Menggapai Harapan, Menyongsong Masa Depan Potret Aflahah Auliya Alumni MA Unggulan Nuris yang Membanggakan

Jejak Pendidikan Aflahah Auliya Al Azka dari Nuris ke UIN KHAS

Pesantren Nuris — Dalam setiap perjalanan hidup, selalu ada sosok yang memilih berjalan dalam diam namun meninggalkan jejak yang kuat pada setiap langkahnya. Sosok itu bernama Aflahah Auliya Al Azka, alumni berprestasi dari MTs dan MA Unggulan Nuris Jember, yang kini tengah mempersiapkan diri untuk mengabdi pada dunia hukum dan keadilan.

Aflahah lahir di Bondowoso pada tahun 2007 dan tumbuh besar di lingkungan sederhana Sumbersari, Jember. Dari kecil, ia sudah diajarkan tentang bagaimana menjaga sikap, bersyukur dalam keadaan apa pun, serta tidak mudah menyerah. Nilai-nilai inilah yang kelak menjadi fondasi kuat dalam setiap pencapaiannya.

Perjalanan pendidikannya dimulai di MTs Unggulan Nuris, tempat ia belajar bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga kedisiplinan dan akhlak. Lingkungan pendidikan yang religius dan penuh tanggung jawab menjadikannya pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam berpikir dan mengambil sikap.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di tingkat MTs, ia melanjutkan langkahnya ke MA Unggulan Nuris dan menjadi bagian dari lulusan tahun 2025. Di masa ini, Aflahah semakin dewasa memandang hidup. Ia mulai menyusun harapan dan impian masa depannya dengan lebih jelas. Di balik sifatnya yang tenang, ia memiliki tekad besar: ia ingin menjadi seorang hakim.

(Baca juga : Tak sekadar Jago Baca Kitab dan Debat Ilmiah, Siswa MA Unggulan Nuris Jawara Nalasud 2025 Tingkat Provinsi)

Bagi Aflahah, menjadi hakim bukan sekadar profesi, tetapi sebuah amanah. Amanah untuk menegakkan kebenaran, memberi keadilan bagi siapa pun tanpa pandang bulu, serta bertanggung jawab kepada Allah atas setiap ketetapan yang diambil. Impian itu tumbuh dari dorongan keluarga, pengalaman hidup, serta rasa peduli terhadap masyarakat di sekitarnya.

Dengan membawa semangat itu, ia akhirnya diterima sebagai mahasiswa di Universitas Islam Negeri KHAS Jember, di jurusan Hukum Keluarga Islam. Ketika pengumuman itu datang, Aflahah hanya mampu berkata, “Ya, bersyukur.” Sebuah kalimat pendek yang menyimpan kisah panjang perjuangan, doa yang tak pernah putus, serta dukungan dari orang-orang tercinta di sekelilingnya.

Ia memilih jurusan tersebut karena ingin melanjutkan perjuangan keluarga dan berharap kelak bisa memperbaiki berbagai persoalan dalam lingkup keluarga dan masyarakat lewat jalur hukum Islam. Baginya, hukum keluarga bukan sekadar aturan, tetapi pedoman untuk menjaga keharmonisan dan martabat manusia dalam lingkup paling dekat: keluarga.

Selama menjadi bagian dari keluarga besar MA Unggulan Nuris, Aflahah aktif dalam organisasi Madrasah Research, sebuah organisasi yang melatih para peserta didiknya untuk berpikir kritis, berani melakukan penelitian, dan menyampaikan gagasan dengan dasar keilmuan yang kuat. Pengalaman ini membantu membentuk mentalnya sebagai calon pemimpin hukum yang tidak hanya berpegang pada teori, tetapi juga mampu melihat realitas di lapangan.

Di sela kesibukan belajar dan berorganisasi, ia masih menyempatkan diri untuk menjalankan hobi yang membuatnya lebih segar dan bersemangat, yaitu berjalan-jalan. Dari perjalanan sederhana itulah ia belajar mengenali karakter banyak orang, memahami sudut pandang yang berbeda, serta menumbuhkan empati yang kelak sangat penting dalam profesinya.

MA Unggulan Nuris bagi Aflahah bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan tempat menanam nilai kehidupan. Di sana ia belajar bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat berhasil, tetapi siapa yang paling kuat bertahan dalam usaha dan doa. Ia belajar bahwa kesuksesan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari ujian yang ditempa setiap hari.

Aflahah membawa harapan besar untuk masa depannya. Ia ingin terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik, hari demi hari. Ia ingin satu saat nanti menjadi hakim yang tidak hanya hebat dalam ilmu hukum, tetapi juga lembut hatinya dan kuat prinsipnya. Kadang, justru dari seseorang yang berjalan dalam diam, lahirlah kekuatan tekad yang mampu membuka pintu-pintu kesuksesan. Dari Bondowoso menuju Jember, dari madrasah ke perguruan tinggi, dan kelak menuju pengabdian untuk masyarakat dan negara, langkah Aflahah terus terjaga oleh harapan besar dan doa orang tuanya. [LA.Red]

 

Nama       : Aflahah Auliya Al Azka

Alamat     : Jember

Hobi         : Jalan-jalan

Cita2        : Hakim

Lembaga : MA Unggulan Nuris, 2025

Kuliah      : Universitas Islam Negeri KHAS Jember, jurusan Hukum Keluarga Islam

Related Post