Dari Nuris ke Al-Azhar: Langkah Besar Andreansyah Alumni MA Unggulan Nuris Menjemput Masa Depan

Mimpi Jadi Dosen, Andreansyah Pilih Al-Azhar Kairo

Pesantren Nuris — Mohammad Andreansyah merupakan salah satu alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025 yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang internasional dengan menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada jurusan Syariah Islamiyah. Lahir di Jember pada tahun 2007, Andreansyah dikenal sebagai sosok yang sederhana, tekun, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap ilmu agama, khususnya dalam bidang fiqh.

Sejak menempuh pendidikan di MTs Unggulan hingga MA Unggulan Nuris, Andreansyah sudah menunjukkan ketertarikan besar terhadap kajian keislaman. Rutinitas belajar kitab, mengikuti pengajian, serta menjalani kehidupan pesantren membentuk pola pikir dan karakter yang matang. Lingkungan Nuris menjadi tempat yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.

Keberhasilan Andreansyah diterima di Universitas Al-Azhar Kairo menjadi momen yang sangat membahagiakan. Kampus ini dikenal sebagai pusat keilmuan Islam dunia yang telah melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan pemikir Islam ternama. Ketika dinyatakan lolos, Andreansyah mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Baginya, kesempatan belajar di Al-Azhar merupakan anugerah besar sekaligus amanah yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.

(Baca juga : Alhamdulillah Berangkat ke Mesir, Nafis Alumni MA Unggulan Nuris Mantap Menimba Ilmu Aqidah Filsafat)

Pemilihan jurusan Syariah Islamiyah didasarkan pada kecintaannya terhadap ilmu fiqh. Andreansyah merasa bahwa fiqh merupakan ilmu yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam karena berkaitan langsung dengan hukum, ibadah, dan muamalah. Dengan memperdalam ilmu syariah, ia berharap dapat memahami ajaran Islam secara lebih komprehensif dan mampu menyampaikannya kepada masyarakat secara bijak.

Cita-cita Andreansyah untuk menjadi seorang dosen menjadi motivasi utama dalam perjalanan akademiknya. Ia ingin menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membimbing, menginspirasi, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi muda. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat diamalkan dan diajarkan kembali kepada orang lain.

Di tengah kesibukan kuliah, Andreansyah juga mengikuti kegiatan bimbingan belajar. Kegiatan ini membantunya untuk memperdalam pemahaman materi, meningkatkan kemampuan akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan perkuliahan di lingkungan internasional. Kesungguhan dalam belajar menjadi bukti bahwa ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berharga yang telah diberikan kepadanya.

Selain fokus pada dunia akademik, Andreansyah memiliki hobi bermain sepak bola. Olahraga ini menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh, melatih kerja sama tim, serta menyeimbangkan aktivitas fisik dan mental. Baginya, sepak bola bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga cara untuk menghilangkan penat setelah menjalani rutinitas belajar yang padat.

Selama menempuh pendidikan di Nuris, Andreansyah tidak mengikuti organisasi sekolah. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat dan dedikasinya dalam belajar. Ia lebih memilih fokus pada kegiatan akademik, ibadah, serta pendalaman ilmu agama. Kehidupan mondok yang dijalaninya membentuk kebiasaan disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab yang kuat.

Prestasi yang pernah diraih Andreansyah menjadi bukti nyata dari ketekunan dan kesungguhannya dalam menuntut ilmu. Ia berhasil meraih juara 2 lomba Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Fathul Qorib tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan kemampuannya dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning, khususnya dalam bidang fiqh. Pencapaian tersebut tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga mengharumkan nama MA Unggulan Nuris di tingkat nasional.

Pengalaman mondok dan sekolah di MA Unggulan Nuris menjadi kenangan yang sangat berharga bagi Andreansyah. Rutinitas ibadah, belajar kitab, serta kegiatan sekolah yang teratur telah membentuk kepribadiannya hingga saat ini. Ia merasa bahwa nilai-nilai yang diajarkan di pesantren menjadi bekal penting dalam menghadapi kehidupan, baik di dunia akademik maupun di masyarakat.

Dalam kesan dan pesannya, Andreansyah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan pengasuh di Nuris. Ia mengungkapkan bahwa bimbingan, doa, serta keteladanan para guru telah memberikan pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya. Ia juga berharap agar pesantren tersebut selalu diberkahi oleh Allah SWT dan terus mencetak santri-santri yang sholeh dan sholehah, berilmu, serta berakhlak mulia.

Ke depan, Andreansyah memiliki harapan besar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ia ingin memanfaatkan masa studinya di Al-Azhar dengan sebaik mungkin, memperdalam ilmu syariah, serta mempersiapkan diri menjadi dosen yang berkualitas. Ia percaya bahwa dengan ilmu, akhlak, dan niat yang baik, seseorang dapat memberikan manfaat yang luas bagi umat dan bangsa.

Mohammad Andreansyah dari santri Nuris hingga menembus Universitas Al-Azhar Kairo merupakan kisah inspiratif tentang kesungguhan, kecintaan pada ilmu agama, dan keteguhan dalam meraih cita-cita. Dengan semangat, doa, dan usaha yang terus-menerus, ia melangkah mantap menuju masa depan yang penuh harapan. Semoga langkahnya selalu diberkahi dan mampu membawa manfaat bagi banyak orang. [LA.Red]

 

Nama      : Mohammad Andreansyah

Alamat    : Tegal Besar, Kaliwates, Jember

Hobi         : Sepak Bola

Cita2        : Dosen

Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2025

Kuliah       : Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, jurusan Syariah Islamiyah

Related Post