Siswa SMA Nuris Jember Ikuti Pelatihan JAYCA, Siapkan Prestasi Internasional dan Peluang Beasiswa

Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Siap Menjadi Generasi Pembaharu

Pesantren Nuris – SMA Nuris Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi unggul berdaya saing global. Sejumlah siswa mengikuti pelatihan JAYCA (Jatim Young Changemaker Academy), sebuah program pengembangan diri yang berorientasi pada kepemimpinan, riset, dan pengabdian sosial. Program ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk meraih penghargaan internasional yang kelak dapat digunakan sebagai penunjang memperoleh beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.

Pelatihan JAYCA tidak berlangsung secara instan. Setiap minggu, para siswa secara konsisten mengerjakan ORB (Online Record Book) serta menyelesaikan berbagai tantangan yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketangguhan mental. Proses ini menuntut komitmen tinggi sekaligus membentuk karakter pembelajar yang tangguh dan percaya diri.

Menurut Pak Zaka, dosen UIN KHAS Jember sekaligus aktivis IPNU yang menjadi pendamping pelatihan, JAYCA memiliki manfaat yang sangat luas bagi generasi muda. “JAYCA bermanfaat untuk melatih kepemimpinan, menumbuhkan jiwa sosial, melatih fisik, serta membentuk generasi pembaharu yang peka terhadap persoalan masyarakat,” ungkapnya.

(Baca juga : Serunya Belajar Personal Financial Management Lewat Bowling Game: Inovasi “Active English” di SMA Nuris Jember)

Dalam rangka penguatan kapasitas riset, para siswa rutin melaksanakan diskusi dan pelatihan penulisan riset yang bertempat di Gedung PCNU. Kegiatan tersebut meliputi penentuan judul riset, pencarian bahan dan referensi, pemilihan tema pendidikan, serta diskusi teknis penulisan riset bersama Pak Zaka. Proses ini melatih siswa berpikir kritis, sistematis, dan akademis sejak dini.

Tahapan berikutnya difokuskan pada penyusunan latar belakang penelitian, diskusi lanjutan penulisan riset, serta pendalaman literatur melalui membaca buku-buku referensi. Melalui pendampingan intensif, siswa SMA Nuris Jember belajar bahwa riset bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga sarana mencari solusi atas persoalan di masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, peserta JAYCA juga mengikuti kegiatan Adventurous Journey (AJ) di Pacet, Mojokerto, yang berlangsung pada 20–23 Desember 2026. Dalam kegiatan ini, mereka bergabung bersama anggota JAYCA dari berbagai sekolah di Jawa Timur, komunitas ASHOKA, GusDur Corner, Yayasan Urunan Kebaikan, Ruang Pasiean, dan Tanoker, dan kolaborasi lintas komunitas.

Selama Adventurous Journey, peserta mengikuti berbagai aktivitas menantang seperti mendaki gunung, menjelajah alam sekitar, presentasi, unjuk diri, diskusi, hingga belajar bertahan hidup di alam terbuka. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kepemimpinan lapangan, keberanian, kerja sama tim, serta kemampuan adaptasi dalam situasi nyata.

Yang menjadi pengalaman paling berkesan adalah keterlibatan siswa dalam kegiatan bersama tunanetra. Interaksi ini menumbuhkan empati mendalam, kepekaan sosial, serta kesadaran akan pentingnya inklusivitas. Melalui pengalaman tersebut, siswa tidak hanya ditempa secara akademik dan fisik, tetapi juga secara kemanusiaan.

Melalui keikutsertaan dalam JAYCA, SMA Nuris Jember kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang serius mempersiapkan peserta didik menjadi pemimpin masa depan yang berilmu, berkarakter, dan berjiwa sosial tinggi. Sejalan dengan semangat Road to Bright Future, SMA Nuris Jember terus membuka jalan bagi siswanya untuk melangkah hingga tingkat nasional dan internasional. [RY.Red]

Related Post