Pernah Ditempa di SMK Nuris, Kini Pratu Fatah Berdiri Tegap sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat

Pratu Fatah Jalani Hidup Dari Asrama Santri ke Asrama TNI

Pesantren Nuris – Bagi Bagus Fatah Amrullah, yang akrab disapa Fatah, hidup adalah soal kesiapan mental. Alumni SMK Nuris Jember jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) lulusan 2020 ini kini menjalani hari-harinya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Pratu. Ia tinggal di Asrama Arhanud 6, Kebon Bawang, Tanjung Priok. Jalan hidup yang ia tempuh tidak datang begitu saja, melainkan dibentuk perlahan sejak masa remaja di lingkungan sekolah dan pesantren.

Saat masih menjadi santri sekaligus siswa di SMK Nuris Jember, Fatah sudah terbiasa dengan ritme hidup yang teratur. Bangun pagi, mengikuti pelajaran sekolah, dan mengaji. Pola hidup seperti inilah yang kelak membuatnya tidak gagap saat memasuki dunia militer yang menuntut kedisiplinan tinggi.

Setelah lulus dari SMK Nuris Jember, Fatah mantap mendaftar menjadi prajurit TNI AD. Proses seleksi yang ketat dan penuh tantangan ia jalani dengan kesungguhan. Kebiasaan hidup tertib, kuat secara mental, serta terbiasa menerima instruksi membuatnya mampu bertahan hingga akhirnya resmi menyandang pangkat Pratu.

Minat Fatah terhadap dunia militer juga terlihat ketika ia aktif di ekstrakurikuler Paskibra. Latihan yang melelahkan, tuntutan keseragaman gerak, serta tekanan untuk tampil sempurna justru menjadi tantangan yang ia nikmati. Dari sana, Fatah belajar tentang tanggung jawab, kekompakan, dan arti patuh pada komando. Ketiganya merupakan nilai yang sangat lekat dengan kehidupan seorang anggota TNI.

(Baca juga : Kepincut Skill Siswa SMK Nuris! Tak Menunggu Ijazah, Akbar Lebih Dulu Direkrut oleh Dealer Resmi Honda)

Namun, bukan hanya fisik yang ditempa di Nuris. Menurut Fatah, pengalaman mondok di Pesantren Nuris Jember memberikan pembentukan mental yang jauh lebih dalam. Hidup jauh dari orang tua membuatnya belajar mandiri dan mengelola emosi. Lebih dari itu, penguatan ilmu agama menjadi penyeimbang dalam proses pembentukan dirinya. Ia merasa bahwa bekal spiritual tersebut kini menjadi pegangan penting dalam menjalani tugas sebagai prajurit.

“Di Nuris saya bukan cuma diajari disiplin, tapi juga diajari menata hati dan mental,” ungkap Fatah. Baginya, disiplin tanpa nilai agama akan terasa kering. Justru kombinasi keduanya yang membuatnya lebih siap menghadapi tekanan, baik fisik maupun mental.

Kini, jauh dari kampung halaman, Fatah menjalani kehidupan sebagai prajurit di Jakarta Utara. Meski lingkungan barak dan rutinitas militer sangat berbeda dengan kehidupan pesantren, nilai-nilai yang ia bawa dari Nuris tetap melekat. Ia menyadari bahwa pengabdian kepada negara juga merupakan bagian dari pengabdian kepada nilai-nilai yang ia pelajari sejak kecil.

Perjalanan Bagus Fatah Amrullah menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal keahlian teknis. Dari SMK dan Pesantren Nuris, ia belajar tentang disiplin, kemandirian, dan makna tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang kini ia jalani setiap hari, dalam balutan seragam loreng, sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. (MFAF.Red)

 

Nama            : Pratu Bagus Fatah Amrullah

Tahun Lulus : 2020

Alamat          : Asrama Arhanud 6, Kebon Bawang, Tanjung Priok

Lembaga      : SMK Nuris Jember

Jurusan        : Teknik Kendaraan Ringan (TKJ)

Pekerjaan     : Anggota TNI Angkatan Darat

Related Post