Kaya Pengalaman Berkhidmah hingga Bergelar Sarjana, Kini Implementasikan Ilmu di Lembaga Pendidikan
Pesantren Nuris – Usai melalui proses yang cukup panjang sedari nyantri di Pesantren Nuris Jember, belajar di MA Unggulan Nuris hingga tamat pada 2019 lalu, akhirnya Dwi Erma Kusumaningsih mampu menuntaskan pendidikan sarjana di Ma’had Aly Nurul Islam (Nuris) Jember Takhassus (program studi/prodi) Akidah dan Filsafat Islam.
Tepatnya pada 18 Januari 2025, Erma, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember, berhasil mempresentasikan risalah atau di kampus umum dikenal skripsi berjudul “Motivasi Masyarakat dalam Berziarah di Makam Ulama: Studi Kasus Makam KH. Muhammad Shiddiq” dengan percaya diri di hadapan para muallim atau dosen penguji.
Ia pun berhak atas gelar sarjana filsafat mengekor di belakang namanya. Meski sempat merasakan perkuliahan di Malang, lalu juga pernah terdata sebagai mahasiswa di salah satu kampus negeri di Jember, akhirnya hati dan tekadnya berpaut untuk mendalami Akidah dan Filsafat Islam di Ma’had Aly Nuris Jember. Ia tebersit untuk menggelorakan influencer Aswaja di masa depan.
“Dari yang saya alami sebelumnua memang berbeda sekali kuliah di kampus seperti biasanya dengan di Ma’had Aly Nuris. Entah kenapa, saya merasa terkesan dan kerasan kuliah di sini. Saya bertekad menjadi sosok influencer aswaja muda di masa depan, mendengungkan Islam Rahmatan lil alamin dengan akidah Aswaja An Nahdliyah yang damai dan menyejukkan.” Tutur gadis kelahiran Jember, November 2001 tersebut.
Tekad yang bulat membuat Erma, sapaan akrabnya menjalani kuliah di kampus Ma’had Aly Nuris Jember dengan suka cita. Meski dibarengi dengan tugas pengabdian yang cukup padat, justru gadis berkaca mata ini merasa bersyukur bisa menggunakan tenaga dan pikiran untuk membantu Kiai dan bu Nyai di pesantren bukan hanya pengajar kelas diniyah, tetapi juga kepengurusan pesantren.
(baca juga: Mahasantri Ma’had Aly Nuris Perkaya Ilmu via Kuliah Umum Akidah Bersama Syekh Muhammad Usman dari Lebanon)
“Saya di pesantren diamanahi sebagai ketua kamar. Selain itu, sebagai kurikulum MHQ dan bertugas juga sebagai pengurus divisi keseharan. Tugas ini tentu berat jika dibayangkan apalagi dengan jadwal kuliah yang padat. Namun, saya justru menikmatinya dan malah kadang kayak ada yang kurang jika tak ada kegiatan.” Tukasnya.
Mahasantri yang berasal dari Wuluhan, Jember ini juga menyatakan bahwa berkhidmah membuatnya terlatih dalam menjalani amanah dan pandai dalam mengatur waktu. Meski kadang merasa keteteran, tetapi justru semakin membuatnya tertata dalam mengatur waktu. Kemahirannya dalam mengatur pekerjaan dalam menjalani amanah, ia pun kini didapuk sebagai pemimpin redaksi buletin Aslam (Anwarul Islam).
“Hobi saya memang menulis juga membaca, saya seringkali mengisi waktu luang untuk menjalani hobi itu. Sekarang mohon doanya sebab diamanahi Pimred buletin kampus yang baru saja dibentuk yakni, buletin Aslam. Ini sebagai media dakwah semoga mampu menjadi wadah mencerahkan umat.”
Setamat dari Ma’had Aly Nuris Jember, Erma berupaya meluaskan pengalaman dan wawasan kariernya di luar pesantren. Kini ia mengabdikan diri menjadi tenaga pendidik di SD HIMI Fullday School Wuluhan Jember. Ia berharap untuk terus mengembangkan kompetensi dan berupaya bermanfaat bagi karier dan orang lain.[AF.Red]
Nama : Dwi Erma Kusumaningsih, S.Fil.
Alamat : Wuluhan, Jember
Lembaga : MA Unggulan Nuris, jurusan IPA, tahun 2019
Kuliah : Ma’had Aly Nuris Jember, Takhassus (S-1) Akidah dan Filsafat Islam
Karier : SD HIMI FULLDAY SCHOOL Wuluhan Jember
