Uji Mental, Kumpulkan Pengalaman, Akhirnya Juara: Akbar MA Unggulan Nuris Tampil Gemilang di Lomba Tartil

Akbar Sukses Meraih Juara 2 pada Ajang MANBA’AN II

Pesantren Nuris — Moch Akbar Maulana, siswa kelas X A MA Unggulan Nuris Jember yang akrab dipanggil Akbar, kembali menorehkan prestasi melalui raihan Juara 2 dalam ajang Musabaqah Tartil Qur’an MANBA’AN II tingkat sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris. Prestasi ini menjadi capaian penting dalam perjalanan akademik dan spiritualnya, terutama karena Akbar mengikuti lomba bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk pengembangan diri guna menguji mental, meningkatkan keberanian tampil di hadapan banyak orang, serta memperoleh pengalaman baru yang dapat memperkaya proses belajarnya. Keinginannya untuk bertanding tidak hanya berlandaskan pada rasa ingin tahu, tetapi juga pada tekad untuk menilai sejauh mana kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memperbaiki kualitas bacaannya.

Sebagai siswa yang memiliki cita-cita menjadi pengusaha sukses di masa depan, Akbar memahami pentingnya melatih mental sejak dini. Baginya, dunia usaha menuntut keberanian, kemampuan menghadapi tekanan, pengambilan keputusan yang matang, dan kesanggupan menghadapi berbagai situasi tak terduga. Melalui ajang lomba tartil, ia menilai bahwa dirinya dapat belajar menatap audiens, menjaga fokus, mengatur ritme suara, sekaligus berlatih untuk tetap tenang ketika berada dalam situasi kompetitif. Ia melihat bahwa pengalaman semacam ini dapat menjadi bekal karakter yang tidak dapat dipelajari hanya dari teori semata, tetapi harus melalui praktik langsung.

Motivasi Akbar tidak terlepas dari prinsip yang ia yakini bahwa setiap kesuksesan selalu membutuhkan pengorbanan. Ia menyadari bahwa kemampuan membaca tartil Al-Qur’an dengan baik tidak muncul dengan sendirinya, melainkan melalui proses belajar irama, penguatan tajwid, dan pembiasaan membaca yang benar. Tekad itulah yang mendorongnya menjalani persiapan secara konsisten. Dalam beberapa minggu sebelum perlombaan, Akbar melatih irama tartil yang ia pilih agar tidak keluar dari ketentuan. Ia juga memperdalam pemahaman tajwid yang menjadi bagian utama dari penilaian lomba tartil. Setiap kesempatan ia gunakan untuk murojaah, baik di rumah maupun saat berada di sekolah, agar bacaannya semakin stabil dan tidak mudah terburu-buru ketika tampil di hadapan dewan juri.

(Baca juga : Melangkah dengan Rasa Ingin Tahu: Nada Siswi MA Unggulan Nuris Raih Juara 3 Fahmil Qur’an MANBA’AN II)

Kegiatan Akbar tidak hanya berputar pada kelas dan persiapan lomba. Ia juga mengikuti beberapa ekstrakurikuler yang mendukung minatnya di bidang keagamaan seperti hadrah dan tartil. Aktivitas tersebut membuatnya semakin dekat dengan Al-Qur’an dan seni membaca yang benar. Kedua ekskul tersebut membentuk keterampilan vokal, ketenangan, dan kepekaan irama, sehingga secara tidak langsung menjadi bekal tambahan yang membantu persiapannya menjelang perlombaan. Melalui kegiatan ini pula ia belajar bagaimana bekerja dalam kelompok, menjaga kekompakan, serta meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri dengan ritme dan tempo suara yang berbeda.

Saat hari perlombaan tiba, Akbar berusaha menjaga ketenangan. Meskipun menyadari bahwa tampil di depan banyak orang bukan hal yang mudah, ia tetap berupaya mengendalikan diri dengan mengingat semua latihan yang telah ia lakukan. Ketika tiba gilirannya, ia berusaha menampilkan bacaan dengan tartil yang sesuai kaidah tajwid, mengatur nafas, dan menjaga konsistensi nada agar tidak goyah. Walau ada sedikit ketegangan di beberapa detik awal, ia perlahan menemukan ritme yang stabil dan mampu menyelesaikan penampilannya tanpa kesalahan fatal. Para juri memberikan penilaian berdasarkan ketepatan tajwid, kelancaran bacaan, dan penguasaan irama, dan dari seluruh penampilan itu Akbar berhasil menempatkan dirinya sebagai Juara 2.

Setelah pengumuman hasil, Akbar mengaku merasa sangat senang dan bersyukur. Baginya, pencapaian ini bukan hanya soal memperoleh juara, tetapi juga tentang proses berani tampil dan mengukur sejauh mana perkembangan dirinya. Dalam kesannya, ia menyebut bahwa mengikuti lomba internal semacam ini merupakan peluang berharga yang semoga dapat ia lanjutkan ke tingkat eksternal pada masa mendatang. Ia berharap agar penyelenggaraan lomba di tahun-tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah, mampu menarik lebih banyak peserta, dan memiliki suasana yang semakin kompetitif namun tetap sehat sehingga dapat membangun semangat belajar Al-Qur’an di antara para siswa.

Pesan yang ia sampaikan kepada teman-temannya sederhana namun bermakna. Ia mengajak agar semua siswa terus bersemangat membaca Al-Qur’an, pantang menyerah, serta menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebiasaan hingga akhir hayat. Ia menekankan bahwa menghafal, memperbaiki bacaan, maupun mempelajari tajwid bukan sekadar untuk lomba, melainkan sebagai bekal spiritual yang akan menyertai seseorang sampai kapan pun. Dengan terus mempertahankan kebiasaan membaca Al-Qur’an, Akbar meyakini bahwa seseorang akan mendapatkan ketenangan, bimbingan, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.

Prestasi yang diraih Akbar dalam ajang Musabaqah Tartil Qur’an ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba, niat yang baik, dan latihan yang konsisten dapat menghadirkan hasil yang membanggakan. Ia telah menunjukkan bahwa siswa kelas X pun mampu berbicara banyak di podium kompetisi jika memiliki kemauan untuk berlatih dan memperbaiki diri. Dengan tekad dan semangat yang ia miliki, tidak menutup kemungkinan bahwa Akbar akan menambah daftar prestasinya di masa depan, baik dalam lomba internal maupun eksternal. [LA.Red]

 

Nama       : Moch Akbar Maulana

Hobi         : Membaca Al-Qur’an

Cita2        : Pengusaha Sukses

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (X A)

Prestasi   : Juara 2 Musabaqah Tartil Qur’an “MANBA’AN II” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris

Related Post