Belajar Sastra Jadi Berkesan, Bu Mila Karmila, S.Pd Hadirkan Fun Learning Novel yang Seru di SMA Nuris Jember

Belajar Isi Novel Lewat Layar dan Rasa

Pesantren Nuris – Pembelajaran Bahasa Indonesia kembali menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dan berkesan di kelas XII IPA 1. Pada materi isi novel, siswa diajak memahami unsur intrinsik melalui pendekatan Fun Learning yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan dunia mereka. Suasana kelas pun berubah layaknya ruang bioskop mini sekaligus bermakna pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran ini dipandu oleh Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Mila Karmila, S.Pd, dengan menerapkan model Discovery Learning. Melalui model ini, siswa tidak langsung diberikan konsep secara utuh, melainkan diarahkan untuk menemukan sendiri unsur-unsur intrinsik cerita melalui pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan.

Materi yang dikaji adalah isi film adaptasi novel “Bila Esok Ibu Tiada”. Pembelajaran diawali dengan menyimak cuplikan film melalui TV Box edukasi sastra. Siswa diminta memperhatikan alur cerita, tokoh, latar, konflik, serta amanat yang terkandung dalam film tersebut.

Setelah proses menyimak, kegiatan dilanjutkan dengan Cooperative Learning. Siswa bekerja sama dalam kelompok kecil. Setiap siswa mendapatkan “tiket bioskop” berisi pertanyaan seputar unsur intrinsik isi film yang diadaptasi dari novel. Tiket tersebut menjadi pemicu diskusi dan eksplorasi pemahaman siswa terhadap cerita yang telah ditonton.

(Baca juga : Petualangan Cerita Bergambar, Cara Seru Siswa SMA Nuris Jember Memahami Alur Hikayat Bersama Bu Rina Yuastri, S.Pd)

Suasana belajar makin seru ketika guru menghadirkan media unik berupa pop corn berisi jawaban. Setiap jawaban yang ditemukan atau dipresentasikan siswa dikaitkan dengan pop corn yang mereka peroleh. Media ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga membuat siswa lebih antusias dan terlibat aktif dalam pembelajaran.

Untuk menguatkan pemahaman, guru juga memanfaatkan game Wordwall sebagai evaluasi interaktif. Melalui permainan ini, siswa menguji pemahaman mereka terhadap unsur intrinsik secara kompetitif namun tetap menyenangkan. Kelas pun dipenuhi diskusi, tawa, dan semangat belajar yang tinggi.

“Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya memahami teori unsur intrinsik novel, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan karya sastra yang diadaptasi ke dalam bentuk film. Sehingga pembelajaran sastra menjadi menyenangkan, terasa lebih hidup, bermakna, dan membekas dalam ingatan siswa.”, ungkap Bu Mila.

Pembelajaran ini menunjukkan bahwa sastra tidak harus dipelajari secara kaku. Dengan kreativitas guru dan pemilihan media yang tepat, materi Bahasa Indonesia dapat menjadi ruang refleksi, empati, sekaligus penguatan daya pikir kritis siswa.

Berbekal semangat Road to Bright Future, di bawah kepemimpinan Gus Robith Qoshidi, Lc, SMA Nuris Jember terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inspiratif dan bermakna. Melalui pendekatan Fun Learning, para siswa tidak sekadar belajar, tetapi dibimbing untuk bertumbuh dengan mengasah kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap literasi. Seluruh proses ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk melangkah dengan percaya diri dalam meraih masa depan. [RY.Red]

 

Data Fun Learning SMA NURIS JEMBER

Judul                           : Belajar Isi Novel Lewat Layar dan Rasa

Kelas                           : XII IPA 1

Guru Mapel                : Mila Karmila, S.Pd.

Mapel                          : Bahasa Indonesia

Materi Fun Learning : Isi Novel

Bab                              : Isi Film Adaptasi Novel Bila Esok Ibu Tiada

Subbab                       : Unsur Intrinsik Isi Film Adaptasi Novel Bila Esok Ibu Tiada

Model                         : Discovery Learning

Metode                       : Cooperative Learning, Game Wordwall

Media                          : TV Box Edukasi Sastra, Tiket Bioskop Berisi Pertanyaan Unsur Intrinsik, Pop Corn Berisi Jawaban

Related Post