Menjemput Takdir di FKIP UNEJ : Kisah Sandyta Mega, Alumni SMA Nuris Jember yang Kini Mengabdi di Bangku Kuliah dan Sekolah Dasar

Bangkit dari Kegagalan SNBP, Strategi Ampuh Sandyta Mega Lolos Pilihan Pertama di Universitas Jember

Pesantren Nuris – Kegagalan pada satu pintu masuk ke perguruan tinggi bukanlah akhir dari segalanya. Prinsip inilah yang dibuktikan oleh Sandyta Mega Indira, alumni SMA Nuris Jember jurusan MIPA tahun 2024. Sempat merasakan pahitnya tidak lolos jalur SNBP, mahasiswi yang akrab disapa Sandyta ini justru bangkit dan kini sukses menempuh pendidikan di Universitas Jember (UNEJ).

Perjalanan Sandyta menuju Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Jember merupakan buah dari kerja keras. Pasca gagal di jalur rapor, ia tak patah semangat. Ia mengikuti bimbingan belajar (LBB) dari sekolah serta secara mandiri membedah buku-buku soal ujian tahun sebelumnya.

“Sangat senang, apalagi setelah mengalami kekecewaan pada SNBP. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa lolos seleksi dengan pilihan pertama di jalur SNBT,” ungkap gadis kelahiran Jember, 2 April 2006 ini dengan rasa syukur.

(Baca juga : Indah Cahyaning Sabet Juara Harapan 1 Ekonomi, Harumkan SMA Nuris Jember di Tingkat Kabupaten)

Memilih PGSD diakui Sandyta sebagai perpaduan antara restu orang tua dan kecintaan pribadinya pada dunia anak-anak. Meski saat SMA ia bercita-cita menjadi Dokter, kini di Semester 4, Sandyta mulai menikmati perannya sebagai calon pendidik.

Tidak sekadar teori di bangku kuliah, Sandyta bahkan sudah mulai mempraktikkan ilmunya dengan mengajar di sebuah sekolah dasar di dekat rumahnya. Pengalaman nyata ini ia selaraskan dengan keaktifannya di organisasi kampus, HMPS PGSD Mercusuar, sebuah wadah aspirasi bagi para calon guru sekolah dasar di UNEJ.

Sebelum menjadi mahasiswi yang aktif seperti sekarang ini, keaktifan Sandyta sudah terekam sejak ia menjadi siswi di SMA Nuris Jember. Sandyta pernah menjadi anggota OSIS dan aktif dalam ekstrakurikuler PMR. Kedisiplinan dan rasa kepedulian yang ia pupuk di pesantren menjadi modal berharga bagi kepribadiannya saat ini. “Saya merasa sangat beruntung mondok di Nuris karena dipertemukan dengan orang-orang baik. Kegiatannya sangat menyenangkan. Saya berharap Nuris terus melahirkan bibit-bibit generasi muda yang memukau,” tuturnya mengenang masa-masa santri.

Bagi Sandyta, setiap perjalanan memiliki makna tersendiri. Ke depannya, ia berharap kuliahnya terus diberi kemudahan dan ia bisa menemukan alasan mendalam mengapa takdir membawanya ke prodi PGSD. Ia ingin menjadi pribadi yang benar-benar bermanfaat bagi dunia pendidikan di masa depan. [ANF. Red]

 

Nama     : Sandyta Mega Indira

Alamat   : Kec. Sukowono, Kab. Jember

Hobi        : Membaca dan Menggambar

Cita-cita : Dokter (Kini berjuang menjadi Pendidik Hebat)

Lembaga : Alumni SMA Nuris Jember, Jurusan MIPA, Tahun 2024

Kuliah      : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Jember

Related Post