Dari Santri Menjadi Hakim, Rizky Ikhsan Alumni MA Unggulan Nuris Siap Melangkah Jauh

Hobi Membaca, Mimpi Jadi Hakim

Pesantren Nuris — Setiap alumni memiliki kisah perjalanan hidup yang penuh makna, perjuangan, dan harapan. Salah satu alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025 yang patut dibanggakan adalah Muhamad Rizky Ikhsan Abdillah, atau yang akrab disapa Rizky Ikhsan. Sosok yang dikenal sederhana, tekun, dan memiliki semangat belajar tinggi ini kini melanjutkan pendidikannya di UIN KHAS Jember, Fakultas Syariah, Program Studi Hukum Tata Negara.

Rizky Ikhsan lahir di Jember pada tahun 2007. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang gemar membaca. Buku menjadi teman setia dalam mengisi waktu luangnya. Dari kebiasaan membaca itulah, Rizky mulai tertarik dengan dunia hukum, perdebatan, dan isu-isu keadilan. Ia senang mengamati cara orang berbicara, menyampaikan argumen, serta memperjuangkan kebenaran melalui kata-kata.

Perjalanan pendidikan Rizky dimulai dari MTs Unggulan Nuris, kemudian dilanjutkan ke MA Unggulan Nuris hingga lulus pada tahun 2025. Selama mondok di Nuris, Rizky tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Lingkungan pesantren membentuknya menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, mandiri, dan berakhlak.

Hari-hari Rizky di pesantren diisi dengan belajar, mengaji, mengikuti kegiatan organisasi, serta menjalin kebersamaan dengan teman-teman. Suasana kebersamaan inilah yang membuat masa-masa di Nuris terasa penuh kenangan. Rizky merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar MA Unggulan Nuris yang selalu mendorong santri untuk berkembang, baik secara akademik maupun spiritual.

(Baca juga : Dari Nuris ke Al-Azhar: Langkah Besar Andreansyah Alumni MA Unggulan Nuris Menjemput Masa Depan)

Sebagai alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025, Rizky berhasil melanjutkan pendidikannya ke UIN KHAS Jember, Fakultas Syariah, Program Studi Hukum Tata Negara. Saat dinyatakan diterima di kampus tersebut, Rizky mengaku sangat senang dan bersyukur. Baginya, ini adalah langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang hakim.

Rizky memilih jurusan Hukum Tata Negara karena merasa jalur ini sangat sesuai dengan bakat dan minatnya, yaitu berbicara, berdebat, dan menyampaikan pendapat. Ia menikmati proses diskusi, adu argumen, serta mempelajari aturan-aturan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Dunia hukum baginya bukan hanya tentang pasal dan undang-undang, tetapi juga tentang keadilan, tanggung jawab, dan keberanian membela kebenaran.

Cita-cita Rizky untuk menjadi hakim bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak lama, ia memiliki ketertarikan pada dunia peradilan dan keadilan. Ia ingin menjadi sosok yang mampu menegakkan hukum secara adil, bijaksana, dan berintegritas. Menurut Rizky, seorang hakim bukan hanya penentu putusan, tetapi juga penjaga nilai keadilan di tengah masyarakat.

Selain fokus pada perkuliahan, Rizky juga menjalankan usaha jagung bakar miliknya sendiri. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kemandiriannya dalam berwirausaha. Dari usaha tersebut, Rizky belajar tentang tanggung jawab, manajemen waktu, dan kerja keras. Ia membagi waktunya antara kuliah dan usaha dengan disiplin, agar keduanya bisa berjalan dengan baik.

Usaha jagung bakar bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran hidup bagi Rizky. Ia belajar menghadapi pelanggan, mengelola keuangan, dan mengembangkan usahanya secara bertahap. Pengalaman ini membentuk mentalnya agar lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Selama mondok di Nuris, Rizky juga aktif dalam kegiatan organisasi PMR. Melalui PMR, ia belajar tentang kepedulian sosial, kerja sama tim, dan pentingnya membantu sesama. Kegiatan ini mengajarkan Rizky untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain dan siap terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.

Tidak hanya aktif berorganisasi, Rizky juga pernah meraih prestasi di bidang keilmuan. Ia berhasil meraih juara harapan satu lomba Alfiyyah tingkat kabupaten serta juara satu dalam lomba Alfiyyah internal lainnya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Rizky memiliki kemampuan akademik yang baik, khususnya dalam bidang ilmu keislaman dan bahasa Arab.

Prestasi tersebut tidak diraih dengan mudah. Rizky harus melalui proses belajar yang konsisten, latihan, dan ketekunan. Ia percaya bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Semangat itulah yang terus ia pegang hingga kini dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Rizky memiliki harapan besar untuk masa depannya. Ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ini, baik dari segi ilmu, sikap, maupun kontribusi kepada masyarakat. Ia menyadari bahwa perjalanan menuju cita-cita masih panjang, tetapi ia siap menjalaninya dengan penuh kesabaran dan semangat.

Kesan Rizky terhadap MA Unggulan Nuris sangat positif. Ia merasa senang bisa mondok dan belajar di lingkungan pesantren yang penuh nilai-nilai kebaikan. Menurutnya, Nuris adalah tempat yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter santri agar siap menghadapi kehidupan.

Pesan Rizky untuk Nuris adalah agar terus berkembang menjadi pesantren modern yang tetap menjaga nilai-nilai keislaman. Ia berharap Nuris semakin maju, memiliki fasilitas yang lebih baik, serta terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kini, sebagai alumni MA Unggulan Nuris tahun 2025, Muhamad Rizky Ikhsan Abdillah melangkah dengan penuh keyakinan menuju masa depan. Dengan bekal ilmu, pengalaman organisasi, prestasi, dan semangat belajar, Rizky siap menapaki jalan menuju cita-citanya sebagai seorang hakim yang adil dan berintegritas.

Rizky menjadi bukti bahwa kesungguhan, doa, dan usaha yang konsisten dapat membawa seseorang menuju impian besarnya. Dari pesantren ke bangku kuliah, dari hobi membaca hingga dunia hukum, Rizky Ikhsan terus melangkah dengan tekad kuat untuk mengabdi pada keadilan dan masyarakat. [LA.Red]

 

Nama       : Muhamad Rizky Ikhsan Abdillah

Alamat     : Semboro, Jember

Hobi         : Membaca

Cita2        : Hakim

Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2025

Kuliah       : UIN KHAS Jember, Fakultas Syariah, Program Studi Hukum Tata Negara

Related Post