Juara 2 Ekonomi Tanpa Hafal Rumus? Ini Cerita Harir si Anak X F yang Suka Tantangan
Pesantren Nuris — Ajang OSS II yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris Jember kembali menghadirkan berbagai kejutan dari para pesertanya, salah satunya datang dari sosok siswa kelas X F bernama Moh Sofyan Hariri yang akrab disapa Harir. Berasal dari Pakis, Panti, Jember, Harir dikenal di lingkungan sekolahnya sebagai siswa yang energik, santai, dan memiliki hobi bulutangkis yang lebih sering melekat pada dirinya dibandingkan dunia hitung-menghitung ekonomi. Di kelas, ia termasuk siswa yang cukup aktif, terlebih karena ia mengikuti ekstrakurikuler biologi yang membuat orang-orang semakin tidak menyangka ketika namanya tiba-tiba muncul sebagai Juara 2 bidang Ekonomi dalam Ajang OSS II tahun ini.
Jika biasanya siswa yang mengikuti lomba ekonomi berasal dari mereka yang sejak awal memiliki ketertarikan pada angka, grafik, perhitungan, serta teori-teori dasar mikro dan makro, maka cerita Harir justru berjalan berlawanan dari dugaan umum tersebut. Harir mengikuti lomba ini bukan karena dorongan kemampuan yang sudah mapan, bukan pula karena ambisi besar untuk menunjukkan keahliannya, melainkan karena sekadar iseng. Baginya, mengikuti lomba ini terasa seperti mencoba hal baru yang mungkin saja memberikan pengalaman berbeda, apalagi ia memiliki prinsip hidup yang khas, yaitu “sic parvis magna” yang berarti kejayaan dimulai dari hal-hal kecil. Prinsip inilah yang pada akhirnya membuatnya berani masuk ke bidang yang bahkan ia sendiri akui tidak dikuasai sepenuhnya.
Salah satu bagian paling menarik dari perjalanan lomba ini adalah pengakuan Harir yang cukup jujur dan apa adanya ketika ditanya mengenai kesulitan yang ia hadapi. Dengan lugu ia mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak terlalu paham rumus-rumus hitung menghitung dalam materi ekonomi. Baginya, rumus-rumus tersebut tampak seperti kode misterius yang muncul begitu saja tanpa hubungan dengan hobinya yang berkutat pada raket, shuttlecock, dan pola permainan lawan. Namun justru karena ketidaktahuannya itu, ia merasa tertantang untuk mencoba memahaminya meski harus bersusah payah mengulang, membaca ulang, dan menanyakan hal-hal kecil yang bagi sebagian peserta lain mungkin sudah sangat dasar.
(Baca juga : Menggapai Harapan, Menyongsong Masa Depan Potret Aflahah Auliya Alumni MA Unggulan Nuris yang Membanggakan)
Persiapan yang ia jalani pun cukup sederhana namun konsisten. Ia belajar dan berdoa, dua hal yang menurutnya paling realistis dilakukan terutama ketika waktu persiapan tidak terlalu panjang dan dasar kemampuan masih perlu banyak ditambal. Proses belajar yang ia lakukan tidak selalu berjalan mulus, tetapi Harir tetap mencoba menambal kekurangan dirinya dengan membaca ulang materi, bertanya kepada teman yang lebih paham, dan sesekali mencoba latihan soal meskipun ia sering merasa keliru dalam tahapan perhitungan. Namun dari proses yang sederhana inilah ia belajar bahwa usaha sekecil apa pun tetap berpengaruh pada hasil.
Ketika hari perlombaan tiba, Harir berangkat dengan perasaan campuran antara santai dan sedikit gugup. Ia tidak menaruh ekspektasi tinggi, karena dalam pikirannya, ikut lomba saja sudah cukup menjadi pengalaman menarik. Namun, hal tak terduga justru terjadi ketika hasil akhir diumumkan. Nama Moh Sofyan Hariri tercantum sebagai Juara 2 bidang Ekonomi dalam Ajang OSS II MA Unggulan Nuris Jember. Ia sendiri mengaku sedikit senang namun juga terkejut karena tidak menyangka bahwa usahanya yang ia anggap seadanya ternyata mampu membawanya naik ke posisi juara.
Dalam wawancara singkat, ia menyampaikan bahwa prestasi ini memberikan dorongan baru bagi dirinya. Ia berharap bahwa ke depannya ia tidak hanya mampu menguasai biologi yang menjadi ekstrakurikulernya, tetapi juga dapat memahami ekonomi lebih dalam. Menurutnya, tidak ada yang salah mencoba hal baru, bahkan jika bidang tersebut terasa asing atau terkesan jauh dari minat awal. Justru dari sanalah kadang muncul kesempatan yang tidak pernah diduga. Ia juga mengatakan bahwa pengalaman ini membuktikan bahwa tidak ada salahnya mengikuti sesuatu secara iseng, karena siapa tahu hal tersebut justru membuka pintu menuju pencapaian yang lebih besar.
Dalam konteks pembelajaran di MA Unggulan Nuris, kisah Harir menjadi bukti bahwa semangat mencoba hal baru, pantang menyerah meski tidak menguasai materi secara sempurna, dan keberanian keluar dari zona nyaman dapat memberikan hasil yang membanggakan. Selain itu, prinsip “sic parvis magna” yang ia pegang terasa sejalan dengan prosesnya yang dimulai dari langkah kecil, yaitu keberanian mengikuti lomba yang tidak sesuai dengan jurusannya, hingga akhirnya menghasilkan pencapaian yang membawa kebanggaan bagi dirinya dan sekolah. Kini, setelah membawa pulang prestasi tersebut, Harir kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, namun dengan pengalaman dan keyakinan baru bahwa proses belajar tidak akan pernah berhenti di satu titik saja, dan kejayaan yang besar memang selalu bermula dari langkah kecil yang berani dicoba. [LA.Red]
Nama : Moh Sofyan Hariri
Hobi : Bulu tangkis
Cita2 : Arsitek
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (X F)
Prestasi : Juara 2 bidang ekonomi dalam Ajang OSS II yang diadakan di MA Unggulan Nuris Jember
