Kisah Inspiratif Zaskia Cahya Mudin yang Penuh Perjuangan
Pesantren Nuris — Zaskia Cahya Mudin merupakan salah satu alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025 yang dikenal sebagai pribadi sederhana, pekerja keras, dan penuh semangat dalam menjalani hidup. Berasal dari Jalan Taman Rembangan Jember, Zaskia tumbuh sebagai sosok yang gemar berolahraga dan memiliki semangat tinggi untuk terus bergerak maju menghadapi tantangan kehidupan.
Sejak mondok di MA Unggulan Nuris, Zaskia memilih jurusan Tahfidz. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ia ingin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, memperbaiki diri, dan menjadikan ilmu agama sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan. Selama menjadi santri, Zaskia dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam mengikuti kegiatan tartil dan berbagai rutinitas pesantren.
Mondok di Nuris menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Zaskia. Ia merasakan banyak momen bahagia, haru, hingga tantangan yang membentuk mental dan kepribadiannya. Dari bangun pagi untuk sholat berjamaah, mengaji, belajar, hingga menjalani kehidupan bersama teman-teman, semuanya menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
(Baca juga : Hafizah Al Qur’an 30 Juz MA Unggulan Nuris Dalami Sastra Arab di Universitas Al Azhar Kairo Mesir)
Zaskia mengaku bahwa selama mondok, ia belajar banyak hal, bukan hanya tentang ilmu agama, tetapi juga tentang kesabaran, kebersamaan, dan cara menghadapi berbagai situasi hidup. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di Nuris sangat bermanfaat dan menjadi bekal besar untuk melangkah ke dunia kerja.
Setelah lulus sebagai alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025, Zaskia langsung terjun ke dunia kerja. Saat ini, ia bekerja di Vista Grosir dan Eceran Bali dengan posisi sebagai checker barang. Tugasnya adalah memastikan barang yang masuk dan keluar sesuai dengan data, jumlah, dan kualitas yang telah ditentukan.
Ketika pertama kali diterima bekerja di tempat tersebut, perasaan Zaskia dipenuhi dengan rasa senang dan bangga. Ia merasa bersyukur karena ilmu, kedisiplinan, dan sikap yang ia pelajari selama mondok membantunya untuk lolos dan dipercaya bekerja di perusahaan tersebut.
Zaskia menyadari bahwa dunia kerja memiliki tantangan tersendiri. Namun, dengan bekal mental yang kuat dari pesantren, ia mampu menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab. Ia selalu berusaha bekerja dengan teliti, jujur, dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai checker barang.
Cita-cita Zaskia sejak awal sangat sederhana, namun penuh makna, yaitu membahagiakan mama. Baginya, kebahagiaan orang tua adalah tujuan utama dalam hidup. Ia ingin melihat mamanya tersenyum bangga atas perjuangan dan kerja keras yang ia lakukan.
Harapan Zaskia ke depan adalah bisa membantu dan meringankan beban ekonomi keluarganya. Ia ingin menjadi anak yang bermanfaat, mandiri, dan mampu berkontribusi secara nyata untuk keluarganya. Meski saat ini belum mengikuti kegiatan lain selain bekerja, fokus utamanya adalah menjalani pekerjaan dengan sebaik mungkin.
Zaskia juga tidak melupakan jasa pesantren yang telah membesarkannya. Dalam kesan dan pesannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pondok Pesantren Nuris yang telah memberikan banyak ilmu dan pengalaman berharga. Ia merasa bahwa ilmu yang didapatkan selama mondok menjadi salah satu alasan utama mengapa ia bisa diterima di tempat kerjanya sekarang.
Bagi Zaskia, Nuris bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan mentalnya. Ia belajar menghadapi rasa senang dan sedih, belajar sabar, serta belajar menjadi pribadi yang lebih kuat.
Selama mondok, Zaskia juga aktif mengikuti kegiatan tartil. Melalui kegiatan tersebut, ia semakin mencintai Al-Qur’an dan memperbaiki bacaan serta pemahamannya. Nilai-nilai dari Al-Qur’an menjadi pegangan hidupnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk di dunia kerja.
Kini, Zaskia Cahya Mudin melangkah mantap sebagai alumni Nuris yang siap menghadapi realita kehidupan. Dengan tekad membahagiakan mama, membantu ekonomi keluarga, serta membawa nilai-nilai pesantren dalam setiap langkahnya, Zaskia menjadi contoh bahwa kesuksesan bisa dimulai dari niat yang tulus dan usaha yang konsisten.
Perjalanan Zaskia adalah bukti bahwa lulusan pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di dunia kerja. Dengan semangat, keikhlasan, dan doa orang tua, Zaskia terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik. [LA.Red]
Nama : Zaskia Cahya Mudin
Alamat : Jember
Hobi : Olahraga
Cita2 : Membahagiakan Mama
Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2025
Pekerjaan : Vista Grosir dan Eceran Bali, posisi checker barang
