Kiprah Akademik Umai di MQK: Belajar Tekun, Hasil Membanggakan
Pesantren Nuris — Umairotul Mahmudah, siswi kelas XII A MA Unggulan Nuris Jember yang akrab disapa Umai, kembali menunjukkan potensi akademiknya melalui capaian gemilang dengan meraih Juara 1 dalam cabang MQK Fathul Qarib pada ajang MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN) tingkat sekolah. Prestasi ini menjadi salah satu bukti dari perjalanan belajar yang ia jalani secara konsisten, terutama dalam mendalami kitab kuning yang menjadi bagian penting dari tradisi keilmuan di lingkungan pesantren dan madrasah. Dalam kesehariannya, Umai dikenal sebagai siswi yang tekun, santai dalam bersikap, namun serius ketika sudah berkaitan dengan kegiatan belajar, terutama pelajaran yang berkaitan dengan fiqih dan pemahaman kitab.
Sejak awal, kecenderungan Umai terhadap kitab kuning sudah terlihat, baik dari caranya mengikuti pembelajaran di kelas maupun kebiasaannya menanyakan hal-hal yang belum ia pahami kepada guru. Keinginannya untuk lebih memperdalam kitab kuning menjadi salah satu motivasi terbesar bagi dirinya untuk mengikuti ajang MQK. Ia menganggap perlombaan bukan sekadar ruang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menguji sejauh mana pemahaman yang telah ia bangun selama ini serta bagaimana kemampuannya ketika diuji dalam situasi yang lebih formal dan terstruktur. Bagi Umai, keterlibatan dalam MQK bukan hanya tentang membaca dan memahami teks, namun juga melatih ketelitian, pemikiran analitis, dan kepekaan terhadap detail-detail hukum dalam teks keagamaan yang menjadi fokus utama kitab Fathul Qarib.
Dalam proses persiapan, Umai menjalaninya dengan pola yang cukup sederhana namun konsisten. Ia memulai dengan membaca ulang bab-bab yang pernah dipelajari, kemudian memperluas pemahaman melalui diskusi ringan bersama teman sekelas dan beberapa bimbingan dari guru. Belajar baginya tidak harus berlangsung dalam waktu panjang, tetapi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh setiap kali ia memulainya. Selain belajar, ia menambahkan rutinitas berdoa setiap selesai membaca agar hatinya lebih tenang dan ilmunya lebih mudah dipahami. Penguatan mental melalui doa menjadi bagian yang tidak pernah ia tinggalkan karena ia percaya bahwa usaha tanpa disertai keyakinan hanya akan terasa berat dan tidak membuahkan hasil maksimal.
(Baca juga : Tak sekadar Jago Kaligrafi, Siswa MA Unggulan Nuris Juga Boyong 4 Piala Nalasud 2025 Tingkat Provinsi di UNEJ)
Sebelum lomba dilaksanakan, Umai sempat merasakan sedikit kekhawatiran karena bentuk penilaian MQK cukup menantang; peserta tidak hanya diminta membaca teks kitab, namun juga dituntut memahami struktur kalimat, makna hukum, serta konteks dari pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri. Namun, kekhawatiran itu perlahan mereda setelah ia menyadari bahwa apa yang ia pelajari selama ini sudah cukup memberi dasar pemahaman yang kuat. Kesadaran tersebut membuatnya lebih tenang dan fokus pada proses saat perlombaan berlangsung. Dengan pembawaan yang stabil dan jawaban yang terarah, Umai berhasil menampilkan performa terbaiknya hingga akhirnya menempati posisi teratas sebagai Juara 1.
Ketika pengumuman hasil lomba disampaikan, Umai merasa sangat bahagia sekaligus bangga. Ia tidak menyangka bahwa usahanya akan membawanya sampai pada tahap ini, meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin sejak awal. Perasaan bahagia itu semakin lengkap karena ia merasa telah membuktikan bahwa belajar sungguh-sungguh dan disiplin tetap menjadi kunci keberhasilan, terlepas dari tantangan apa pun yang dihadapi. Ia juga merasakan rasa bangga yang wajar karena prestasi ini menjadi salah satu pencapaian terbesarnya selama berada di MA Unggulan Nuris Jember.
Ke depan, Umai memiliki harapan sederhana namun penuh makna, yaitu ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, terutama dalam hal keilmuan. Ia berharap pemahaman kitab kuning yang ia pelajari tidak berhenti pada ajang perlombaan saja, tetapi terus berkembang sehingga dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan. Cita-citanya menjadi dosen membuatnya semakin ingin memperdalam ilmu agama dan mengembangkan cara berpikir yang lebih luas. Ia juga berharap pengalaman mengikuti MQK ini dapat menjadi motivasi tambahan untuk terus belajar dan membangun karakter akademik yang lebih matang.
Prestasi Umai di bidang MQK tahun ini menjadi salah satu bentuk kombinasi antara minat, ketekunan, dan kedisiplinan yang berjalan seimbang. Dengan capaian tersebut, ia menunjukkan bahwa proses belajar yang konsisten dan niat untuk memperdalam ilmu akan selalu membuahkan hasil yang membanggakan. [LA.Red]
Nama : Umairotul Mahmudah
Hobi : Menggambar
Cita2 : Dosen
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XII A)
Prestasi : Juara 1 MQK Fathul Qarib “MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN)” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris
