Dari Santri Jadi Mahasiswi UIN, Perjalanan Najwa yang Menginspirasi
Pesantren Nuris — Setiap perjalanan hidup selalu membawa cerita yang penuh makna. Ada proses, ada perjuangan, dan ada harapan yang terus tumbuh seiring waktu. Najwa April Maulidina menjadi salah satu contoh nyata bagaimana seorang santri mampu melangkah maju dengan semangat, doa, dan tekad kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Berawal dari MTs Unggulan Nuris, melanjutkan ke MA Unggulan Nuris, hingga akhirnya diterima di UIN KH. Achmad Siddiq jurusan Pendidikan Agama Islam, Najwa membuktikan bahwa usaha yang konsisten akan selalu menemukan jalannya.
Najwa lahir di Jember pada tahun 2008. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang ceria, aktif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hobi menonton film dan traveling membuatnya terbiasa melihat dunia dari berbagai sudut pandang. Dari film, ia belajar tentang kehidupan dan nilai-nilai moral, sementara dari traveling ia belajar tentang keberagaman, kemandirian, dan cara beradaptasi di lingkungan baru.
Selama mondok dan bersekolah di Nuris, Najwa tidak hanya menimba ilmu akademik, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pendidikan agama yang kuat. Lingkungan pesantren membentuk Najwa menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
Sebagai alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025, Najwa membawa banyak kenangan indah dan pengalaman berharga. Hari-hari di pesantren dipenuhi dengan belajar, beribadah, berorganisasi, dan kebersamaan dengan teman-teman. Semua itu menjadi bagian penting dari proses pendewasaan dirinya.
(Baca juga : Langkah Pasti Lailatur Rizqiyah Alumni MA Unggulan Nuris Menuju Dunia Pendidikan)
Momen kelulusan menjadi titik awal bagi Najwa untuk melangkah ke dunia perkuliahan. Ia diterima di UIN KH. Achmad Siddiq, jurusan Pendidikan Agama Islam. Saat mendengar kabar tersebut, Najwa merasa sangat senang dan bersyukur. Dengan penuh rasa syukur, ia mengucapkan “Alhamdulillah” karena bisa diterima di kampus yang ia harapkan.
Pemilihan jurusan Pendidikan Agama Islam bukan hanya soal minat pribadi, tetapi juga karena ridho orang tua. Najwa meyakini bahwa restu orang tua adalah salah satu kunci keberkahan dalam menempuh pendidikan. Dengan niat yang tulus, ia menjalani pilihan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan semangat belajar yang tinggi.
Di bangku perkuliahan, Najwa berharap bisa menjadi mahasiswa yang lebih aktif dan bermanfaat. Ia tidak ingin hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga ingin berkontribusi melalui kegiatan sosial dan organisasi. Bagi Najwa, menjadi mahasiswa berarti siap belajar, berproses, dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Selain mengikuti perkuliahan, Najwa juga aktif dalam kegiatan non-akademik. Ia bergabung dengan UKM UKOR (olahraga) untuk menjaga kebugaran, melatih kerja sama tim, dan menyalurkan minat di bidang olahraga. Di sisi lain, Najwa juga mengikuti komunitas bakti sosial yang rutin mengadakan kegiatan di panti asuhan. Melalui kegiatan ini, ia belajar tentang kepedulian, empati, dan pentingnya berbagi dengan sesama.
Kegiatan sosial tersebut menjadi sarana bagi Najwa untuk menerapkan nilai-nilai agama yang ia pelajari. Ia tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkannya langsung dalam kehidupan nyata. Bagi Najwa, membantu orang lain adalah salah satu bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah ia terima.
Selama menempuh pendidikan di Nuris, Najwa juga aktif dalam organisasi OSIM dan Pramuka. Melalui OSIM, ia belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, serta cara bekerja dalam tim. Di Pramuka, Najwa dilatih untuk mandiri, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan. Pengalaman organisasi ini membentuk Najwa menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan komunikatif.
Tidak hanya aktif dalam kegiatan, Najwa juga berhasil menorehkan prestasi. Saat masih di MTs Unggulan Nuris, ia pernah meraih juara 1 fashal terbanyak dalam lomba internal. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan Najwa dalam belajar dan menghafal. Ketika di MA Unggulan Nuris, Najwa kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara 3 alfiyah 500 bait serta juara 3 taqrib. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Najwa mampu bersaing secara akademik sekaligus konsisten dalam belajar ilmu agama.
Prestasi-prestasi tersebut tidak diraih dengan instan. Semua melalui proses panjang, latihan, dan kedisiplinan. Najwa membuktikan bahwa dengan usaha yang sungguh-sungguh, setiap target bisa dicapai.
Najwa memiliki cita-cita menjadi pengusaha sukses. Meskipun saat ini ia menempuh pendidikan di jurusan Pendidikan Agama Islam, ia percaya bahwa ilmu agama dapat menjadi bekal kuat dalam membangun bisnis yang jujur, berkah, dan bermanfaat bagi banyak orang. Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang kebermanfaatan dan nilai-nilai yang dijaga.
Najwa juga menyampaikan kesan dan pesannya terhadap Nuris dengan penuh rasa syukur. Ia merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan banyak ilmu selama mondok di Nuris. Lingkungan pesantren memberikan pengalaman berharga, mulai dari pendidikan agama, kedisiplinan, hingga kebersamaan dengan teman-teman.
Pesan Najwa untuk Nuris adalah agar pesantren ini terus berkembang dan semakin banyak meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap Nuris bisa terus mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Perjalanan Najwa April Maulidina adalah kisah tentang semangat, ketekunan, dan keberanian untuk bermimpi besar. Dari seorang santri di Nuris, kini ia melangkah sebagai mahasiswi UIN yang aktif, peduli sosial, dan memiliki visi masa depan yang jelas.
Najwa menjadi inspirasi bagi para siswa dan santri lainnya bahwa masa depan bisa diraih dengan usaha, doa, dan niat yang baik. Dengan tekad yang kuat, dukungan orang tua, serta lingkungan yang positif, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. [LA.Red]
Nama : Najwa April Maulidina
Alamat : Kaliwates, Jember
Hobi : menonton film dan traveling
Cita2 : pengusaha sukses
Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2025
Kuliah : UIN KH. Achmad Siddiq, jurusan Pendidikan Agama Islam
