang       : ARSENIC 2025

Tanggal    : 07 Desember 2025

Related Post