Santri Berprestasi, Kini Mengajar di Almamater MA Unggulan Nuris
Pesantren Nuris – Sebuah impian yang tercapai, setelah pergulatan khidmah di pesantren, mengajar di almamater MA Unggulan Nuris, seraya menjalani studi sarjana di Ma’had Aly Nurul Islam (Nuris) Jember, akhirnya Qonitatul Alufah berhasil menyandang gelar sarjana filsafat dengan bangga.
Ketuntasan perkuliahan dan gelar sarjana ia dapatkan usai mempertanggungjawabkan risalah berjudul “Studi Kritis terhadap Pemikiran Muhammad bin Jamil Zainu tentang Tawassul dalam Kitab Kaifa Nafhamu Al-Tawassul” di hadapan dosen penguji pada 25 November 2025 lalu.
Menjalani kewajiban secara proporsional dan bertanggung jawab merupakan keharusan yang dijalani dengan maksimal menjadi prinsip santri berprestasi asal Kangean, Sumenep, Madura ini. Seperti yang dilalui oleh alumni Nuris yang satu ini, selain kesibukan menempuh studi sarjana di Ma’had Aly Nuris Jember, ia harus meluangkan waktu secara profesional untuk mengajar materi Nahwu Sharraf di MA Unggulan Nuris.
Qonitatul Alufah, sosok simpel yang gemar melukis kaligrafi ini, merupakan lulusan MA Unggulan Nuris, jurusan IPA tahun 2019. Sempat merasakan studi sarjana di UIN KH. Achmad Siddiq (Khas) Jember selama dua semester, tetapi karena beberapa hal akhirnya ia kembali ke pangkuan pesantren untuk berkhidmah sekaligus kuliah.
(baca juga: Geliat Literasi Mahasantri Ma’had Aly Nuris Jember dalam Bincang Santai Mahasantri Bersama KH. Qutub Izzidin)
Pemudi kelahiran Juni 2000 tersebut diamanahi oleh Ning Balqis Al Humairo, Kepala MA Unggulan Nuris, sebagai guru Nahwu Sharraf. Amanah itu pun langsung saja disanggupi dengan suka cita oleh Qonita, sapan akrabnya. Baginya amanah ini merupakan berkah sebab ia bisa menjalani studi sarjana seraya mengamalkan ilmunya.
“Menjalani kuliah di Ma’had Aly memang berbeda dengan kuliah umum pada biasanya. Di sini saya banyak belajar kitab kuning tentang akidah dan filsafat Islam. Meski sambil ngajar juga, alhamdulillah semua dapat berjalan lancar. Dan sekarang lega rasanya akhirnya bisa merasakan lulus kuliah seperti teman-teman lainnya.” Tutur Qonita, sang jawara kaligrafi mushaf Bahana Muharram 2025 ini.
Meski sempat keteteran dalam menjalani dualisme antara kuliah dan mengajar secara profesional, perlahan ia bisa mengatur ritme rutinnya tiap hari. Merasa banyak dukungan dari lingkungan seperti guru dan teman-teman, akhirnya Qonita dapat membagi waktu dengan baik hingga terbiasa dengan berbagai kesibukan tersebut.
“Dan rencana kedepannya saya ingin mengembangkan cara mengajar saya di MA Unggulan Nuris khususnya pada mata pelajaran BMK dan Nahwu agar siswa-siswi bisa lebih semangat serta berminat dalam mempelajarinya.” Tutupnya.[AF.Red]
Nama : Qonitatul Alufah, S.Fil.
Alamat : Kangean, Sumenep, Madura
Lembaga : MA Unggulan Nuris, Jurusan IPA, tahun 2019
Kuliah : Ma’had Aly Nuris Jember, Prodi Akidah dan Filsafat Islam
karier : Guru Nahwu/BMK di MA Unggulan Nuris
