Hobi Mancing, Target Milyaran: Kisah Nanda yang Gak Main-Main
Pesantren Nuris — Setiap orang punya cara masing-masing dalam membangun masa depannya. Ada yang memilih melanjutkan kuliah, ada yang langsung bekerja, dan ada pula yang berani terjun ke dunia bisnis sejak muda. Salah satu sosok yang memilih jalur wirausaha adalah Ahmad Ananda Riansah, atau yang akrab disapa Nanda. Alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025 ini membuktikan bahwa lulusan pesantren juga bisa mandiri, produktif, dan siap menjadi pengusaha muda.
Nanda dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tenang, dan punya tekad kuat. Sejak masih duduk di bangku MTs Unggulan Nuris hingga melanjutkan ke MA Unggulan Nuris jurusan IPA 2, Nanda sudah menunjukkan ketertarikan besar pada dunia usaha. Baginya, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga tentang kemandirian, tanggung jawab, dan keberanian mengambil keputusan.
Selama menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris, Nanda tidak hanya fokus pada pelajaran di kelas. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sekolah dan organisasi. Nanda pernah mengikuti organisasi OSIM, serta aktif di ekstrakurikuler voli dan futsal. Kegiatan-kegiatan ini membantunya belajar tentang kerja sama tim, kepemimpinan, sportivitas, dan disiplin.
Di lapangan olahraga, Nanda belajar bahwa kemenangan butuh latihan dan kekompakan. Di organisasi, ia belajar tentang tanggung jawab dan komunikasi. Semua pengalaman itu menjadi bekal penting untuk kehidupannya setelah lulus.
(Baca juga : Alumni MA Unggulan Nuris 2025, Adrian Maulana Putra Melangkah Pasti ke UNEJ)
Setelah resmi menjadi alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025, Nanda memilih untuk langsung terjun ke dunia bisnis. Ia kini bekerja dari rumah sebagai penerus sekaligus pemilik usaha. Posisi ini bukan hanya soal status, tetapi juga tanggung jawab besar dalam mengelola bisnis, mengambil keputusan, dan menjaga keberlangsungan usaha.
Alasan Nanda memilih dunia bisnis sangat sederhana namun penuh makna. Ia memang lebih suka berbisnis. Dunia usaha memberinya ruang untuk berkembang, belajar dari pengalaman, dan mengatur masa depan dengan caranya sendiri. Baginya, menjadi pengusaha berarti siap menghadapi risiko, tetapi juga punya peluang besar untuk sukses.
Cita-cita Nanda tidak main-main. Ia ingin menjadi milyader muda. Bukan hanya demi kekayaan, tetapi juga sebagai bukti bahwa anak pesantren bisa sukses di dunia modern tanpa meninggalkan nilai-nilai yang sudah diajarkan selama mondok. Cita-cita ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus bekerja keras, belajar, dan tidak mudah menyerah.
Selain bekerja, Nanda tetap meluangkan waktu untuk hobinya, yaitu memancing. Aktivitas ini menjadi cara baginya untuk melepas penat, melatih kesabaran, dan menikmati waktu luang. Bagi Nanda, memancing bukan hanya soal mendapatkan ikan, tetapi juga tentang menikmati proses dan ketenangan.
Selama mondok di Pesantren Nuris, Nanda mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga. Ia belajar tentang agama, kedisiplinan, kemandirian, dan cara hidup sederhana. Semua itu membentuk karakter Nanda menjadi pribadi yang lebih matang dan bertanggung jawab.
Nanda juga menyampaikan kesan dan pesannya terhadap Pesantren Nuris. Ia merasa bersyukur bisa mondok di sana karena telah mempelajari banyak hal yang berguna untuk kehidupannya sekarang. Ia berharap ke depannya Nuris bisa terus berkembang, semakin maju, dan menjadi tempat yang lebih baik dalam mencetak generasi muda.
Perjalanan Nanda dari MTs Unggulan Nuris, lalu MA Unggulan Nuris, hingga kini menjadi pengusaha muda adalah bukti bahwa setiap orang bisa memilih jalannya sendiri. Tidak harus selalu lewat bangku kuliah, yang penting adalah punya tujuan, usaha, dan komitmen.
Harapan Nanda ke depan juga sangat positif. Ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya dalam hal bisnis, tetapi juga dalam sikap, tanggung jawab, dan manfaat bagi orang lain. Ia ingin terus berkembang, belajar dari kesalahan, dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Ahmad Ananda Riansah atau Nanda menjadi inspirasi bagi para siswa dan santri lainnya. Bahwa lulusan pesantren tidak hanya siap dalam ilmu agama, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja dan bisnis. Dengan bekal pengalaman organisasi, ekstrakurikuler, dan nilai-nilai pesantren, Nanda melangkah mantap menuju masa depan yang ia impikan.
Dari bangku madrasah hingga dunia usaha, dari hobi memancing hingga mimpi menjadi milyader muda, perjalanan Nanda adalah cerita tentang keberanian, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri. Masa depan masih panjang, dan Nanda sudah memulainya dengan langkah yang nyata. [LA.Red]
Nama : Ahmad Ananda Riansah
Alamat : Sumber Lanas Timur, Harjomulyo, Silo, Jember
Hobi : Memancing
Cita2 : Milyader Muda
Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2025
Pekerjaan : Pengusaha Ritel BBM
