Belajar dengan Hati, Berkarya dengan Teknologi
Pesantren Nuris – Berangkat dari Desa Randu Cangkring, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, sosok perempuan muda yang mampu membuktikan bahwa pendidikan adalah jembatan terbaik untuk mengubah masa depan. Gadis bernama lengkap Ani Asriati ini merupakan alumni SMA Nuris Jember lulusan tahun 2020. Ia membuktikan bahwa proses belajar yang ditempa dengan nilai-nilai pesantren mampu mengantarkan seseorang melangkah jauh dan menggapai masa depan.
Ani memulai perjalanannya sebagai santri sekaligus pelajar di SMA Nuris Jember dengan tekad sederhana, yaitu belajar pengetahuan dan agama dengan sungguh sungguh. Lingkungan pesantren yang penuh dengan nilai kedisiplinan, keikhlasan, serta kebersamaan, mampu membentuk karakter Ani sejak dini. Rutinitas harian yang teratur mengajarkannya cara mengelola waktu antara belajar, ibadah, dan aktivitas pengembangan diri.
Usai menuntaskan pendidikan SMA, Ani melanjutkan studi ke Universitas Negeri Surabaya. Ia memilih Program Studi Pendidikan Tata Boga di Fakultas Teknik. Proses perkuliahan ia jalani dengan penuh kesungguhan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi dan resmi diwisuda pada tahun 2025.
(Baca juga : Usai Raih Gelar S1, Attazaitun Susiyatin, Alumni SMA Nuris Jember Teguhkan Langkah Mengamalkan Ilmu sebagai Ustazah)
Bagi Ani, kuliah bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik. Tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas wawasan, mengasah keterampilan, serta mengenal potensi diri secara lebih mendalam. Nilai nilai yang telah tertanam sejak di pesantren menjadi pedoman kuat dalam menghadapi dunia kampus yang menuntut kemandirian dan tanggung jawab.
Menariknya, setelah menyelesaikan pendidikan formal, Ani tidak membatasi langkahnya pada satu bidang saja. Ia justru berani menjelajah dunia digital yang penuh tantangan dan peluang. Saat ini, Ani aktif sebagai affiliator TikTok sekaligus editor video YouTube.
Menjadi konten kreator menuntut konsistensi, etika, dan manajemen waktu. Ani mengakui bahwa kebiasaan yang dibentuk selama belajar di pesantren sangat berpengaruh pada hidupnya. Kesabaran, ketekunan, serta kemampuan menjaga komitmen menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan pembeli.
Ani juga menyampaikan, “Saya mengucapkan terima kasih kepada kyai, pengasuh, para ustaz/ ustazah, serta para guru SMA Nuris Jember yang telah sabar dalam membimbing saya”.
Menurut Ani, belajar di pesantren memberikan hikmah yang sangat mendalam. Pesantren mengajarkan bahwa keberhasilan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan keistiqamahan. Ia merasa terbantu dengan pembiasaan ibadah, budaya disiplin, serta suasana belajar yang mendorong santri untuk berkembang. SMA Nuris Jember terus berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang ingin berkembang secara akademik dan spiritual. [RY.Red]
Nama : Ani Asriati, S.Pd
Alamat : Pujer, Bondowoso
Lembaga : SMA NURIS JEMBER
Tahun Lulus : 2020
Kuliah : Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Pekerjaan : Affiliator TikTok dan editor video YouTube
