Keseruan Adaptasi Kultur di Mesir, Latih Disiplin dan Kemandirian agar Terus Semangat Belajar
Pesantren Nuris – Di dunia ini tidak ada yang benar-benar tidak mungkin, asal mau berusaha dan bersungguh-sungguh berdoa atas segala impian, perlahan dan pasti semua pasti ada jalannya. Dausarian Imdad Robbany RA., santri lulusan MTs Unggulan Nuris tahun 2022 dan MA Unggulan Nuris, Jurusan PK (Program Keagamaan), tahun 2025, tahu betul bagaimana usaha kerasnya mencapai impian guna dapat belajar ushuludin di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.
Kurang lebih 6 tahun nyantri di Pesantren Nuris Jember, motivasi dapat belajar di salah satu kampus bersejarah dan banyak mencetak ulama andal di dunia terus hidup dan menggebu. Ia pun terbang bersama para santri Nuris lainnya untuk memperluas cakrawala ilmu dan pengalaman internasional lainnya.
“Motivasi saya kuliah di Mesir untuk memperdalam ilmu agama langsung dari sumber dan ulama Al Azhar dan memperluas wawasan keilmuan Islam. Alasan ngambil jurusan Ushuluddin karena sesuai dengan pendidikan saya di pesantren dan sesuai dengan saya yang inginkan kelak untuk berkontribusi dalam pendidikan Islam.” Tukas Imdad, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember.
Bekal mondok di Pesantren Nuris Jember, mengaji kitab, mengkhatamkan nahwu shorrof, hingga belajar bahasa Arab bersama Syekh Muhammad, dosen abdian dari Universitas Al Azhar Mesir, seolah menjadi dukungan semesta atas impiannya. Meski terkadang minder dengan kemampuannya dalam belajar, tetapi bagi Imdad pantang menyerah sebab ia percaya jika ikhlas dan istikamah semua pasti akan lancar.
(baca juga: Sandang Gelar Licence dari Universitas Al Azhar Mesir, Alumni MA Unggulan Nuris Lulus Membanggakan)
Santri asal Arjasa, Jember ini juga menceritakan pengalaman menariknya saat menginjakkan kaki pertama kalinya di tanah piramida tersebut. Meski sempat mengalami culture shock, tetapi tak mengurungkan niat Imdad untuk terus menembus kabut ilmu yang cerah di sana. Apalagi cukup banyak alumni Nuris yang telah berjalan melanjutkan pendidikan di sana.
“Pengalaman menarik saat pertama di Mesir adalah beradaptasi dengan bahasa Arab Amiyah, budaya masyarakat yang berbeda, serta kehidupan yang sangat mandiri. Pengalaman pertama itu menjadi tantangan serta pelajaran berharga untuk membentuk kemandirian dan kedewasaan.” Tambahnya.
Meski saat ini santri kelahiran Februari 2006 ini masih proses belajar di kelas persiapan menjalani kuliah Al Azhar, ia optimis untuk lebih bersemangat dan akan mengerahkan segenap tenaga dan pikiran untuk bisa menjalaninya. Impiannya lebih besar dari tantangan yang telah dihadapinya, apa pun yang terjadi, ia akan sepenuhnya belajar dan mengeruk ilmu sepanjang Sungai Nil di Mesir sana.
“Harapan setelah lulus semoga dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh seperti bidang pendidikan, dakwah, mengabdi pada masyarakat. Rencana ke depannya dapat mengamalkan ilmu serta terus mengembangkan keilmuan agar bermanfaat bagi masyarakat.” Tutupnya.[AF.Red]
Nama : Dausarian Imdad Robbay RA
Alamat : Arjasa, Jember
Lembaga : MTs Unggulan Nuris tahun 2022; MA Unggulan Nuris, Jurusan PK, tahun 2025
Kuliah : Universitas Al Azhar Kairo Mesir, S-1 Ushuludin
