Lolos Kampus Impian, Nafis Mantap Menapaki Jalan Ilmu
Pesantren Nuris — Setiap perjalanan hidup selalu memiliki cerita yang berbeda. Ada yang penuh perjuangan, ada yang penuh harapan, dan ada pula yang dipenuhi dengan doa serta rasa syukur. Muhammad Nafis Kurniawan, yang akrab disapa Nafis, adalah salah satu contoh nyata perjalanan seorang santri yang terus melangkah maju demi masa depan yang lebih baik. Dari bangku MTs Unggulan Nuris, melanjutkan ke MA Unggulan Nuris, hingga akhirnya diterima di Universitas Al-Azhar Mesir jurusan Aqidah Filsafat, Nafis membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih dengan usaha dan keteguhan hati.
Nafis lahir di Jember pada tahun 2007. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang aktif dan menyukai olahraga. Hobi ini bukan hanya menjadi sarana menjaga kesehatan, tetapi juga melatih kedisiplinan, ketangguhan mental, serta semangat pantang menyerah. Melalui olahraga, Nafis belajar bahwa setiap hasil yang baik selalu membutuhkan proses dan konsistensi.
Perjalanan pendidikan Nafis dimulai dari MTs Unggulan Nuris. Di sinilah ia pertama kali merasakan kehidupan pesantren yang penuh dengan aturan, kedisiplinan, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke MA Unggulan Nuris hingga lulus pada tahun 2025. Selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, Nafis mendapatkan banyak pengalaman berharga yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan akhlak.
(Baca juga : Alumni MA Unggula Nuris : Achmad Syaifullah, Wujudkan Mimpi Jadi Mahasiswa Ekonomi Syariah)
Sebagai alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025, Nafis membawa pulang lebih dari sekadar ijazah. Ia membawa nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan kebersamaan. Rutinitas pesantren yang padat mengajarkannya tentang manajemen waktu, kemandirian, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.
Salah satu hal yang membuat perjalanan Nafis semakin istimewa adalah keberhasilannya melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar di Mesir, sebuah kampus yang dikenal sebagai pusat keilmuan Islam dunia. Ia memilih jurusan Aqidah Filsafat, sebuah bidang yang mendalami pemahaman tentang keimanan, pemikiran Islam, dan filsafat. Pilihan ini didasari oleh keinginannya untuk mencari ilmu dan pengalaman yang lebih luas, sekaligus memperdalam pemahaman agama dari sisi pemikiran yang mendalam.
Ketika Nafis dinyatakan diterima di kampus impiannya, perasaan bahagia dan syukur langsung memenuhi hatinya. Dengan penuh rasa syukur, ia mengucapkan “Alhamdulillah” atas kesempatan besar yang telah diberikan. Baginya, bisa menimba ilmu di Al-Azhar Mesir adalah anugerah sekaligus amanah yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Harapan Nafis ke depan tidak muluk-muluk. Ia hanya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Baginya, ilmu yang dimiliki akan jauh lebih berarti jika bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Ia ingin ilmunya kelak bisa menjadi cahaya, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
Selain fokus pada perkuliahan, Nafis juga tetap aktif dalam kegiatan olahraga dan bekerja. Aktivitas ini melatihnya untuk tetap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Dengan bekerja, Nafis belajar tentang dunia nyata, tentang bagaimana menghargai setiap proses, serta tentang pentingnya usaha dalam meraih sesuatu.
Selama menempuh pendidikan di Nuris, Nafis juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti PMR, jurnalistik, dan nazrah. Melalui PMR, ia belajar tentang kepedulian sosial, solidaritas, dan kesiapsiagaan dalam membantu sesama. Di jurnalistik, Nafis mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, dan menyampaikan informasi secara baik dan bertanggung jawab. Sementara melalui kegiatan nazrah, ia memperdalam pengalaman keagamaan dan pengembangan diri.
Pengalaman organisasi tersebut membentuk Nafis menjadi pribadi yang lebih percaya diri, komunikatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan. Ia belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang memerintah, tetapi tentang memberi contoh dan bertanggung jawab.
Meski perjalanan Nafis tidak dipenuhi dengan deretan piala atau penghargaan, pencapaiannya tetap layak disebut sebagai prestasi. Berhasil menyelesaikan pendidikan di MA Unggulan Nuris dan melanjutkan studi ke Al-Azhar Mesir adalah sebuah pencapaian besar. Tidak semua orang berani melangkah sejauh itu demi ilmu dan masa depan.
Bagi Nafis, prestasi bukan hanya soal gelar atau penghargaan, tetapi tentang bagaimana seseorang terus berproses menjadi lebih baik. Setiap usaha kecil, setiap doa, dan setiap langkah yang dijalani dengan niat baik adalah bagian dari kesuksesan.
Nafis juga menyampaikan kesan dan pesan yang penuh makna terhadap Nuris. Menurutnya, Nuris adalah pondok yang bagus dan penuh kenangan. Banyak momen berharga yang ia alami selama berada di sana, mulai dari belajar, berorganisasi, hingga menjalani kehidupan pesantren yang penuh kebersamaan.
Ia berharap ke depan Nuris bisa semakin maju dan menjadi lebih baik lagi. Nafis ingin pesantren ini terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
Nafis menjadi inspirasi bagi para siswa dan santri lainnya bahwa mimpi besar bukanlah hal yang mustahil. Dengan niat yang tulus, usaha yang konsisten, serta doa yang tidak pernah putus, setiap orang memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. [LA.Red]
Nama : Muhammad Nafis Kurniawan
Alamat : Sumberejo, Ambulu, Jember
Hobi : Olahraga
Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2025
Kuliah : Universitas Al-Azhar Mesir jurusan Aqidah Filsafat
